Dua Tahun Turuti Kemauan Sarwendah, Ruben Onsu Kecewa Aibnya Dibongkar ke Publik, Kuasa Hukum: Melelahkan
Mahdiyah July 08, 2026 03:34 PM

Grid.ID - Ruben Onsu kecewa aibnya dibongkar oleh sang mantan istri ke publik. Padahal, selama ini ia telah menuruti kemauan Sarwendah.

Ya, konflik antara Sarwendah dan Ruben Onsu agaknya masih terus memanas. Kedua belah pihak masih terus saling serang.

Belum lama ini, Ruben Onsu akhirnya nekat mengajukan gugatan hak asuh anak. Hal itu lantaran dirinya merasa kesulitan untuk bertemu dengan anak-anaknya beberapa bulan terakhir.

Sedangkan, pihak Sarwendah merasa kecewa dengan langkah yang diambil oleh sang presenter. Pasalnya, keduanya telah menyepakati tanggal pertemuan untuk berdiskusi mengenai konflik mereka.

Ruben Onsu kecewa hingga buka suara terkait dengan ucapan Sarwendah yang sempat viral di media sosial. Sahabat Ivan Gunawan itu mengaku bahwa sebenarnya ia tak ingin permasalahannya menjadi konsumsi publik.

Namun, ia harus ikut buka suara lantaran banyak hal yang menurutnya perlu diluruskan. Hal itu lantaran sang mantan istri juga ikut bersuara.

Dikutip dari Grid.ID pada Rabu (8/7/2026), ayah 3 orang anak itu mengaku sudah lelah. Ia juga mengaku tak merasa bangga lantaran perseteruannya justru jadi tontonan banyak orang.

"Dia juga bilang semalem, 'gue capek Nda, dengan kayak gini ini hal yang tidak membuat gue bangga, tidak membuat gue senang, malah sedih," ungkap Nanda Persada, eks manajer Sarwendah.

Pemilik nama Ruben Samuel Onsu itu juga mengungkap bahwa komunikasinya dengan Sarwendah dan anak-anaknya tidak berjalan lancar. Sehingga, ia memilih cara ini untuk meluruskan permasalahannya.

"Dan dia terpaksa bertindak seperti ini, speak up di sosmed karena merasa komunikasi tidak bisa berjalan dengan baik," lanjutnya.

Sedangkan, belum lama ini terungkap bahwa Ruben Onsu sebenarnya selalu menuruti keinginan Sarwendah, bahkan, setelah mereka berdua bercerai pada 2024 lalu.

Dikutip dari TribunSeleb pada Rabu (8/7/2026), kuasa hukum Ruben Onsu mengungkap bahwa kliennya sudah sangat lelah berjuang. Bahkan, selama 2 tahun belakangan, Ruben Onsu ternyata selalu menuruti apa yang diinginkan Sarwendah.

Hal itu, menurut Minola Sebayang, bertujuan agar hubungan keduanya terjalin dengan baik meskipun sudah bercerai.

"Perjuangan ini sangat melelahkan dari tahun 2024 hingga 2026. Udah dua tahun," ujarnya.

"Sebenarnya setelah terjadi perceraian, kita melihat semuanya biasa-biasa aja, adem-adem aja, karena Ruben selalu mengikuti apa yang diinginkan oleh S," lanjutnya.

Namun, lanjut Minola, beban yang harus ditanggung Ruben semakin besar, termasuk membayar biaya-biaya di luar diskusi dengan Ruben Onsu.

Kendati begitu, Ruben Onsu masih kesulitan untuk bertemu anak-anaknya. Hal itu yang membuat Ruben kehabisan kesabaran.

"Termasuk biaya yang tidak didiskusikan sama sekali dengan Ruben, bahkan waktu yang tidak diberi (bertemu anak) sepantasnya untuk Ruben," sambungnya.

Ruben Onsu kecewa ketika Sarwendah membongkar aibnya. Eks anggota Cherrybelle itu pun mengungkap bahwa dirinya didatangi dept collector lantaran cicilan rumah belum dibayarkan oleh sang mantan suami.

Hal ini menjadi titik habis kesabaran Ruben. Padahal, menurut pihaknya, masalah ini tidak perlu disampaikan ke publik.

"Ruben berusaha untuk menerima dan berusaha menyelesaikan masalah di ruang tertutup, tapi S masuk ke ruang publik diawali dengan membuka aib Ruben, dikatakan bahwa mereka didatangi debtcollector," ujar Minola.

"Tapi sebenarnya kalau lebih bijak kan tinggal bilang 'saya tidak punya hubungan apa-apa dengan Ruben. Silakan cari Ruben di rumahnya' Saya kira deptcollector tidak akan melakukan tindakan anarkis. Tapi ini malah di-publish dari sebuah prescon," sambungnya.

Hal itulah yang akhirnya membuat Ruben Onsu merasa perlu untuk muncul ke publik dengan menjawab segala permasalahan. Dirinya ingin meluruskan apa yang telah menjadi konsumsi publik.

"Lalu kita muncul memberikan hak jawab kita, ini bukan sesuatu yang dibesar-besarkan oleh publik," jelasnya.

Minola Sebayang pun mengingat awal mula mengapa masalah ini menjadi besar dan terbuka di publik. Pasalnya, kliennya merasa sudah memenuhi kewajibannya, namun haknya tidak dipenuhi.

"Barulah kita menyatakan bahwa kita sudah biayai kehidupan anak-anak itu dengan nilai yang sebesar itu, tapi malah tidak dapat waktu untuk berkumpul dari anak-anak. Jadi itu awal muasalnya," jelasnya lagi.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.