SURYA.CO.ID SURABAYA - Kericuhan menjelang konser Denny Caknan di Surabaya Expo Center (SUBEC) menyisakan evaluasi besar setelah gerbang utama ambruk dan melukai dua petugas. Pemkot Surabaya kini menelusuri penyebab insiden yang terjadi saat lonjakan massa.
Suasana meriah Soft Launching Creative Hub di Surabaya Expo Center (SUBEC), Minggu (5/7/2026) malam, berubah tegang ketika ribuan penonton berdesakan di area masuk konser.
Tekanan massa yang memaksa masuk membuat pagar setinggi lebih dari dua meter roboh hingga menimpa petugas yang tengah menjalankan pengamanan. Peristiwa tersebut menjadi perhatian Pemerintah Kota Surabaya karena menyangkut kesiapan pengelolaan acara besar yang melibatkan ribuan pengunjung.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memastikan Pemkot Surabaya telah melakukan evaluasi terkait ambruknya gerbang pagar saat konser Denny Caknan dalam rangka Soft Launching Creative Hub di SUBEC. Ia menyebut penyelidikan dilakukan untuk mengetahui faktor yang menyebabkan kericuhan hingga terjadi insiden tersebut.
Eri mengatakan dirinya tidak berada di lokasi kejadian karena sedang menghadiri agenda di kementerian. Namun, ia langsung meminta laporan dari jajaran pemerintah kota, termasuk Wakil Wali Kota Surabaya Armuji dan anggota DPRD yang berada di lokasi saat kejadian.
Baca juga: Detik detik 21 Penonton Konser Denny Caknan Tumbang, Soft Launching Creative Hub Surabaya Ricuh
"Karena saya tidak ada di lokasi dan tidak hadir di sana karena ada kementerian. Tapi ada teman-teman, baik DPRD maupun Pak Wawali juga di sana. Saya tanya-tanya kejadiannya seperti apa. Tapi yang pasti dari laporan teman-teman, ada 12 yang masuk ke RSUD dr. Soewandhie, tapi langsung keluar malam itu juga," kata Eri.
Dari belasan korban yang mendapatkan penanganan medis, dua orang mengalami cedera serius berupa patah tulang. Sementara korban lainnya diperbolehkan pulang karena tidak mengalami kondisi yang membahayakan.
"Tapi ada dua yang patah tulang. Yang lainnya sudah pulang karena tidak ada kondisi yang membahayakan," ujarnya.
Menurut Eri, evaluasi utama akan diarahkan pada penyebab membeludaknya jumlah pengunjung. Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah dugaan banyaknya penonton dari luar Surabaya yang datang menggunakan rombongan bus.
"Evaluasi yang kita lakukan adalah nanti kita lihat. Itu sebenarnya kan untuk kegiatan anak muda. Itu sudah dievaluasi, yang datang apakah banyak dari luar atau apa. Ada yang naik bus-bus, katanya begitu. Makanya saya coba tanyakan ke teman-teman yang di lapangan," katanya.
Ia juga menegaskan bahwa kericuhan tidak bisa langsung dikaitkan dengan konsep acara gratis. Menurutnya, kegiatan yang digelar Pemkot Surabaya memang banyak yang tidak berbayar, tetapi sebelumnya telah menggunakan sistem gelang untuk mengatur akses warga.
Baca juga: Dua Korban Ricuh Konser Denny Caknan di Surabaya Masih Dirawat, Patah Tulang Serius
"Kalau soal gratis sepertinya tidak. Biasanya kegiatan Pemkot pasti gratis. Tapi sebelumnya kita pasti pakai gelang. Yang warga Surabaya yang datang memakai gelang. Tapi kemarin katanya sampai ada bus-busan itu. Makanya saya tanyakan, kenapa kejadiannya karena apa," ujarnya.
Insiden di SUBEC menyebabkan dua petugas yang berada di garis depan pengamanan mengalami luka serius. Wakil Wali Kota Surabaya Armuji telah menjenguk keduanya yang masih menjalani perawatan di RSUD dr. Soewandhie.
Armuji meminta Kepala Dinas Kesehatan Surabaya, dr. Billy Daniel Messakh, memastikan korban memperoleh pelayanan medis terbaik. Ia juga memberikan apresiasi kepada anggota TNI dan petugas Damkar Surabaya yang terluka saat menjalankan tugas.
"Dikasih pelayanan yang terbaik pokoknya. Semoga lekas sembuh," ucap Armuji.
Kepala Dinas Kesehatan Surabaya, dr. Billy Daniel Messakh, menjelaskan terdapat 12 korban yang sempat dievakuasi ke rumah sakit. Dua di antaranya diketahui berada dalam pengaruh alkohol.
"Dari 12 orang itu, dua merupakan pasien dalam pengaruh alkohol. Satu orang sempat melarikan diri, sedangkan satu lainnya setelah sadar meminta pulang sehingga kami izinkan pulang," kata Billy.
Delapan korban lainnya telah dipulangkan setelah dinyatakan dalam kondisi sehat. Kini dua pasien masih menjalani perawatan, yakni seorang anggota TNI dengan cedera patah tulang kaki dan petugas Damkar yang mengalami patah tulang leher akibat tertindih pagar besi.
Keduanya masih menjalani pemeriksaan MRI sebelum tindakan operasi dilakukan. Seluruh biaya pengobatan dipastikan menjadi tanggungan Pemerintah Kota Surabaya.
Sebelumnya, kericuhan terjadi sekitar pukul 19.27 WIB ketika massa di luar area konser memaksa masuk melalui gerbang utama. Berdasarkan keterangan Kasi Humas Polrestabes Surabaya, AKP Hadi Ismanto, tekanan massa menyebabkan pagar ambruk dan menimpa petugas yang berjaga.
Meski sempat terjadi kepadatan dan kepanikan di pintu masuk, aparat keamanan akhirnya berhasil mengendalikan situasi sehingga konser tetap berlangsung hingga selesai.