Kedekatan Anak Trenggalek Perlu Dibangun Bersama Orang Tua di Era Digital
Rendy Nicko July 08, 2026 03:50 PM

TRIBUNMATARAMAN.COM, TRENGGALEK - Era digital membuat sekat dari anak kepada orang tua semakin terasa jauh. Tidak sedikit orang tua sibuk berselancar di dunia Maya, pun juga anaknya dibiarkan asyik menggunakan gadget juga.

Wakil Bupati Trenggalek Syah Muhammad Natanegara mengungkapkan era digital dinilai membuat sekat pembatas antara anak dan orang tua di Kabupaten Trenggalek terasa makin menjauh.

Fenomena hari ini menunjukkan tidak sedikit orang tua yang sibuk berselancar di dunia maya, sementara anak-anak mereka dibiarkan asyik menggunakan gawai (gadget) tanpa pendampingan yang intens.

"Fenomena hari ini karena banyak antara anak dan orang tua itu dipisahkan oleh gadget. Sehingga saya berharap anak-anak ini bisa mendekatkan dirinya," terang Syah Muhammad Natanegara saat ditemui usai menghadiri peringatan Hari Anak Nasional di Pendopo Manggala Praja Nugraha, Trenggalek, Rabu (8/7/2026).

Baca juga: Warga Temukan Benda Diduga Bom di Aliran Sungai Lahar Kota Blitar, Polisi Amankan Lokasi

Syah juga meminta komitmen para orang tua agar tidak melepas tanggung jawab pengasuhan begitu saja kepada teknologi. 

Menurutnya, anak-anak harus bisa kembali merayu orang tuanya untuk berkomunikasi secara langsung, dan orang tua pun wajib menyambutnya dengan terbuka.

"Jadi, bisa merayu orang tuanya dan juga orang tua ini mau menerima lagi. Tidak urusan anak diserahkan kepada gadget dan sebagainya," imbuhnya.

Dikatakannya, di momentum Hari Anak Nasional, mantan anggota DPRD Trenggalek ini menitipkan pesan mendalam bagi seluruh anak di Bumi Menak Sopal.

Beliau ingin anak-anak Trenggalek tumbuh dengan rasa bahagia dan bangga terhadap daerahnya.

Rasa bangga dan bahagia itu dinilai menjadi modal utama agar anak-anak bisa mengukir prestasi yang dapat mengharumkan nama Kabupaten Trenggalek di masa depan.

"Harapan saya kepada anak-anak Trenggalek agar anak-anak Trenggalek ini bisa berbahagia dan bangga menjadi anak Trenggalek. Sehingga ke depan bisa berprestasi dan juga membawa nama baik Kabupaten Trenggalek," tuturnya.

Mas Syah menegaskan masa depan pembangunan daerah berada di tangan generasi muda yang ada saat ini.

"Karena merekalah yang nanti akan meneruskan kepemimpinan dan pembangunan yang ada di Kabupaten Trenggalek," tegasnya.

Sebagai wujud nyata kepedulian pemerintah terhadap kenyamanan anak, Pemkab Trenggalek resmi meluncurkan tempat bermain anak yang baru.

Fasilitas publik ini didesain dengan konsep ramah anak yang inklusif, sehingga dapat diakses oleh seluruh kalangan tanpa terkecuali.

"Tadi tempat bermain anak ini adalah salah satu tempat yang mana itu nanti bisa ramah anak, dalam artian terbuka untuk semua kalangan. Baik anak yang disabilitas dan sebagainya," jelasnya.

Penyediaan fasilitas ini dilatari oleh keresahan bahwa masih banyak anak di Trenggalek yang merasa kurang nyaman berada di lingkungannya sendiri, termasuk di dalam rumah.

Oleh karena itu, Mas Syah mengaku Pemkab Trenggalek hadir memberikan ruang alternatif yang aman dan nyaman.

Syah berharap, fasilitas yang baru diresmikan ini tidak berhenti sebagai satu-satunya pusat hiburan anak, melainkan bisa menjadi percontohan yang diproduksi massal di wilayah lain.

"Maka kita harap dengan adanya tempat ini bisa menjadi prototype (purwarupa) untuk bisa diaplikasikan di berbagai macam tempat yang lain," pungkasnya.

(Madchan Jazuli/TribunMataraman.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.