Ruben Amorim Akui Kesalahan di Manchester United, Bertekad Tampil Lebih Baik di Milan
Budi Santoso July 09, 2026 01:02 AM

Klub Serie A, AC Milan, kini resmi menunjuk Ruben Amorim sebagai pelatih baru mereka. Pelatih asal Portugal tersebut menggantikan Massimiliano Allegri, hanya beberapa bulan setelah dirinya dipecat oleh Manchester United.

Masa kepemimpinan Amorim di Old Trafford tidak pernah benar-benar berjalan sesuai harapan. Periode itu menjadi ciri dari ketidakfleksibelannya sebagai manajer, di mana ia gagal beradaptasi dengan skuad serta budaya klub.

Dalam konferensi pers pertamanya sebagai pelatih Milan hari ini, Amorim berbicara terbuka mengenai pengalamannya selama berada di Manchester United.

Pelatih asal Portugal itu secara jujur mengakui bahwa ia memang melakukan beberapa kesalahan.

Ia mengatakan melalui Sportmediaset: “Sulit untuk menjelaskan kesalahan-kesalahan itu; saya seharusnya menjelaskan konteksnya. Saya belajar, saya belajar banyak. Saya membuat kesalahan, tetapi saya bangga pernah berada di United. Namun sekarang, itu adalah cerita yang berbeda.”

Amorim juga menjelaskan alasan di balik keputusannya untuk bergabung dengan Rossoneri.

“Setelah pertemuan pertama, ada sesuatu yang terasa pas di diri saya. Tim ini menawarkan hal-hal yang saya sukai, dan saya ingin mempertahankan nilai-nilai tersebut. Saya diperkenalkan dengan struktur dan proses pencarian bakat klub. Ketika Anda merasa memiliki orang-orang yang tepat di sekitar Anda, ketika ada tim yang solid mendukung Anda, maka semua unsur untuk menghadapi tantangan yang saya inginkan sudah lengkap.”

Ia juga menegaskan bahwa dirinya memiliki tanggung jawab besar untuk membawa Milan mencapai level yang lebih tinggi.

“Saya ingat Carlo Ancelotti, saya juga sering menonton Arrigo Sacchi; gaya bermainnya menghadirkan banyak inovasi dalam sepak bola. Belum lagi Fabio Capello. Masa lalu Milan adalah perpaduan luar biasa dari para pemain, mulai dari Marco van Basten hingga Ruud Gullit. Jika saya harus memilih satu kenangan saja, itu akan sangat sulit. Saya sudah mengikuti Milan sejak muda. Saya merasa memiliki tanggung jawab ini.”

Dalam hal status dan relevansi nasional, Milan memiliki kemiripan dengan Manchester United. Amorim tidak bisa lagi bersikap kaku di klub sebesar itu; ia harus mampu beradaptasi dengan tuntutan institusi sepak bola raksasa seperti Milan.

Itulah tantangan besar yang menantinya, terutama karena klub juga menghadapi beberapa masalah di luar lapangan. Amorim perlu mengelola para pemainnya dengan baik ketika menghadapi situasi sulit. Ia juga akan sering kali bekerja dengan skuad yang tidak sempurna, dan di situlah kemampuan adaptasinya terhadap gaya bermain akan benar-benar diuji.

Kaustubh Pandey – GIFN

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.