Warga Lingkungan II, Kelurahan Tomuan, Kecamatan Siantar Timur, Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara, digegerkan oleh dugaan pembunuhan seorang ibu lanjut usia yang diduga dilakukan oleh anak kandungnya sendiri pada Rabu (8/7/2026).
Korban diketahui bernama Rinim Sirait, sementara terduga pelaku adalah putrinya, Boru Ambarita.
Peristiwa tersebut menyita perhatian warga karena berdasarkan informasi awal, terduga pelaku disebut merupakan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).
Namun, hingga kini status kondisi kejiwaan yang bersangkutan masih menunggu pemeriksaan dan observasi lebih lanjut oleh pihak berwenang.
Berdasarkan pantauan di lokasi, rumah korban dipenuhi warga yang ingin mengetahui peristiwa tersebut.
Sementara itu, terduga pelaku tampak berada di luar rumah dengan kondisi menangis histeris.
Tangannya terlihat masih berlumuran darah yang mulai mengering saat didampingi sejumlah anggota keluarga.
Menurut keterangan warga, kejadian diduga berawal dari pertengkaran antara ibu dan anak pada malam sebelum korban ditemukan meninggal dunia.
Seorang warga mengatakan, peristiwa itu baru diketahui setelah seseorang datang untuk mengantarkan undangan ke rumah korban.
Saat pintu rumah dibuka, korban ditemukan dalam kondisi bersimbah darah.
"Tadi ada orang mengantar undangan ke rumah.
Setelah pintunya dibuka, baru diketahui ibunya sudah dalam keadaan berdarah-darah," ujar seorang warga.
Warga lainnya yang bermarga Siregar mengungkapkan bahwa korban dan putrinya sebelumnya memang tidak tinggal serumah dengan ibunya.
Terduga pelaku disebut baru beberapa tahun terakhir kembali tinggal bersama keluarga.
“Jadi umur Oppung itu sekitar kepala pitu lah, Usia korban sekitar 70 tahun."
Anak perempuannya yang diduga mengalami gangguan kejiwaan usianya sekitar 40 tahunan.
Setahu saya ada dua anak, satunya lagi laki-laki dan bekerja sebagai sopir sehingga sering berada di luar kota," katanya.
Menurut warga, karena baru kembali tinggal di lingkungan tersebut, tidak banyak tetangga yang mengenal terduga pelaku secara dekat.
Tak lama setelah kejadian dilaporkan, personel Inafis Satreskrim Polres Pematangsiantar bersama Kapolsek Siantar Timur Iptu Edy JJ Manalu mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Petugas memasang garis polisi, mensterilkan lokasi, serta mengevakuasi jenazah korban untuk kepentingan penyelidikan.
Kasus ini menjadi perhatian masyarakat karena di tengah situasi tersebut, terduga pelaku justru tampak menangis dan memperlihatkan ekspresi kebingungan.
Pasalnya, pelaku ikut memperlihatkan kesedihan dengan tangisan histeris dan tatapan linglung.
Pelaku sendiri menangis di luar rumah dengan kondisi duduk di teras ditemani keluarga lainnya.
Dari tangan pelaku beridentitas Br Ambarita ini tampak darah yang mulai mengering usai pembunuhan yang ia lakukan.
Hingga kini, polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap secara utuh kronologi kejadian, termasuk memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan alat bukti di lokasi.
Sementara itu, Dinas Kesehatan Kota Pematangsiantar ikut memperhatikan kasus pembunuhan seorang Ibu bernama Rinim Sirait yang dilakukan oleh putrinya Boru Ambarita di kediaman mereka.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Pematangsiantar, Urat H. Simanjuntak, mengatakan pihaknya akan menelusuri kejiwaan yang bersangkutan apakah nantinya perlu dibawa ke Panti Rehabilitasi Sosial yang bekerjasama dengan Pemko Siantar atau tidak.
Menurutnya, informasi awal memang menyebutkan bahwa terduga pelaku merupakan ODGJ.
Meski demikian, status tersebut belum dapat dipastikan sebelum dilakukan pemeriksaan medis secara menyeluruh.
"Informasi awalnya memang dia ini ODGJ.
Tapi kita belum bisa memastikan karena harus melalui observasi di RSUD Dr Djasamen Saragih terlebih dahulu.
Setelah itu baru bisa diputuskan langkah penanganan selanjutnya," ujarnya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.
Ia menjelaskan, apabila hasil observasi medis menunjukkan adanya gangguan kejiwaan yang memerlukan penanganan khusus, pemerintah daerah akan mempertimbangkan rujukan ke panti rehabilitasi sosial yang bekerja sama dengan Pemerintah Kota Pematangsiantar.
Selain itu, Dinas Kesehatan juga masih menunggu hasil penyelidikan dari Polres Pematangsiantar yang saat ini telah membawa terduga pelaku untuk menjalani pemeriksaan.
"Intinya kami masih menunggu proses dari kepolisian.
Nanti hasil pemeriksaan dan observasi akan menjadi dasar untuk menentukan langkah berikutnya," kata Urat.
Aparat masih mendalami motif serta memastikan kondisi psikologis yang bersangkutan sebagai bagian dari proses penyelidikan.