Raffi Ahmad Kian Disorot Imbas Kesaksian Sule Viral, Lita Gading: Oligarki dan Dinasti Kemaruk
Murhan July 08, 2026 07:52 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID - Kesaksian komedian Sule terkait presenter Raffi Ahmad dalam video podcast lama viral di media sosial.

Hal ini menjadi sorotan, termasuk psikolog Lita Gading yang akhir-akhir ini menyentil karena asisten Raffi Ahmad jadi komisaris PT Krakatau Posco.

Memang, nama Utusan Khusus Presiden itu kembali menjadi perbincangan publik.

Ini terjadi setelah sejumlah orang yang berada di lingkaran terdekatnya dipercaya mengisi beberapa posisi penting di pemerintahan maupun perusahaan milik negara.

Keadaan tersebut memicu berbagai tanggapan dari masyarakat dan ramai dibahas di media sosial.

Belakangan sosok yang sempat menjadi sorotan adalah Mufli Budi Ananda.

Baca juga: Diisukan Jadi Pejabat BGN, Mbak Lala Pengasuh Anak Raffi Ahmad Pamer Karier Baru, Debut Main Film

Baca juga: Bongkar Satu Peristiwa Sebelum Gugat Cerai, Ruben Onsu Beber Kelakuan Sarwendah: Nyelonong Duluan

Asisten pribadi Raffi Ahmad itu dikabarkan ditunjuk sebagai Komisaris PT Krakatau Posco.

Penunjukan tersebut menuai pro dan kontra, dengan sebagian warganet mempertanyakan proses penempatannya.

Belum juga reda polemik tersebut, publik kembali dihebohkan dengan beredarnya potongan podcast lawas yang memperlihatkan komedian Sule mengaku pernah ditawari Raffi Ahmad untuk menjadi wakil wali kota.

Meski podcast itu telah tayang pada Agustus 2024, cuplikannya kembali viral di media sosial setelah isu orang-orang dekat Raffi menduduki sejumlah jabatan publik menjadi perhatian.

Ramainya pembahasan mengenai jabatan baru Mufli pun memicu beragam respons.

Salah satu yang ikut menyampaikan pendapatnya adalah psikolog Lita Gading melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, @litagading.

Dalam unggahannya, Lita Gading mengapresiasi Sule yang dinilai telah berani menyampaikan pengalamannya kepada publik.

"Terima kasih Kang Sule sudah speak up," ujar Lita Gading mengawali unggahannya, dikutip Tribunnews, Rabu (8/7/2026).

Lita kemudian mengatakan bahwa ia berharap akan ada lebih banyak pihak yang ikut menyampaikan apa yang mereka ketahui.

"Akhirnya Kang Sule sudah speak up, yuk yang lain muncul dong."

Selanjutnya, Lita mengajak masyarakat untuk menyuarakan apa yang menurutnya merupakan fakta.

Dalam unggahan tersebut, ia juga menyampaikan kritik dengan menyebut istilah oligarki dan dinasti.

"Suarakan fakta kebenaran untuk rakyat melek dan pejabat 'karbitan' gara gara OLIGARKI dan dinasti kemaruk," pungkasnya. 

Lita Gading Soroti Gelar Pendidikan

Sebelumnya, Lita Gading juga mengaku kecewa dengan polemik asisten Raffi Ahmad. 

Lewat unggahan di Instagramnya, @litagading, Lita Gading bahkan menyindir para pendukung Raffi Ahmad.

"Mana nih penggemar Raffi Ahmad?" ujar Lita Gading mengawali, dikutip Tribunnews, Senin (29/6/2026). 

Selanjutnya, Lita menyampaikan pandangannya mengenai kondisi yang menurutnya terjadi dalam penempatan jabatan penting di Indonesia.

"Gimana Indonesia mau maju, kalau semua pentolan-pentolan penting di negeri ini dipegang oleh para oknum oligarki dan antek-anteknya," katanya.

Lita kemudian menyoroti latar belakang pendidikan Mufli yang menurutnya menjadi perhatian publik setelah ditunjuk sebagai komisaris.

"Wah luar biasa bisa jadi komisaris, padahal kuliah aja enggak katanya gaes," ucapnya.

Menurut Lita, masih banyak lulusan perguruan tinggi yang justru kesulitan memperoleh pekerjaan sesuai bidangnya.

"Banyak sekali orang di luar sana S1 S2 S3 nggak ada dapet kerjaan, lah ini oligarki, langsung ditempatkan di sana," lanjutnya.

Tak hanya itu, Lita juga mempertanyakan kompetensi Mufli untuk mengemban jabatan sebagai komisaris di perusahaan tersebut.

"Lihat kompetensi dia sebagai komisaris di Krakatau itu apa, yang bener aja Raffi," katanya.

Di akhir pernyataannya, Lita menilai seseorang seharusnya ditempatkan sesuai dengan kemampuan dan kompetensi yang dimiliki. Ia pun mengaku kecewa dengan kondisi tersebut.

"Kalau mau nempatin orang sesuai dengan kompetensinya dong, memalukan kayak nggak tahu harga diri, kecewa saya loh," tutupnya.

Raffi Ahmad kini menuai banyak hujatan setelah asistennya, Mufli Budi Ananda, ditunjuk sebagai Komisaris PT Krakatau Posco.

Praktis, media sosial tengah ramai membahas penunjukan Mufli sebagai Komisaris PT Krakatau Posco.

Apalagi, latar belakang dan perjalanan karier Mufli yang selama ini lebih dikenal mendampingi aktivitas Raffi Ahmad. 

Kata Hotman Paris

Kala derasnya hujatan yang menghampiri Raffi, pengacara Hotman Paris pasang badan untuk membela sang presenter.

Hotman Paris sendiri enggan berkomentar soal asisten pribadi Raffi Ahmad yang menjabat sebagai Komisaris PT Krakatau Posco.

Namun di sisi lain, Hotman memuji sosok ayah tiga anak itu yang dikenal baik.

"Aku enggak mau komen soal itu. Aku enggak tahu detail kasusnya," kata Hotman, dikutip dari YouTube Reyben Entertainment, Selasa (7/7/2026).

"Raffi itu termasuk manusia baik. Dia enggak pernah membalas dendam. Dia enggak pernah balas somasi," sambungnya.

Hotman Paris juga mengungkap Raffi sempat beberapa kali dituding terlibat dalam dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Sebagai kuasa hukum, Hotman bahkan menyarankan Raffi agar melaporkan pihak-pihak yang memfitnahnya, tapi sang presenter menolak.

"Waktu pemilu dulu dia dituduh pencucian uang. Orangnya jelas-jelas ada di TV, pelakunya sudah kena itu undang-undang," ujar Hotman Paris.

"Saya bilang laporin aja, dia enggak mau. Itu orang baik itu Raffi ya," tambahnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Tribunnews.com) 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.