Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Petrus Chrisantus Gonsales
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Jejak Nusra Youth Day (NYD) III di Keuskupan Maumere masih membekas di hati setiap insan Orang Muda Katolik (OMK) se-Nusa Tenggara.
Sejak kedatangan pada 1 Juli 2026 hingga kepulangan pada 6 Juli 2026, banyak kenangan yang tertinggal. Perasaan haru, sukacita, hingga kerinduan bercampur dalam diri para peserta, panitia inti, maupun panitia lokal. Hal itu terlihat dari sejumlah peserta yang masih membagikan foto dan cerita kegiatan NYD III di media sosial.
Di balik suksesnya pelaksanaan NYD III, terdapat peran penting para Liaison Officer (LO), yang menjadi penghubung antara panitia dan peserta. Setiap kelompok peserta mendapatkan pendampingan dari seorang LO selama kegiatan berlangsung.
Salah satu sosok LO yang menarik perhatian adalah Andreas Da Costa atau yang akrab disapa Dea. Ia merupakan transpuan asal Sikka yang aktif mendampingi rombongan Keuskupan Labuan Bajo sebagai LO dalam NYD III di Keuskupan Maumere.
Baca juga: Ketua OMK Nita: Kami Ingin Peserta NYD Pulang Membawa Senyuman
Kepada TribunFlores.com, Rabu (8/7/2026), Dea mengisahkan perjalanan keterlibatannya dalam Gereja. Ia bergabung dengan OMK St. Yoseph Katedral Maumere sejak 2014 saat masih duduk di bangku SMP.
Menurut Dea, OMK menjadi ruang baginya untuk menemukan jati diri, bertumbuh dalam iman, membangun karakter serta berkarya bagi Gereja dan sesama.
"Di OMK saya menemukan jati diri, bertumbuh, berkarakter dalam iman dan berkarya dalam Gereja dan sesama di luar," katanya.
Sebagai seorang transpuan, Dea mengaku pernah menghadapi stigma dari masyarakat. Namun, hal tersebut tidak menghalanginya untuk terus berkembang dan mengambil bagian dalam pelayanan Gereja.
"Pertama harus menerima diri, kemudian menyesuaikan dengan masyarakat. Tetap berkarya sesuai hati nurani dan membawa diri ke hal-hal yang baik," ujarnya.
Dalam pelayanan sebagai LO pada NYD III, Dea mengaku tidak mengalami kesulitan berarti ketika berhadapan dengan para peserta. Baginya, iman menjadi kekuatan utama dalam menjalankan tugas tersebut.
"Iman yang menguatkan saya," kata Dea.
Keterlibatan Dea dalam Gereja telah dimulai sejak kecil. Ia aktif mengikuti Sekami, menjadi putra-putri altar dalam misa mingguan hingga kini terus terlibat sebagai anggota OMK.
Kini, di usia 26 tahun, Dea juga mengembangkan profesinya sebagai Makeup Artist (MUA). Ia mendirikan Dea Salon yang berlokasi di Kota Uneng, Maumere. (Moa)