Laporan Muhammad Azzam
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, BEKASI – Kasus tragis menimpa seorang bocah perempuan berinisial A (9) di Kampung Baru, Desa Lubang Buaya, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi.
Korban menjadi korban peluru nyasar saat sedang bermain bersama teman-temannya di samping rumahnya pada Selasa (7/7/2026).
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka tembak di bagian dada kanan dan harus menjalani operasi pengangkatan proyektil di Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta.
Baca juga: Sedang Asyik Belajar di Ruang Tamu, Bocah 7 Tahun di Ciracas Nyaris Tertembus Peluru Nyasar
Nenek korban, Sino (59), menceritakan detik-detik mengerikan saat cucunya tiba-tiba jatuh pingsan.
"Awalnya dia lagi duduk, terus begitu ada bunyi seperti 'jepret', dia langsung pegang dadanya. Setelah itu dia mau bilang ke bundanya, tapi katanya matanya langsung gelap terus jatuh pingsan," ujar Sino pada Selasa (7/7/2026).
Sino menambahkan bahwa keluarga sempat melihat proyektil yang berhasil diangkat dari tubuh korban, yang berukuran kecil dengan kondisi pinggir yang penyok.
Warga sekitar menduga peluru tersebut berasal dari senapan angin yang digunakan seseorang untuk berburu hewan.
"Suka ada orang nembak burung, tapi tidak sering," ungkap Sino.
Uji Balistik
Menanggapi peristiwa ini, Kepolisian Sektor Setu langsung bergerak cepat. Kapolsek Setu, AKP Usep Aramsyah, menegaskan bahwa pihaknya kini fokus melakukan scientific crime investigation untuk mengungkap pelaku.
Proyektil yang diangkat dari tubuh korban telah diamankan sebagai barang bukti untuk menjalani uji balistik di Laboratorium Forensik (Labfor) Mabes Polri.
"Proyektil yang diangkat dari tubuh korban saat ini telah diamankan sebagai barang bukti. Selanjutnya akan dilakukan uji balistik di laboratorium forensik untuk mengetahui spesifikasi dan ukuran proyektil tersebut," ujar AKP Usep Aramsyah, Rabu (8/7/2026).
Menurut analisis awal, polisi menduga kuat peluru berasal dari senapan angin.
Usep mengingatkan bahwa senapan angin bukanlah mainan dan memiliki aturan ketat karena daya rusaknya yang tinggi.
"Untuk sementara, dugaan kami proyektil tersebut berasal dari senapan angin. Penggunaan senapan angin sendiri memiliki aturan yang diatur dalam peraturan terkait penggunaan senjata api, karena senapan angin termasuk dalam kategori senjata api untuk keperluan hobi," tambahnya.
Buru Pelaku
Hingga saat ini, polisi telah memeriksa enam orang saksi, termasuk tiga teman bermain korban, seorang warga di lokasi, serta Ketua RT dan Ketua RW setempat.
Namun, penyelidikan sempat terkendala karena minimnya kamera pengawas (CCTV) di area permukiman tersebut.
Polisi kini melakukan upaya konvensional dengan metode door-to-door untuk mencari informasi mengenai pemilik senapan angin di sekitar lokasi kejadian.
"Sampai saat ini kami belum mengantongi identitas pelaku. Proses penyelidikan masih berlangsung. Mengingat di kawasan tersebut minim kamera CCTV, penyelidikan dilakukan secara manual dengan metode door to door kepada warga untuk mencari informasi mengenai orang yang diduga menggunakan senapan angin di sekitar lokasi," tutup Usep.
Beruntungnya, kondisi bocah A dilaporkan mulai membaik dan sudah sadar pasca-operasi pengangkatan proyektil.