Liburan Sekolah ke Bali, Main ke Desa Penglipuran yang Dijuluki Desa Terbersih di Dunia
Tim TribunStyle July 08, 2026 03:44 PM

Liburan Sekolah ke Bali, Main ke Desa Penglipuran yang Dijuluki Desa Terbersih di Dunia

TRIBUNSTYLE.COM - Liburan sekolah menjadi momen yang tepat untuk berkunjung ke tempat wisata yang tidak hanya indah, tetapi juga memberi pengalaman budaya yang berbeda. Salah satu destinasi yang menarik perhatian di Bali adalah Desa Adat Penglipuran di Kabupaten Bangli. 

Desa ini dikenal luas sebagai salah satu desa terbersih di dunia, sekaligus menjadi contoh bagaimana tradisi, tata ruang, dan lingkungan dapat dijaga secara konsisten oleh masyarakatnya.

Baca juga: Liburan Sekolah ke Bali, Pantai Kuta Masih Jadi Tempat Seru buat Main Ombak dan Menunggu Sunset

Desa Penglipuran ditampilkan sebagai desa yang menawarkan suasana tenang, bersih, dan tertata rapi. Deretan rumah adat Bali berdiri di sepanjang jalan utama dengan bentuk gerbang yang seragam. 

Di depan rumah-rumah tersebut, penjor terlihat menghiasi area desa dan menambah kesan khas Bali yang kuat. Tidak adanya kendaraan bermotor yang masuk ke kawasan pemukiman juga membuat suasana desa terasa lebih nyaman bagi wisatawan yang ingin berjalan santai sambil menikmati lingkungan sekitar.

DESA PANGLIPURAN - liburan sekolah ke Bali makin berkesan di Desa Penglipuran. nikmati suasana asri, budaya yang terjaga, dan pesona desa yang mendunia. (@Kompas.Travel)

Desa Penglipuran berlokasi di Jalan Penglipuran, Kubu, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli, Bali. Letaknya cukup mudah dijangkau dari berbagai kawasan wisata di Bali, termasuk dari Denpasar maupun Ubud.

Kawasan ini menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan yang ingin melihat sisi Bali yang lebih tradisional, jauh dari hiruk-pikuk pantai dan pusat keramaian. Dengan udara yang sejuk dan lingkungan yang asri, desa ini cocok dikunjungi bersama keluarga saat liburan sekolah.

Baca juga: Menepi di Pantai Gumicik Bali, Destinasi Terapi Alami dan Pemburu Ombak Wajib Berkunjung!

Salah satu hal yang membuat Desa Penglipuran istimewa adalah tata ruangnya yang masih mengikuti filosofi Tri Hita Karana, yakni konsep keseimbangan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam.

Penerapan konsep ini terlihat dari pembagian ruang desa ke dalam tiga bagian utama, yaitu Utama Mandala sebagai area suci atau tempat ibadah di bagian utara, Madya Mandala sebagai kawasan permukiman warga di bagian tengah, dan Nista Mandala sebagai area pemakaman di bagian selatan.

Penataan ruang seperti ini membuat desa tidak hanya terlihat rapi, tetapi juga memiliki makna spiritual dan sosial yang kuat.

Selain tata ruangnya, Desa Penglipuran juga memiliki hutan bambu seluas sekitar 45 hektar yang berada di bagian hulu desa. Hutan ini dijaga kelestariannya oleh warga karena memiliki fungsi penting sebagai area resapan air sekaligus pelindung lingkungan desa.

Bagi wisatawan, kawasan hutan bambu ini menjadi salah satu spot menarik untuk berjalan kaki menikmati suasana teduh dan alami. Kehadiran hutan bambu juga memperkuat citra Penglipuran sebagai desa yang menjaga hubungan harmonis dengan alam sekitarnya.

DESA PANGLIPURAN - liburan sekolah ke Bali makin berkesan di Desa Penglipuran. nikmati suasana asri, budaya yang terjaga, dan pesona desa yang mendunia.
DESA PANGLIPURAN - liburan sekolah ke Bali makin berkesan di Desa Penglipuran. nikmati suasana asri, budaya yang terjaga, dan pesona desa yang mendunia. (@Kompas.Travel)

Dari sisi budaya dan keseharian, keunikan Desa Penglipuran terlihat pada bentuk rumah dan gerbangnya yang seragam. Gerbang rumah atau angkul-angkul dibuat dengan desain tradisional yang hampir sama di setiap rumah, menciptakan pemandangan yang tertib dan estetik di sepanjang jalan utama.

Keseragaman inilah yang membuat desa tampak sangat khas dan mudah dikenali. Selain itu, wisatawan juga dapat mencicipi minuman tradisional khas desa ini, yaitu loloh cemcem, minuman herbal berbahan daun cemcem dengan rasa asam, manis, asin, dan sedikit pedas.

Secara operasional, Desa Penglipuran buka setiap hari pukul 08.00 hingga 17.00 WITA. Harga tiket masuk untuk wisatawan domestik adalah Rp25.000 bagi dewasa dan Rp15.000 bagi anak-anak, sedangkan wisatawan mancanegara dikenakan tarif Rp50.000 untuk dewasa dan Rp30.000 untuk anak-anak.

Informasi Desa Penglipuran

  • Lokasi: Jl. Penglipuran, Kubu, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli, Bali.
  • Jam operasional: setiap hari pukul 08.00–17.00 WITA.
  • Harga tiket: 
    - wisatawan domestik Rp25.000 untuk dewasa dan Rp15.000 untuk anak-anak. 
    - wisatawan mancanegara Rp50.000 untuk dewasa dan Rp30.000 untuk anak-anak.
  • Daya tarik utama: rumah adat Bali yang tertata seragam, suasana desa bebas kendaraan, hutan bambu, dan kuliner khas loloh cemcem.

Pengunjung disarankan datang pada pagi atau sore hari agar suasana lebih sejuk dan nyaman untuk berkeliling desa. Dengan lingkungan yang bersih, tata ruang tradisional yang terjaga, serta suasana tenang tanpa kendaraan bermotor, Desa Penglipuran menjadi salah satu destinasi menarik untuk mengisi liburan sekolah di Bali.

Bagi pelajar, kunjungan ke desa ini bukan hanya menawarkan pengalaman wisata, tetapi juga kesempatan belajar tentang budaya, kearifan lokal, dan pentingnya menjaga lingkungan secara berkelanjutan.

(@Kompas.Travel/TribunStyle.com/Farah Aulya)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.