Viral 2 Pria Misterius Naik Becak Motor di Surabaya, Ternyata Hendak Bobol Warung, Ending Diteriaki
Januar July 08, 2026 05:35 PM

 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luhur Pambudi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA- Sebuah percobaan pencurian baru saja terjadi di Surabaya

Viral di medsos video CCTV merekam dua orang pria misterius mengendarai becak motor (Bentor) mencoba membobol warung olahan mi goreng di Jalan Pakis Tirtosari III, Pakis, Sawahan, Surabaya, sekitar pukul 04.01 WIB, pada Sabtu (4/7/2026). 

Aksi kejahatan kedua pria misterius tersebut gagal total karena sempat dipergoki oleh seorang satpam sebuah dealer motor di seberang depan warung. 

Selain itu, mereka berdua mendadak mengurungkan niatnya membobol warung tersebut karena alarm sensor pendeteksi gerakan pada kamera CCTV-nya menyala kencang. 

Anak juragan pemilik warung Inez Ramadhina (23) menceritakan, pihaknya baru mengetahui jika warung menjadi sasaran percobaan pembobolan setelah ditelpon oleh sekuriti dealer motor di seberang warung, sekitar pukul 06.00 WIB. 

Setelah mendengar kabar tersebut, ia bersama orangtuanya bergegas menuju warung dan memeriksa kondisi gembok serta rekaman CCTV. 

Baca juga: Pelaku Pembobolan Ruko Wonokusumo Wetan Ditangkap di Kos, Gondol Uang Rp7 Juta dan Ponsel

Setibanya di lokasi, tampak kondisi gembok masih terkunci seperti sedia kala. Namun, saat memeriksa teka CCTV melalui ponsel, memang benar terdapat dua orang pria dewasa misterius. 

Kedua pria tersebut tampak berada di teras depan warungnya, lalu melihat bagian dalam warung melalui kusen ventilasi bagian pintu atas, sekitar pukul 04.00 WIB. 

Saat kedua pria itu memegang bagian gembok warung, Inez mengungkapkan, suara alarm keamanan langsung menyala kencang. 

"Nah, itu dia itu sebelumnya itu ngecek-ngecek dulu. Dia ngecek dari sela-sela jendela ngintip gitu. Terus setelah ngintip itu dia naik ke atas lihat-lihat warung lain yang bisa dibobol gitu," ujarnya saat ditemui TribunJatim.com di teras warungnya, pada Rabu (8/7/2026).

Kendati aksi pelaku gagal total pada hari itu, Inez mengaku tetap dibuat geram dan was-was dengan ulah mereka. 

Karena, selama kurun waktu hampir sepanjang tahun ini, beberapa warung di deretan samping kiri warungnya pernah disatroni maling pada malam hari. 

Barang yang berhasil dicuri oleh maling dari beberapa warung di lokasi tersebut, meliputi elpiji, perabotan, pasokan rokok di etalase, hingga serbuk minuman sasetan yang dipajang. 

"Dan itu enggak hanya kedai saya aja, sebelah-sebelah (warung) juga kehilangan LPG, bahkan rokok juga. Bahkan yang sebelah kiri saya itu es rentengan itu juga hilang," katanya. 

"Kalau setengah tahun ini yang di kedai saya belum ya. Kalau yang di warung sebelah itu sering, udah 2 kali. Sebelum pasang CCTV. Pelaku menyisiri kayaknya. Saya baru pasang CCTV baru 2 mingguan," tambahnya. 

Khusus warung milik orangtua Inez, tahun 2025 silam, pernah dibobol maling hingga kehilangan lima tabung elpiji berukuran tiga kilogram (Kg) atau tabung melon. 

"Nah, sebelum-sebelumnya nya itu juga pernah kejadian kebobolan warung saya tapi sebelumnya itu saya belum masang CCTV. Itu yang kehilangan itu 5 elpiji," jelasnya. 

Kemudian, pada Bulan Mei 2026 lalu, motor milik sang adik kandung berusia 18 tahun yakni Motor Honda Beat hilang dicuri oleh komplotan maling saat diparkir di depan warung, pada pukul 19.00 WIB. 

Ternyata, saat ditelusuri, lanjut Inez, pelakunya seorang pria berhelm yang berjalan kaki dari terotoar lalu menyatroni parkiran depan warungnya yang sepi.

Semenjak kejadian tersebut, ia akhirnya memutuskan memasang kamera CCTV termasuk sensor pendeteksi pergerakan orang di warungnya. 

"Yang akhir bulan Mei itu kan banyak liburnya. Jadi, posisi Surabaya itu jalanannya sepi. Itu yang ngambil ciri-ciri orangnya laki-laki pakai helm, kurus gitu. 1 orang. Dia dari arah jalan raya," ungkapnya. 

Mengenai sosok kedua pelakunya. Inez mengungkapkan, mereka berpostur tubuh tinggi. Salah satunya memakai topi jenis kupluk. Kemudian, kedua pelaku mengendarai bentor yang diparkir di bahu Jalan Mayjend Sungkono. 

Namun, Inez tidak terlalu bisa mengetahui wajah kedua pelaku karena pencahayaan di area teras warung yang menyorot bagian wajah tidak terlalu terang. 

"Nah, itu enggak ada yang kenal. Iya. Terus kan kebetulan juga waktu itu CCTV-nya itu kurang pencahayaan. Jadi, wajahnya itu kurang terekam," terangnya. 

Kendati begitu, Inez belum melaporkan kejadian percobaan pembobolan yang menimpa warungnya ke markas Kepolisian setempat. 

Ia cuma menceritakan kabar tersebut ke beberapa pemilik warung lainnya di sampingnya agar waspada. 

Namun, Inez berharap pihak Kepolisian setempat lebih menggiatkan patroli di sekitar lokasi agar memperkecil upaya para pelaku kejahatan untuk beraksi. 

"Ya, mungkin memperbanyak patroli, terus juga penerangan di sini jalanan raya ya. Di jalan jalan raya ini, dipasang dan diperbaiki," pungkasnya. 

 

Informasi lengkap dan menarik lainnya baca di TribunJatim.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.