Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang
SERAMBINEW.COM, KUALASIMPANG — Usaha kuliner di Aceh Tamiang menghadapi ancaman serius akibat lonjakan ekstrem harga tepung kanji.
Harga bahan baku utama bagi produsen bakso dan siomay tersebut meroket hingga hampir 100 persen, memaksa para pelaku usaha beroperasi dengan margin keuntungan yang kian menipis.
Di Pasar Pagi Kota Kualasimpang harga tepung kanji per karung (goni) yang semula berada di kisaran Rp 165.000 hingga Rp170.000, kini melonjak drastis hingga menyentuh angka Rp 300.000 hingga Rp 313.000, Rabu (8/7/2026).
Sugeng Prastia, seorang pemilik usaha penggilingan bakso di Kualasimpang, menyatakan bahwa kenaikan harga ini menjadi pukulan telak di tengah pemulihan ekonomi pascabanjir yang belum stabil.
Baca juga: Masyarakat Padati Operasi Pangan Murah di Meulaboh, Digelar Pemerintah Aceh & Pasar Tani Aceh Barat
Ironisnya, lonjakan harga bahan baku ini terjadi akibat rantai pasok yang terganggu oleh masifnya penyerapan komoditas untuk kebutuhan program Makanan Bergizi Gratis (MBG).
"Modal harian terpaksa ditambah terus, sementara kami bimbang. Mau menaikkan harga jual bakso atau siomay tidak mungkin karena daya beli masyarakat sedang hancur.
Akibatnya, omzet pedagang langsung merosot tajam," keluh Sugeng.
Kondisi ini diperparah dengan tingginya harga komoditas pendukung lain seperti cabai rawit yang menembus Rp 48.000 per kilogram, cabai caplak di angka Rp52.000, dan bawang putih yang melonjak ke Rp48.000 dari harga normal Rp30.000.
Baca juga: Resep Tepung Bumbu Homemade ala Chef Devina Hermawan, Bisa untuk Ayam Goreng, Rahasianya Bahan Ini
Satu-satunya konsumen yang bertahan membeli tepung saat ini hanyalah para pedagang makanan yang terpaksa mempertahankan produksi demi kelangsungan usaha.
Sugeng secara terbuka mengkritik dampak buruk dari program MBG yang dinilai menjadi pemicu utama kelangkaan pasokan di pasar tradisional.
"Harapan kami program MBG itu ditiadakan saja jika justru menyengsarakan pasar.
Sebelum ada program ini, anak-anak tetap sehat, dan harga barang tidak gila-gilaan seperti sekarang," tegas Sugeng. (mad)