TRIBUNMANADO.CO.ID - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan adanya aktivitas gempa bumi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Rabu malam (8/7/2026).
Gempa berkekuatan Magnitudo 2,9 tersebut terjadi pada pukul 22.44 WIB.
Berdasarkan analisis data dari BMKG, episentrum atau pusat gempa terletak pada koordinat 7,63 Lintang Selatan (LS) dan 120,15 Bujur Timur (BT).
Jarak pusat gempa ini berada di laut, tepatnya sekitar 100 kilometer arah Timur Laut Labuan Bajo, NTT.
Kedalaman pusat gempa berada di 276 kilometer di bawah permukaan bumi.
Karena posisinya yang sangat dalam, getaran gempa umumnya jarang dirasakan secara di permukaan.
BMKG memberikan catatan bahwa informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data.
Catatan:
Gempa bumi yang dilaporkan BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) kadang tidak terasa oleh masyarakat karena beberapa faktor teknis dan alamiah.
Banyak gempa yang tercatat adalah gempa kecil, kurang dari magnitudo 4,0 terutama yang sering terjadi di wilayah aktif.
Meskipun alat seismometer sangat sensitif, guncangan magnitudo kecil sering kali tidak terasa oleh manusia.
Gempa yang berpusat di kedalaman yang sangat dalam sering kali tidak terasa di permukaan karena energi guncangannya sudah teredam oleh lapisan bumi sebelum mencapai permukaan.
Lokasi masyarakat yang berada jauh dari pusat gempa menyebabkan getaran terasa sangat lemah atau tidak terasa sama sekali.
BMKG menggunakan teknologi seismometer canggih yang mampu mendeteksi guncangan super kecil, yang tidak dirasakan manusia namun penting bagi ilmuwan untuk memetakan aktivitas tektonik.
Tanah lunak dapat memperkuat guncangan, sedangkan tanah keras atau batuan padat cenderung meredam getaran.
WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini