Mobil Listrik Andalan Baru Peugeot Tidak Akan Dipasarkan di Eropa
Rina Kusumawati July 08, 2026 05:34 PM

Peugeot memastikan bahwa dua mobil listrik andalan barunya akan tetap memiliki karakter khas merek tersebut meskipun dibangun di atas platform milik Dongfeng. Namun, kedua model baru di segmen D yang mencuri perhatian ini tidak akan dijual di pasar Eropa.

Pada ajang pameran otomotif Beijing awal tahun ini, Peugeot memperkenalkan dua mobil konsep baru yang menggambarkan visi mereka terhadap pasangan kendaraan listrik berukuran besar dengan fokus pada segmen premium. Kedua model ini dikembangkan bersama mitra usaha patungan mereka, Dongfeng, dan akan memanfaatkan arsitektur serta sistem penggerak dari perusahaan asal Tiongkok tersebut.

Salah satu model yang ditampilkan adalah mobil estate bergaya ramping yang diperkirakan akan menjadi penerus dari Peugeot 508 yang sudah tidak diproduksi lagi, sementara model lainnya adalah SUV berukuran lebih besar dibandingkan dengan model apa pun yang saat ini dijual Peugeot di Eropa.

Versi produksi dari kedua kendaraan ini direncanakan untuk dijual di pasar Tiongkok serta beberapa pasar ekspor terpilih, namun wilayah Eropa tidak termasuk di dalam daftar tersebut, seperti yang dikonfirmasi oleh CEO Peugeot, Alain Favey.

Saat ditanya oleh Autocar bagaimana Peugeot akan memastikan bahwa kendaraan listrik buatan Dongfeng tersebut memenuhi standar dan ekspektasi pelanggan Eropa, Favey menjawab: “Kami mengembangkan mobil-mobil ini bersama Dongfeng, yang berarti ini adalah sebuah kemitraan. Kami tidak sekadar menempelkan logo Peugeot pada mobil Dongfeng.”

Ia menambahkan bahwa kedua perusahaan akan bekerja sama untuk memastikan kendaraan baru ini tetap menjadi “Peugeot sejati”, dengan pabrikan asal Prancis tersebut mengambil “tanggung jawab penuh” atas desain eksterior dan interiornya.

“Saya pikir, melalui kemitraan ini kami dapat memastikan bahwa mobil-mobil tersebut benar-benar mewakili Peugeot dalam hal desain serta pengalaman di dalam kabin – sehingga mereka akan menjadi Peugeot yang sesungguhnya,” ujar Favey.

Namun, ia menegaskan pula: “Mobil-mobil ini tidak direncanakan untuk diluncurkan di Eropa – keduanya. Jadi, pertanyaan mengenai apakah kendaraan ini akan sesuai dengan ekspektasi pelanggan kami di Eropa tidak relevan, karena pelanggan kami di Eropa tidak akan dapat membeli mobil-mobil ini.”

Favey menjelaskan bahwa Peugeot dapat “memenuhi ekspektasi pelanggan Peugeot di luar Eropa” lewat model-model baru ini, namun tidak berencana untuk mengubah lanskap pasar kendaraan listrik besar di kawasan asalnya.

Ia menjelaskan bahwa kedua model baru tersebut memiliki dimensi yang lebih besar dibandingkan dengan jajaran model Peugeot yang dijual di Eropa, karena ukuran tersebut dianggap “sangat sesuai dengan inti pasar otomotif Tiongkok.”

Dengan tidak memasukkan dua model listrik Dongfeng ini ke dalam strategi pasar Eropa, Peugeot kini berfokus untuk meluncurkan tujuh model baru yang dibangun di atas arsitektur Stellantis di kawasan tersebut sebelum tahun 2030, sejalan dengan ambisinya untuk memperbesar pangsa pasar.

Model-model tersebut mencakup generasi baru dari e-208 supermini, hatchback 308 terbaru, serta tiga model di segmen C yang akan diproduksi di Prancis.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.