SOSOK Mantan Pacar yang Aniaya Siswi SMA di Bogor, Ternyata Saudara Kades, Tak Kunjung Diperiksa
Vivi Febrianti July 09, 2026 12:07 AM

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Sosok pria yang diduga menganiaya siswi SMA di Kabupaten Bogor akhirnya terungkap.

Bukan cuma menganiaya korban, pria itu juga menuduh sang siswi SMA telah berselingkuh.

Hal itu jadi dalih dirinya melakukan penganiayaan terhadap korban.

Namun meski telah menganiaya anak di bawah umur, pelaku tak kunjung ditahan.

Bahkan ia disebutkan belum pernah diperiksa oleh penyidik.

Kasus penganiayaan itu dialami oleh seorang siswi SMA inisial B (16) di Kabupaten Bogor.

B diketahui berpacaran dengan pelaku lebih dari dua tahun.

Rupanya selama berpacaran, B setiap hari diminta untuk mengantar dan menjemput pelaku.

B setiap hari menjemput pelaku di rumahnya lalu mengantar ke stasiun untuk bekerja.

Setelah itu ia pun menjemput lagi pelaku dari stasiun dan mengantar ke rumahnya lagi.

Meski sudah berbaik hati pada pelaku, korban justru kerap diperlakukan kasar.

"Anak saya dikasari dengan kata-kata tidak manusiawi dari awal pacaran. Anak saya dijadikan tukang ojek untuk antar jemput kerja, tanpa kami tahu," kata ibu korban, Rubiatul Adawiyah ke Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Karena tak tahan dengan perlakuan pelaku, B akhirnya memilih untuk mengakhiri hubungan dengan pelaku.

"Jadi dia memilih putus di bulan Desember (2025). Ternyata Februari (2026) laki-laki ini tidak terima," katanya.

Selama putus dari Desember sampai Februari, rupanya ada lelaki lain yang mendekati B dan A tidak terima.

Kata Rubi, A selalu meneror sang anak.

Gerah akan teror tersebut, B mendatangi rumah A untuk menghentikan tindakan tersebut pada 14 Februari 2026.

Baca juga: Sosok Saudara Kades Bogor yang Aniaya Siswi SMA, Proses Hukumnya Kini Janggal, Ada Intervensi ?

"Namanya anak gadis didektin pria lain, si pelaku gak terima. Diteror sama terduga pelaku, anak saya gak terima kan, datang lah ke rumah pelaku, 'tolong jangan ganggu saya lagi'," katanya.

B kemudian berusaha merebut handphone A untuk menghapus nomornya agar tidak lagi menganggu.

"Tapi ternyata rebutan handphone, dia pengen hapus nomor anak ku sendiri. karena emosi kali yah," katanya.

Namun A justru mengamuk, ia diduga telah menganiaya B secara sadis.

"Kepalanya dibenturkan ke tembok, rembes darah. Pipinya ditonjok, rahangnya sekarang masih geser," katanya.

Hari itu juga, Rubi bergegas meminta keadilan ke Polsek Bojonggede.

Untuk membuat laporan, dia disyaratkat melengkapi dengan hasil visum sebagai barang bukti nantinya.

"Hasil visumnya berbeda dengan luka-luka anak saya. Kami punya foto dan videonya tapi visum menyatakan anak saya tidak ada luka di kepala, di pipi. di RSUD Cibinong, rujukan dari polsek," katanya.

Kejanggalan tidak sampai situ saja, terduga pelaku juga tidak kunjung diperiksa atau sekadar dimintai keterangan.

"Penyidik pertama ngakunya sudah di bap tapi nyatanya tidak. Penyidik lama meminta saya untuk mencabut laporan. Penyidik pertama bilangnya ini adalah kekerasan tindak pidana ringan jadi gak perlu ditahan juga paling sehari dua hari," kata Rubi.

Baca juga: Derita Siswi SMA Dianiaya Sepupu Kades Bogor, Dijadikan Ojek Selama Pacaran, Kini Difitnah Selingkuh

Sosok pelaku

Kini terungkap kalau pelaku penganiayaan siswi SMA itu adalah seorang pria berinisial A (21).

Ia merupakan warga Desa Kedung Waringin, Kabupaten Bogor.

A sehari-harinya bekerja di sebuah hotel.

Terungkap pula kalau A ternyata merupakan kerabat dari Kepala Desa Cimanggis, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, Abdul Azis yang juga merupakan Ketua APDESI Kabupaten Bogor.

Hal itu dibenarkan oleh ibu kandung A, Barkah.

Barkah mengatakan kronologi berbeda dengan Rubi.

Menurutnya, B mendadak datang ke rumah pukul 06.00 WIB tanpa mengucap salam atau permisi.

Ia langsung naik ke lantai dua menemui A.

"Rumah di atas tidak ada keluarga selain Alif," katanya.

Menurutnya korban sudah selingkuh dan berusaha merebut handphone A untuk menghapus chat.

"Lalu Balqis merebut HP Alif dikarenakan ingin menghapus chatan selingkuhan, di situ terjadi keributan," katanya.

https://whatsapp.com/channel/0029VaGzALAEAKWCW0r6wK2t

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.