Apakah Jembatan Enang-Enang Aman? Civil Engineer yang Pernah Terlibat sebagai Perencana Buka Suara
Nurul Hayati July 08, 2026 02:25 PM

SERAMBIENWS.COM - Jembatan Enang-Enang di Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, yang baru kembali difungsikan usai diperbaiki melalui swadaya masyarakat, kini menjadi sorotan di media sosial.

Seorang Civil Engineer sekaligus Value Engineering Facilitator and Trainer, Alvin Tehmono, mengunggah video berisi analisis dan pandangannya mengenai kondisi jembatan tersebut.

Dalam unggahannya, Alvin mengaku pernah terlibat sebagai perencana untuk jalan dan jembatan di kawasan Enang-Enang sehingga memahami karakteristik medan di wilayah tersebut.

"Hai, saya Alvin. Dulu saya pernah terlibat sebagai perencana untuk jalan dan jembatan di Enang-Enang ini. Jadi saya tahu persis medan sini cukup ekstrem dan jalan ini cukup penting karena menghubungkan wilayah Takengon dan Bireuen. Kopi kalian tuh dari sini," ujarnya dalam video yang diunggah di akun Instagram miliknya dikutip Rabu (8/7/2026).

Menanggapi pertanyaan banyak orang mengenai keamanan Jembatan Enang-Enang, Alvin menegaskan bahwa kondisi struktur belum bisa dipastikan hanya berdasarkan foto yang beredar.

"Jawabannya adalah kita belum bisa memastikan 100 persen dari foto," katanya.

Menurut Alvin, dari foto yang dilihatnya, kerusakan terbesar tampak berada di sisi kiri jembatan. Ia menjelaskan, bagian abutmen di sisi tersebut sebelumnya mengalami kerusakan sehingga berpotensi menimbulkan penurunan tanah apabila menerima beban yang terlalu besar.

Baca juga: Viral Warga Aceh Patungan Rp1 M Bangun Jembatan Enang-Enang Usai Banjir, Menteri PU Buka Suara

"Kalau kita lihat, kerusakan terbesar ada di sisi kiri jembatan. Abutmennya ambruk. Jadinya ada risiko penurunan tanah kalau bebannya berlebihan. Karena sepertinya bagian kiri ini bebannya ditransfer ke permukaan tanah yang tidak terlalu kuat," jelasnya.

Meski demikian, Alvin menegaskan bahwa pendapat tersebut merupakan analisis awal berdasarkan dokumentasi yang tersedia, bukan hasil pemeriksaan langsung di lapangan.

Ia pun menyarankan agar penggunaan jembatan sementara dibatasi untuk kendaraan dengan beban ringan.

"Kalau pedestrian atau motor mungkin masih oke. Tapi kalau truk sudah pasti tidak boleh lewat. Sudah harus pakai jalur alternatif," ujarnya.

Selain itu, Alvin mengimbau masyarakat melakukan pemantauan secara berkala, terutama setelah hujan deras.

Menurutnya, masyarakat perlu memperhatikan apabila terjadi penurunan tanah, gerusan di sekitar pondasi, perubahan posisi struktur maupun munculnya retakan baru.

"Takutnya angka keamanan jembatannya berkurang. Karena kan sayang sekali kalau misalnya dana swadaya masyarakat ini hilang begitu saja karena jembatannya rusak," katanya.

Baca juga: Safrizal Pastikan Penguatan Struktur Jembatan Enang-Enang: Keselamatan Warga Mutlak

Dalam keterangan unggahannya, Alvin turut mengapresiasi semangat gotong royong masyarakat Aceh yang berhasil mengumpulkan dana untuk memperbaiki akses Jembatan Enang-Enang.

"Pertama-tama, saya ingin mengapresiasi masyarakat Aceh yang bergotong royong mengumpulkan dana dan memperbaiki akses Jembatan Tajuk Enang-Enang. Resiliensi seperti ini luar biasa dan patut dihormati," tulisnya.

Namun, sebagai seorang engineer, ia mengingatkan bahwa keamanan struktur tidak dapat dipastikan hanya dari tampilan luar.

Ia juga menyoroti kemungkinan adanya gerusan (scour) pada pondasi akibat banjir besar yang tidak terlihat dari permukaan, tetapi dapat memengaruhi kapasitas struktur.

Karena itu, Alvin menyarankan kendaraan berat tetap menggunakan jalur alternatif hingga dilakukan evaluasi teknis lebih lanjut oleh pihak yang berwenang.

Ia juga berharap pembangunan jembatan permanen dapat segera direalisasikan agar akses masyarakat kembali normal dan lebih aman.

"Catatan, analisis ini merupakan pendapat profesional berdasarkan informasi dan foto yang tersedia. Penilaian kondisi sebenarnya tetap memerlukan inspeksi lapangan oleh instansi yang berwenang," tulis Alvin.

Di akhir unggahannya, Alvin juga mengusulkan agar nantinya terdapat prasasti atau penanda di lokasi sebagai pengingat bahwa masyarakat pernah bergotong royong membangun kembali akses Jembatan Enang-Enang melalui dana swadaya.

(Serambinews.com/Firdha)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.