Laporan Wartawan Tribun Gayo Asnawi Luwi | Aceh Tenggara
TribunGayo.com, KUTACANE - Korban kebakaran di Desa Mbatu Bulan I, Kecamatan Babussalam, Kabupaten Aceh Tenggara, Provinsi Aceh, mulai membersihkan puing-puing bangunan yang tersisa setelah rumah mereka hangus dilalap si jago merah pada Selasa (7/7/2026) sore.
Bersama warga setempat, para korban memilah sisa material bangunan yang masih dapat dimanfaatkan, seperti tiang bangunan dan lembaran seng bekas.
Baca juga: 13 Unit Rumah Terbakar di Desa Batu Bulan Aceh Tenggara
Salah seorang korban, Abadi kepada wartawan TribunGayo.com pada Rabu (8/7/2026), mengatakan rumahnya ludes terbakar sehingga tidak ada satu pun harta benda berharga yang berhasil diselamatkan.
"Rumah saya habis dilalap api, tak ada satupun harta benda berharga yang bisa diselamatkan saat kejadian. Pada saat itu saya lagi duduk-duduk dengan warga lain tak jauh dari lokasi.
Tiba-tiba terdengar suara masyarakat minta tolong. Lalu, saya berlari menuju arah teriakan. Namun api sudah menjilat seluruh bangunan rumah dan rumah warga lainnya," ungkapnya.
Menurut Abadi, dalam waktu sekitar 30 menit, tujuh rumah hangus terbakar.
Selain itu, enam rumah lainnya mengalami kerusakan, baik ringan maupun sedang.
"Paling lama 30 menit, tujuh rumah ludes dilalap api dan enam rusak sedang dan rusak ringan akibat musibah itu," katanya.
Akibat musibah tersebut, rumah Abadi yang berkonstruksi kayu dengan atap seng rata dengan tanah.
Untuk sementara waktu, ia bersama anaknya mengungsi dan menumpang di rumah kerabat.
"Saat ini saya dan anak saya menumpang di rumah family, karena rumah saya yang berkonstruksi kayu atap seng rata dengan tanah akibat dilalap api," ujarnya.
Ia menambahkan, bantuan bagi para korban mulai berdatangan, baik dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tenggara melalui instansi terkait, para Penghulu Kute (Kepala Desa) di wilayah setempat, maupun dari berbagai pihak lainnya.
Berdasarkan pantauan wartawan TribunGayo.com pada Rabu (8/7/2026) sekitar pukul 12.00 hingga 12.40 WIB, para korban dan warga bergotong royong membersihkan puing-puing rumah.
Sejumlah ibu rumah tangga juga memasak mi instan untuk dibagikan sebagai makan siang bagi para korban dan warga yang ikut membantu.
"Mie instan ini dibagikan untuk makan siang bersama-sama," kata salah seorang ibu rumah tangga yang sedang memasak.
Baca juga: Dua Unit Rumah di Kampung Jawa Gayo Lues Hangus Terbakar
Tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Penyebab kebakaran dalam penyelidikan aparat kepolisian.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tenggara, Mohd Asbi mengatakan 13 unit rumah terbakar.
Dari jumlah itu, tujuh rumah mengalami rusak berat dan enam rusak ringan serta 13 Kepala Keluarga (KK) atau 39 jiwa terdampak dalam musibah kebakaran itu.
Dikatakan, berdasarkan keterangan dari saksi musibah kebakaran terjadi sejak pukul 15.58 WIB.
Kepulan asap mulai terlihat dari bangunan sehingga saksi yang melihat histeris berteriak meminta bantuan warga untuk memadamkan api yang menjilat bangunan.
Masyarakat langsung menghubungi mobil pemadam kebakaran (Damkar) yang terdekat.
Menurut laporan yang diterima dari petugas di lapangan, kata Mohd Asbi, diduga sumber api mulai terlihat dari salah satu rumah warga sehingga merembet ke rumah warga lainnya.
Musibah kebakaran itu terjadi dimana sebagian besar pemilik rumah sedang berada di luar desa untuk mengikuti acara pemamanan (undangan pesta).
Api berhasil dipadamkan pada pukul 16.47 WIB setelah petugas Damkar Aceh Tenggara menurunkan delapan unit mobil pemadam kebakaran dan dibantu pihak aparat kepolisian, TNI, serta masyarakat setempat. (*)
Baca juga: Rumah Berkontruksi Papan di Paya Tumpi I Aceh Tengah Hangus Terbakar, Sepmor dan 5 Mesin Jahit Ludes