TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Wanita lansia berinisial BS (85) yang ditemukan tewas mengenaskan di kediamannya menggegerkan tetangga dan warga.
Terduga pelaku tak lain anak perempuan korban inisial MA yang diduga melakukan aksi penganiayaan hingga korban tewas telungkup di lantai.
Kapolsek Siantar Timur Iptu Edy JJ Manalu mengatakan, mulanya seorang saksi mendatangi rumah korban yang berlokasi di Jalan Cendawan, Kelurahan Tomuan, Rabu (8/7/2025).
Setelah pintu dibuka, saksi menyerahkan undangan kepada MA dan melihat tangan dan bajunya penuh bercak darah kering.
Saat ditanya oleh saksi, MA mengaku telah membunuh ibunya.
Saksi kemudian menyuruh MA menutup pintu lalu pergi menuju rumah RT setempat.
Setelah itu, saksi, Ketua RT dan tetangga masuk ke dalam rumah melihat korban tergeletak di lantai berlumuran darah.
Saat ditanya, MA mengaku telah membunuh ibunya sambil mempraktekkan penganiayaan yang dilakukan kepada para saksi.
Tak lama setelah itu, anggota polisi Polsek Siantar Timur dan Tim Inafis turun setelah mendapat laporan warga.
“Korban tergeletak dilantai dengan penuh darah dan ada batu gilingan di samping jenazah korban,” kata Iptu Edy.
Ia menambahkan, berdasarkan keterangan dari pihak keluarga, terduga pelaku MA disebut sudah lama mengalami gangguan kejiwaan.
Kini terduga pelaku dibawa ke RSUD dr Djasamen Saragih untuk dilakukan observasi kejiwaan.
"Sampai saat ini penyebabnya masih dalam penyelidikan," tuturnya.
Setelah dilakukan olah TKP, dan memasang garis polisi, jasad korban dievakuasi ke ruangan jenazah RSUD dr Djasamen Saragih Pematangsiantar.
Sementara, menurut keterangan warga setempat, MA diketahui tinggal bersama ibunya.
Pada malam hari sebelum jasad korban terdengar jeritan perempuan berusia 40-an tahun itu diduga cekcok dengan ibunya.
“Dia sering teriak-teriak, dan kami sudah biasa dengar teriakannya itu. Tapi nggak nyangka bisa begini kejadiannya,” ujar salah seorang warga yang tinggalnya tidak jauh dari rumah korban.
Sumber: Kompas.com