'Kami Mengecewakan Kalian' - Folarin Balogun Minta Maaf kepada Fans USMNT usai Tersingkir dari Piala Dunia oleh Belgia, Janjikan Mereka Akan Bangkit
Dewi Rahayu July 09, 2026 01:14 AM

Bintang USMNT, Folarin Balogun, menyampaikan permintaan maaf yang tulus kepada para pendukung setelah Amerika Serikat tersingkir secara menyakitkan dari Piala Dunia 2026. Penyerang AS Monaco itu menjadi pusat perhatian dunia setelah kartu merahnya melawan Bosnia dan Herzegovina secara mengejutkan dibatalkan oleh FIFA, yang memungkinkannya tampil dalam kekalahan 4-1 di babak 16 besar melawan Belgia.

Balogun memecah keheningan usai malam penuh kekecewaan di Seattle, di mana tuan rumah bersama itu dipermalukan oleh Belgia yang tampil sangat efisien. Meski sempat menjadi sorotan karena kontroversi mengenai kelayakannya bermain, Balogun tetap menjadi starter dalam laga tersebut namun gagal mencegah kekuatan Eropa itu mengakhiri mimpi Amerika. Melalui media sosial, sang penyerang mengekspresikan rasa sakit mendalam atas kekalahan tersebut dan mengambil tanggung jawab atas performa tim.

“Piala Dunia pertama saya,” ujar sang penyerang. “Sakit rasanya menunggu 4 tahun untuk bisa bersaing di level tertinggi olahraga ini. Saya ingin meminta maaf kepada para penggemar kami, penampilan kami tidak cukup baik saat momen terpenting dan kami mengecewakan kalian. Sepak bola di Amerika akan terus berkembang — keyakinan, bakat, dan semangat yang terus tumbuh, dan saya tahu hari-hari terbaik ada di depan. Masa depan milik mereka yang tak pernah berhenti percaya, momen ini akan menjadi bahan bakar kami. Kami akan kembali. Kenapa tidak kami? Untuk bangsa. Untuk bendera.”

Turnamen Balogun mungkin akan lebih diingat karena kisah luar biasa yang terjadi sebelum laga fase gugur. Setelah mendapat kartu merah akibat tekel terhadap Bosnia dan Herzegovina, banyak yang mengira Piala Dunianya sudah berakhir. Namun, intervensi luar biasa yang melibatkan Donald Trump dan Presiden FIFA Gianni Infantino membuat badan sepak bola dunia itu secara mengejutkan menangguhkan larangan bertanding satu laga, keputusan yang membuat Asosiasi Sepak Bola Belgia dan dunia sepak bola terkejut.

Menanggapi kontroversi tersebut, Balogun tetap bersikap profesional dan berkata setelah pertandingan: “Ketika Anda mendapat kartu merah, biasanya protokolnya adalah Anda tidak bermain di pertandingan berikutnya. Lalu, ketika keputusan itu dibatalkan, tentu saja akan menimbulkan kontroversi. Jadi saya tidak terlalu terkejut. Tapi sebagai pemain, tugas saya hanya fokus di lapangan. Saya kecewa karena kami tidak bisa menang hari ini. Saya menerima keputusan saat diberi kartu merah, dan saya juga menerima keputusan ketika diberi tahu bahwa saya bisa bermain. Tidak banyak yang bisa saya katakan soal itu. Namun yang pasti, Belgia memang tim yang lebih baik hari ini. Mereka bermain jauh lebih baik dari kami.”

Pelatih Belgia, Rudi Garcia, memberikan dukungan kepada Balogun yang sedang jadi sorotan. Mantan pelatih AS Roma itu mengungkapkan bahwa sang pemain mendatanginya setelah peluit akhir untuk membicarakan situasi tersebut, menunjukkan kedewasaan yang membuat sang pelatih terkesan.

“Balogun datang untuk berbicara dengan saya, dan saya menghargainya. Ini bukan salahnya, dia tidak pantas disalahkan. Saya katakan itu padanya. Saya menghargai dia mau datang berbicara,” ujar Garcia. Sang pelatih menegaskan bahwa timnya tidak menggunakan kontroversi tersebut sebagai motivasi tambahan, menekankan bahwa fokus mereka sepenuhnya pada eksekusi taktik untuk mengalahkan tim USMNT yang dinilainya ‘dinamis’.

Balogun bukan satu-satunya pemain dalam skuad asuhan Mauricio Pochettino yang merasakan pahitnya kegagalan ini. Bintang PSV, Sergino Dest, juga menulis pesan emosional di media sosial, menyuarakan kekecewaan yang sama bahwa tim gagal memenuhi ekspektasi publik tuan rumah.

Dalam unggahannya, mantan bek Barcelona dan AC Milan itu menulis: “Tidak ada cara untuk menggambarkan perasaan ini. Kami menginginkan hal yang jauh lebih besar. Kami mengecewakan diri kami sendiri, tetapi kami tidak akan membiarkan ini mendefinisikan kami. Kami bermimpi memberikan sesuatu yang istimewa untuk negara kami, tapi kami belum berhasil. Untuk setiap penggemar yang percaya pada kami sejak hari pertama, terima kasih. Dukungan kalian tidak pernah kami abaikan. Kami akan membawa rasa sakit ini, belajar darinya, dan kembali lebih kuat dari sebelumnya. Lambang ini pantas mendapatkan yang terbaik.”

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.