TRIBUNBEKASI.COM- Pratama Arhan resmi bergabung dengan Persija Jakarta untuk menghadapi kompetisi Super League 2026-2027.
Pratama Arhan dikenal karena memiliki kemampuan lemparan ke dalam yang kerap membahayakan pertahanan lawan.
Sudah menjadi rahasia umum bila sang pemain dan beberapa pemain Timnas lainnya sebagai anak 'kesayangan' STY.
Pemain 'kesayangan' STY lainnya adalah Asnawi Mangkualam, Witan Sulaiman dan Egy Maulana.
Kepindahan bek kiri Timnas Indonesia itu sekaligus membuatnya kembali bekerja sama dengan pelatih Shin Tae-yong.
Arhan menjadi rekrutan ketiga Persija pada bursa transfer musim ini setelah Victor Dethan dan Aqil Savik. Pemain asal Blora tersebut menandatangani kontrak berdurasi tiga musim bersama Macan Kemayoran.
Bagi Arhan, bergabung dengan Persija menjadi momen spesial karena kembali bermain di kompetisi Indonesia setelah beberapa musim berkarier di luar negeri.
"Masuk Persija itu spesial karena saya kembali ke Indonesia. Persija juga merupakan salah satu tim yang luar biasa. Ini akan menjadi perjalanan karier yang penting buat saya," ujar Arhan, Selasa (7/7/2026).
Kepindahan Arhan ke Persija membuatnya kembali bertemu sejumlah rekan di Timnas Indonesia, seperti Witan Sulaeman, Rizky Ridho, Dony Tri Pamungkas, dan Rayhan Hannan.
Baca juga: Respons Pratama Arhan Usai Resmi Jadi Pemain Persija dan Reuni dengan Shin Tae-yong
Selain itu, ia juga kembali dilatih Shin Tae-yong. Keduanya sebelumnya telah bekerja sama cukup lama saat Shin menangani Timnas Indonesia, sehingga Arhan mengaku sudah memahami karakter dan metode latihan sang pelatih.
"Saya sangat senang akan bertemu dengan teman-teman lama saya seperti Witan Sulaeman dan Rizky Ridho. Saya juga akan kembali bertemu dengan pelatih lama saya," kata Arhan.
Menurutnya, pengalaman tersebut akan membantu proses adaptasi bersama Persija karena sudah memahami pola latihan yang diterapkan Shin Tae-yong.
Arhan menilai hubungan yang baik antarpemain menjadi faktor penting untuk mempercepat adaptasi di klub barunya.
Karena itu, ia berusaha menjalin komunikasi dengan seluruh pemain sejak awal bergabung agar chemistry di dalam maupun luar lapangan dapat segera terbangun.
"Kalau bicara soal tim, saya harus bisa cepat akrab. Saya berusaha untuk cepat akrab karena itu penting untuk beradaptasi dengan tim dan membangun chemistry dengan teman-teman lain. Jadi saya berusaha untuk banyak mengobrol dengan pemain-pemain lain," ujarnya.
Pengalaman bermain di luar negeri juga diakui Arhan telah mengubah kepribadiannya menjadi lebih terbuka.
Ia bahkan menyebut rekan-rekan dekatnya di Timnas Indonesia sudah mengetahui sifat aslinya yang gemar bercanda.
"Saya pribadi merasa sudah sangat jauh lebih terbuka. Benar-benar sudah jauh lebih terbuka."
"Mungkin Rizky Ridho dan Witan sudah tahu saya banget. Saya orangnya iseng, bawel, dan sering bercanda," tutur Arhan.