Erupsi Gunung Anak Krakatau Picu Kenaikan Harga Ikan di Lampung Selatan
Robertus Didik Budiawan Cahyono July 08, 2026 08:19 PM

Tribunlampung.co.id, Lampung Selatan- Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau mulai berdampak pada sektor perikanan di Kabupaten Lampung Selatan.

Baca juga: 6 Kali Erupsi Sejak Dini Hari, Gunung Anak Krakatau Masih Berstatus Siaga

Hasil tangkapan nelayan dilaporkan menurun, sehingga memicu kenaikan harga ikan di tingkat pedagang. Saat ini, Gunung Anak Krakatau berstatus level III siaga, dari sebelumnya berstatus level II waspada.

Dari 2-8 Juli 2026 ini, Gunung Anak Krakatau setidaknya sudah 11 kali erupsi. Erupsi terjadi pada tanggal 2,3,4,7, dan hari ini, 8 Juli 2026 setidaknya sudah 7 kali erupsi

Salah satu pedagang ikan di Dermaga Bom Kalianda, Tika mengatakan, pasokan ikan yang diterimanya dari nelayan mulai berkurang sejak meningkatnya aktivitas Gunung Anak Krakatau pada awal Juli 2026.

Menurut warga Kalianda tersebut, para nelayan kini tidak dapat melaut secara maksimal karena kondisi perairan di sekitar Gunung Anak Krakatau yang masih dipengaruhi aktivitas vulkanik.

"Sejak tanggal 1 hasil tangkapan nelayan memang berkurang. Pasokan ikan yang kami terima juga ikut menurun," kata Tika saat ditemui di Dermaga Bom Kalianda, Rabu (8/7/2026).

Berkurangnya hasil tangkapan membuat harga ikan di pasaran ikut mengalami kenaikan. Tika menyebut hampir seluruh jenis ikan mengalami kenaikan rata-rata sekitar Rp 5 ribu per kilogram.

Untuk ikan simba misalnya, harga yang sebelumnya berkisar Rp 40 ribu per kilogram kini naik menjadi Rp 45 ribu per kilogram.

Sementara ikan kakap yang sebelumnya dijual Rp 45 ribu per kilogram kini mencapai Rp 50 ribu per kilogram.

"Tidak hanya simba dan kakap, hampir semua jenis ikan naik sekitar Rp 5 ribu per kilogram karena barangnya memang lebih sedikit," ujarnya.

Meski harga mengalami kenaikan, Tika mengatakan kondisi tersebut bukan karena permintaan meningkat, melainkan akibat pasokan dari nelayan yang berkurang setelah aktivitas Gunung Anak Krakatau meningkat.

Para pedagang berharap aktivitas vulkanik segera mereda agar nelayan dapat kembali melaut secara normal sehingga pasokan ikan kembali stabil dan harga di pasaran berangsur turun.

( Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus )

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.