Laporan Reporter TribunBengkulu.com, M. Bima Kurniawan
TRIBUNBENGKULU.COM, KEPAHIANG – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Kepahiang mengungkap penyebab tidak adanya peserta asal Kabupaten Kepahiang yang lolos menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat Provinsi Bengkulu tahun 2026.
Berdasarkan hasil evaluasi sementara, para peserta asal Kepahiang sebenarnya mampu melewati tahapan seleksi administrasi dan tes berbasis Computer Assisted Test (CAT). Namun, mereka gagal lolos karena hasil akumulasi nilai dan peringkat pada seluruh tahapan seleksi.
Kepala Kesbangpol Kabupaten Kepahiang, Dendi, mengatakan hasil pengumuman seleksi tingkat provinsi akan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pembinaan dan persiapan peserta pada tahun-tahun mendatang.
"Setelah kita melihat hasil pengumuman itu menjadi bahan evaluasi kita ke depan terkait dengan seleksi peserta kita di tingkat Provinsi Bengkulu," ucap Dendi.
Meski belum berhasil melaju, Dendi tetap memberikan apresiasi kepada para peserta asal Kabupaten Kepahiang yang telah berjuang dan mengikuti seluruh tahapan seleksi di tingkat provinsi.
Menurutnya, para peserta telah menunjukkan kemampuan yang baik selama proses seleksi berlangsung.
"Kita apresiasi karena anak-anak kita sudah berjuang mengikuti seleksi di tingkat Provinsi Bengkulu," kata Dendi.
Baca juga: Tak Ada Wakil Kepahiang Lolos Paskibraka Tingkat Provinsi, DPRD Bengkulu Angkat Bicara
Lolos Administrasi dan CAT
Dendi menjelaskan, berdasarkan informasi yang diterima, peserta asal Kabupaten Kepahiang sebenarnya mampu melewati tahapan seleksi administrasi maupun tes berbasis Computer Assisted Test (CAT).
Namun, hasil akhir seleksi ditentukan berdasarkan akumulasi nilai dan peringkat yang diperoleh peserta selama seluruh tahapan seleksi berlangsung.
"Kalau seleksi dari sisi administrasi dan CAT mereka sudah lolos, mungkin di nilai perangkingannya," jelas Dendi.
Di sisi lain, Dendi mengakui masih ada sejumlah tokoh masyarakat yang mempertanyakan hasil seleksi Paskibraka tingkat Provinsi Bengkulu.
Meski demikian, pihaknya menghormati seluruh proses yang telah dilaksanakan oleh panitia seleksi tingkat provinsi.
Ia berharap evaluasi yang dilakukan nantinya dapat menjadi bekal untuk mempersiapkan peserta Kabupaten Kepahiang agar mampu bersaing lebih baik pada seleksi Paskibraka tingkat provinsi maupun nasional pada tahun-tahun berikutnya.
Wakil Bupati Kepahiang Mengaku Kecewa
Sementara itu, Wakil Bupati Kepahiang Abdul Hafizh mengaku kecewa atas hasil seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat Provinsi Bengkulu.
Sebelumnya, sebanyak 27 siswa-siswi yang lolos menjadi Paskibraka tingkat Provinsi Bengkulu telah diumumkan. Namun, tidak ada peserta asal Kabupaten Kepahiang yang ikut mewakili.
Menurut Hafizh, hasil seleksi diharapkan mampu mencerminkan representasi seluruh wilayah di Provinsi Bengkulu yang terdiri atas 10 kabupaten dan kota.
Namun, tidak ada keterwakilan peserta dari Kabupaten Kepahiang yang lolos sebagai anggota Paskibraka tingkat Provinsi Bengkulu.
"Setiap tahun sebelumnya ada perwakilan Kepahiang untuk Paskibraka di tingkat Provinsi Bengkulu, baru tahun ini tidak ada keterwakilan Kepahiang," ucap Hafizh kepada TribunBengkulu.com, Jumat (3/7/2026).
Atas hasil tersebut, ia mengaku kecewa dan telah menghubungi pihak panitia seleksi serta Gubernur Bengkulu untuk menindaklanjuti hasil seleksi Paskibraka tersebut.
"Jujur kami kecewa dan saya sudah berkoodinasi dengan Kesbangpol selaku panitia ditingkat provinsi dan gubernur untuk meninjau kembali hasil seleksi paskibraka untuk keterwakilan Kepahiang," pungkas Hafizh.
Gabung grup Facebook TribunBengkulu.com untuk informasi terkini