Kebakaran Lahan 2 Hektare Nyaris Merembet ke SMPN 2 Banjarsari Ciamis
Dedy Herdiana July 08, 2026 06:35 PM

 

Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini

TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS – Kebakaran lahan terjadi di belakang kawasan SMPN 2 Banjarsari, Kabupaten Ciamis, Rabu (8/7/2026) siang. 

Kobaran api yang membakar ilalang kering sempat mengkhawatirkan warga dan pihak sekolah karena berpotensi merembet ke bangunan sekolah akibat tiupan angin yang cukup kencang.

Beruntung, petugas Pos Wilayah Manajemen Kebakaran (WMK) Banjarsari bergerak cepat setelah menerima laporan dari masyarakat sehingga api berhasil dipadamkan sebelum menjalar ke area sekolah.

Kepala Bidang Damkar dan Penyelamatan Satpol PP Kabupaten Ciamis, Budi Rahmat, mengatakan laporan kebakaran diterima petugas pada pukul 13.10 WIB dari Dede Priatna (26), petugas keamanan SMPN 2 Banjarsari.

Hanya berselang satu menit setelah laporan diterima, petugas langsung diberangkatkan menuju lokasi menggunakan satu unit mobil pancar. 

Baca juga: Libur Sekolah Dongkrak Penumpang Kereta Api di Stasiun Ciamis, Rute Bandung dan Yogya Paling Diburu

Dengan waktu respons sembilan menit, petugas tiba di lokasi sekitar pukul 13.20 WIB dan langsung melakukan upaya pemadaman.

"Petugas segera melakukan pemadaman karena lokasi kebakaran berada di belakang sekolah. Kondisi angin saat itu cukup kencang sehingga api dikhawatirkan merembet ke bangunan sekolah," kata Budi Rahmat.

Berdasarkan laporan yang diterima, kebakaran pertama kali diketahui sekitar pukul 13.05 WIB. 

Saat itu Dede Priatna sedang melaksanakan piket di sekolah. Ia mendengar beberapa kali suara letupan dari arah belakang sekolah.

Karena merasa curiga, ia langsung mengecek sumber suara tersebut. Sesampainya di belakang sekolah, ia mendapati ilalang kering telah terbakar dengan luasan yang cukup besar.

Melihat kobaran api semakin membesar dan dikhawatirkan membahayakan bangunan sekolah, Dede segera menghubungi Pos WMK Banjarsari untuk meminta bantuan pemadaman.

Dari hasil pendataan petugas, lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar dua hektare. 

Beruntung tidak ada bangunan yang ikut terbakar maupun korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Budi Rahmat menjelaskan, penyebab kebakaran diduga berasal dari aktivitas pembakaran ilalang yang tidak diawasi hingga api merambat ke vegetasi kering di sekitarnya.

"Diduga ada yang membakar ilalang, namun api ditinggalkan sehingga dengan kondisi cuaca yang kering dan angin bertiup cukup kencang, kobaran api cepat meluas," ujarnya.

Selama proses penanganan, petugas tidak hanya melakukan pemadaman, tetapi juga memastikan seluruh titik api benar-benar padam agar tidak kembali menyala. 

Petugas kemudian melakukan observasi menyeluruh di lokasi serta pendataan sebagai bahan laporan.

Selain itu, petugas memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya mencegah kebakaran lahan, termasuk tidak membakar rumput atau ilalang sembarangan, terutama saat cuaca panas dan berangin.

Petugas juga menyosialisasikan nomor layanan darurat Pemadam Kebakaran Kabupaten Ciamis agar masyarakat dapat segera melapor apabila terjadi kebakaran maupun kondisi darurat lainnya.

Penanganan kebakaran dilakukan oleh personel Pos WMK Banjarsari, yakni Dikri Nur Dena Tama, Nana Juliana, Nurholis, dan Uju Suparman, sementara Gilang tetap bersiaga di pos.

Proses pemadaman turut melibatkan personel Polsek Banjarsari, Tagana, serta warga sekitar yang membantu mengamankan lokasi.

Setelah api berhasil dipadamkan dan dipastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi menyala kembali, situasi di lokasi dinyatakan aman sekitar pukul 15.00 WIB. 

Selanjutnya seluruh personel kembali ke Pos WMK Banjarsari untuk melanjutkan tugas piket dan kesiapsiagaan.

Budi Rahmat mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar maupun meninggalkan api tanpa pengawasan. 

Menurutnya, kebiasaan tersebut berisiko memicu kebakaran yang lebih besar, terlebih saat musim kemarau ketika vegetasi dalam kondisi kering dan mudah terbakar.(*)

 



© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.