TRIBUNNEWS.COM - Aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-Laki di Nusa Tenggara Timur (NTT) masih menunjukkan peningkatan.
Gunung Lewotobi Laki-Laki (Lewotobi Laki) merupakan satu dari dua gunung api kembar yang terletak di bagian tenggara Pulau Flores, Provinsi NTT.
Gunung ini memiliki ketinggian 1.584 meter di atas permukaan laut dan merupakan gunung api strato yang masih aktif.
Hingga kini, Lewotobi Laki masih berstatus Level III (Siaga).
Selain Lewotobi, ada sejumlah gunung berapi yang statusnya masih level III. Termasuk Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Gunung Merapi di perbatasan Yogyakarta dan Jawa Tengah, Gunung Semeru di Jawa Timur, dan Gunung Awu di Sulawesi Utara.
Terbaru, berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunung Lewotobi periode 8 Juli 2026 pukul 06:00-12:00 WIT, gunung api Lewotobi Laki terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-II.
Dilihat di situs MAGMA Indonesia, magma.esdm.go.id, Gunung Lewotobi Laki teramati melontarkan abu vulkanik dengan tinggi hingga 200 meter di atas puncak, Rabu (8/7/2026).
Adapun cuaca sekitar gunung, teramati cerah hingga berawan, angin lemah ke arah barat dan barat laut dengan suhu udara sekitar 21-23°C.
"Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis tinggi sekitar 50-200 meter dari puncak," tulis Petugas Pos Pengamatan Gunung Lewotobi, Victorius Antonio De Fretis, yang dikutip redaksi Tribunnews Solo, Colomadu, Karanganyar, Jawa Tengah, Rabu.
Selama pengamatan, tercatat tiga kali gempa Letusan/Erupsi dengan amplitudo 26.9-44.4 mm, dan lama gempa 54-76 detik.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Lewotobi juga menyampaikan, terdapat satu kali Tremor Non-Harmonik dengan amplitudo 7.4 mm, dan lama gempa 118 detik.
Kemudian, ada 6 kali gempa Low Frequency dengan amplitudo 4.4-29.6 mm, dan lama gempa 20-30 detik.
Baca juga: 5 Gunung Berstatus Siaga III, Anak Krakatau hingga Lewotobi Laki-laki Alami Peningkatan Aktivitas
Rekomendasi untuk Masyarakat
Oleh karena itu, otoritas terkait merekomendasikan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas di dekat Gunung Lewotobi Laki-laki.
Berikut rekomendasi untuk masyarakat di sekitar gunung:
- Masyarakat di sekitar G. Lewotobi Laki-laki dan pengunjung/wisatawan diimbau tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius 5 Km dari pusat erupsi G. Lewotobi Laki-laki .
- Masyarakat perlu mewaspadai potensi banjir lahar hujan pada sungai-sungai yang berhulu di puncak G. Lewotobi Laki-laki jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi terutama daerah Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng jaya, Boru, Nawakote.
- Masyarakat yang terdampak hujan abu G. Lewotobi Laki-laki, sebaiknya memakai masker/penutup hidung-mulut untuk menghindari bahaya abu vulkanik pada sistem pernafasan.
- Pemerintah Daerah senantiasa berkoordinasi dengan Pos Pengamatan G. Lewotobi Laki-laki di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur atau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi di Bandung.
- Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi akan selalu berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Satlak PB setempat dalam memberikan informasi tentang kegiatan G. Lewotobi Laki-laki.
- Di sisi lain, masyarakat agar tenang dan mengikuti arahan Pemda serta tidak mempercayai isu-isu yang tidak jelas sumbernya.
Untuk mendapatkan informasi lebih detail dan jelas, masyarakat bisa menghubungi Pos Pengamatan G. Lewotobi Laki-laki atau mengubungi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral pada nomor telepon 022-7272606
Level III
Seperti diketahui, Pos Pengamatan Gunung Api resmi menaikkan status dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga), sejak Selasa (12/5/2026).
Peningkatan status ini didasarkan pada hasil pemantauan aktivitas vulkanik periode 1–11 Mei 2026 yang menunjukkan tren kenaikan signifikan, terutama pada gempa vulkanik dalam.
“Peningkatan aktivitas menunjukkan adanya suplai magma atau fluida magmatik dari kedalaman yang cukup kuat menuju sistem gunung api,” kata Kepala Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki, Herman Yoseph, dilansir Tribunflores.com.
Dalam periode pengamatan tersebut, gempa Vulkanik Dalam (VA) tercatat mencapai 21–32 kejadian per hari pada awal Mei, kemudian menurun namun masih berada di atas kondisi normal
Dari hasil pengamatan visual, aktivitas permukaan seperti guguran dan hembusan sempat terlihat pada beberapa hari awal Mei. Asap solfatara juga terpantau pada bagian barat laut kawah.
Baca juga: Erupsi Gunung Lewotobi: Dalam 6 Jam Terjadi 4 Kali Gempa Erupsi dan 2 Gempa Hembusan
Data deformasi tiltmeter Wolorona (WLR2) menunjukkan adanya inflasi yang mengindikasikan peningkatan tekanan di dalam tubuh gunung api. Pola ini memperkuat dugaan bahwa sistem magmatik Lewotobi sedang mengalami fase pengisian ulang tekanan.
Dengan status Level III (Siaga) Gunung Lewotobi Laki, masyarakat dan wisatawan diimbau untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius 5 kilometer dari pusat aktivitas gunung.
Selain itu, warga di sekitar kawasan rawan bencana diminta mewaspadai potensi banjir lahar terutama saat hujan lebat, khususnya di daerah aliran sungai yang berhulu di Gunung Lewotobi Laki-laki seperti Nawakote, Boru, Padang Pasir, Klatanlo, Dulipali, Nobo, Hokeng Jaya, hingga Nurabelen.
(Tribunnews.com/Suci Bangun DS, Tribunflores.com/Gordy, Cristin Adal)