Lionel Messi Catat Rekor yang Tak Diinginkan! Bintang Argentina Ukir Sejarah Baru di Piala Dunia dengan Gagal Penalti Lawan Mesir
Rina Kusumawati July 08, 2026 06:53 PM

Lionel Messi kembali menorehkan namanya dalam buku sejarah sepak bola, meski kali ini karena alasan yang mungkin ingin ia lupakan. Dalam laga Piala Dunia antara Argentina melawan Mesir yang penuh tekanan, sang kapten legendaris mencatatkan rekor baru di turnamen tersebut yang menyoroti kelemahan langka dari jarak 12 yard.

Messi mencatat rekor tak diinginkan di turnamen ini

Kapten Argentina datang ke Piala Dunia 2026 dengan tekad mempertahankan gelarnya, namun performanya dari titik putih menjadi sorotan besar. Setelah gagal mengeksekusi penalti melawan Mesir di Atlanta — dalam laga di mana Mesir unggul lebih dulu lewat gol Yasser Ibrahim — Messi menjadi pemain pertama dalam sejarah Piala Dunia yang gagal mengeksekusi dua penalti dalam satu edisi turnamen (tidak termasuk adu penalti).

Catatan tak diinginkan ini mengikuti kegagalannya sebelumnya di babak penyisihan melawan Austria. Meskipun dikenal sebagai salah satu pemain terbaik sepanjang masa, tekanan mental di titik penalti tampaknya mulai memengaruhi sang veteran yang terus memimpin negaranya melalui fase gugur yang berat di Amerika Utara.

Kesulitan dari titik putih di Piala Dunia 2026

Messi bukan satu-satunya yang mengalami kesulitan, karena turnamen 2026 mencatat penurunan signifikan dalam tingkat keberhasilan penalti. Berdasarkan data terkini, tingkat konversi sebesar 65,3% merupakan yang terburuk dalam sejarah Piala Dunia sejak 1966, menunjukkan bahwa para penjaga gawang dan tekanan pertandingan besar semakin unggul melawan para penendang terbaik dunia.

Bintang utama Argentina itu sebelumnya mengakui bahwa ia selalu merasa kecewa setiap kali gagal mengeksekusi penalti, terutama ketika momen itu terjadi di awal pertandingan penting. Meskipun ia terus memecahkan berbagai rekor gol di tempat lain, kegagalannya dari titik putih memunculkan perdebatan apakah sebaiknya eksekutor penalti di skuad Argentina perlu diganti di laga-laga berikutnya.

Mimpi Argentina terancam oleh penampilan Mesir

Babak pertama laga 16 besar Piala Dunia 2026 antara Mesir dan Argentina berakhir dengan kejutan, saat tim berjuluk The Pharaohs unggul 1-0 berkat sundulan cemerlang dari bek Yasser Ibrahim yang berhasil mengalahkan Lisandro Martinez dalam duel udara.

Harapan Argentina untuk mempertahankan gelar juara dunia untuk kedua kalinya secara beruntun kini berada di ujung tanduk. Mohamed Salah dan rekan setimnya tampil disiplin dalam bertahan untuk mempertahankan keunggulan, sementara Messi tampak kesulitan di depan gawang menghadapi penampilan gemilang kiper Mesir, Mostafa Shobeir.

Pernyataan jujur sang kapten

Mengenang kegagalannya sebelumnya melawan Austria, Messi berbicara dengan jujur mengenai performanya. Ia mengatakan: “Hari ini ada momen di mana saya sangat marah karena gagal mengeksekusi penalti. Saya menendangnya dengan sangat buruk, dan untungnya kami bisa membalikkan keadaan, unggul, dan mendapatkan tiga poin, yang terpenting.”

Meskipun merasa “sangat marah” karena gagal mengeksekusi penalti di awal laga, Messi tetap fokus pada tujuan tim. Ia menambahkan: “Tentu saja kemenangan adalah bagian dari rencana kami. Kami tahu itu tidak akan mudah, terutama dengan jalannya turnamen Piala Dunia kali ini.”

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.