3 Warga Tewas usai Mortir yang Diduga Dipungut dari Area Latihan Pusdikif Cipatat Meledak
Joseph Wesly July 08, 2026 10:50 PM

 

TRIBUNBEKASI.COM, BANDUNG BARAT- Tiga warga Kampung Ciparang, Desa Cipatat, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, meninggal dunia setelah mortir yang diduga berasal dari area latihan Pusat Pendidikan Infanteri (Pusdikif) Cipatat meledak pada Rabu (8/7/2026).

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 10.30 WIB. Mortir diduga merupakan proyektil yang sebelumnya dipungut korban dari kawasan latihan militer untuk dijual sebagai barang rongsokan.

Kapolsek Cipatat Kompol DMS Andriani Sapin membenarkan insiden yang menewaskan tiga warga sipil tersebut.

"Betul, kejadian tadi pagi sekitar pukul 10.30 WIB. Ada tiga korban meninggal dunia akibat ledakan mortir 81 komando," kata Andriani, Rabu.

Ledakan Terjadi di Samping Rumah Korban

Andriani menjelaskan, ledakan terjadi di samping rumah salah seorang korban. Warga yang mendengar suara ledakan langsung bergegas menuju lokasi kejadian.

Saat tiba di lokasi, dua korban ditemukan sudah tidak bernyawa. Sementara satu korban lainnya mengalami luka berat dan sempat dilarikan ke rumah sakit.

"Awalnya terdengar suara ledakan. Saat saksi datang ke lokasi, korban sudah tergeletak. Dua orang sudah tidak bernapas, sedangkan satu korban mengalami luka berat dan sempat dibawa ke rumah sakit, tetapi akhirnya meninggal dunia," ujarnya.

Polisi Duga Mortir Dipungut dari Area Latihan

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, polisi menduga mortir yang meledak merupakan proyektil yang dipungut korban dari kawasan latihan Pusdikif Cipatat.

Menurut Andriani, dari keterangan sejumlah saksi diketahui korban memang kerap memulung selongsong maupun proyektil dari area tersebut meski aktivitas itu telah dilarang oleh pihak TNI.

"Dugaan sementara seperti itu. Dari keterangan saksi, korban memang biasa memulung selongsong maupun proyektil dari area tersebut, padahal aktivitas itu sudah dilarang oleh pihak TNI," katanya dikutip dari kompas.com

Polisi dan TNI Masih Selidiki Asal Mortir

Hingga kini, aparat kepolisian bersama pihak TNI masih melakukan penyelidikan untuk memastikan asal-usul mortir yang meledak serta menyusun kronologi lengkap kejadian.

Sementara itu, lokasi ledakan telah dipasang garis polisi guna memudahkan proses olah tempat kejadian perkara dan kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.