Patrice Evra menjelaskan kepada GOAL mengapa sikap “santai” Michael Olise merupakan hal positif, dengan mantan pemain tim nasional Prancis itu mengungkapkan bagian “terberat” dari menjadi seorang superstar yang kini akan dihadapi oleh winger Bayern Munich tersebut. Penyerang asal Prancis itu sedang berada dalam performa gemilang bersama klub dan tim nasionalnya, sementara ia juga tengah memburu kejayaan di Piala Dunia yang berlangsung di Amerika Utara.
Kenaikan pesat: Dari Reading menuju Piala Dunia bagi Olise
Olise memasuki turnamen tersebut setelah menjalani musim 2025-26 yang luar biasa, mencetak 20 gol dan memberikan jumlah assist yang sama dalam 52 penampilan di semua kompetisi. Performa impresif itu berlanjut dalam upayanya meraih supremasi dunia, dengan penampilan cemerlang bersama Kylian Mbappe, Ousmane Dembele, dan Bradley Barcola.
Pemain berusia 24 tahun itu telah menempuh perjalanan panjang dalam waktu singkat, mengingat ia masih bermain untuk Reading di kompetisi Championship pada tahun 2021. Kepindahannya ke Crystal Palace menjadi batu loncatan untuk tampil di Premier League, sebelum akhirnya pindah ke Jerman dengan nilai transfer besar. Hingga kini, tidak ada tanda-tanda bahwa sinarnya akan meredup.
Mengapa karakter misterius Olise dianggap sebagai kelebihan
Perjalanan Olise menuju puncak tidak mudah dan tidak konvensional, banyak kebiasaan umum yang ia langgar. Saat diminta pandangannya mengenai perkembangan luar biasa tersebut, mantan bintang Prancis Evra — berbicara dalam kerja sama dengan Stake — mengatakan kepada GOAL: “Saya tidak terkejut dengan Michael Olise. Saya sudah lama menikmati menontonnya bermain. Semua orang tahu betapa besarnya bakatnya, tapi yang paling saya kagumi adalah kematangannya. Ia tidak pernah terlihat panik. Ia bermain seolah punya banyak waktu, bahkan ketika ruang dan waktu sangat sempit.”
“Saya menyukai ketenangannya. Beberapa orang menganggap itu terlalu santai, tapi bagi saya itu adalah kendali yang tenang. Pemain terbaik membuat hal yang sulit tampak mudah.”
“Ia bisa mencetak gol, menciptakan peluang, bekerja sama, mempertahankan bola, dan berkontribusi untuk tim. Itu langka. Di usia 24 tahun, dia bukan anak-anak lagi, tapi masa depannya masih panjang. Jika dia terus menjaga semangat yang sama, Prancis akan memiliki pemain luar biasa selama bertahun-tahun.”
Membentuk superstar: Bagaimana Olise bisa bertahan di level tertinggi
Nilai pasar Olise kini melonjak hingga dikabarkan menarik perhatian Real Madrid. Disebutkan bahwa Florentino Perez siap mengeluarkan biaya rekor sebesar €223 juta (£191 juta/$255 juta) untuk membawa satu lagi ‘Galactico’ ke Santiago Bernabeu.
Tentu saja, banyak yang mempertanyakan apakah ada pemain yang pantas dihargai sebesar itu. Olise kini berada di puncak performanya, namun sejarah sepak bola penuh dengan kisah pemain hebat yang bersinar sesaat sebelum akhirnya meredup.
Saat ditanya bagaimana Olise bisa menghindari nasib tersebut, Evra menambahkan: “Hal tersulit dalam sepak bola bukan mencapai puncak. Hal tersulit adalah tetap berada di sana. Bakat bisa membuka pintu, tapi kebiasaanlah yang menentukan apakah kamu bisa tetap di dalam ruangan itu.”
“Michael harus menjaga hal yang membuatnya istimewa. Pertahankan orang-orang di sekitarnya, terus menikmati sepak bola, terus bekerja keras, dan jangan terlalu percaya pada pujian. Setiap tahun para bek akan semakin mengenal gaya mainmu. Setiap tahun ekspektasi meningkat. Di situlah kamu akan tahu siapa yang benar-benar serius.”
“Dari apa yang saya lihat, dia tidak terlihat seperti seseorang yang bermain demi perhatian. Dia terlihat seperti seseorang yang benar-benar mencintai permainan ini. Jika dia terus menjaga kegembiraan itu, tetap rendah hati, dan tidak merasa sudah mencapai segalanya, dia bisa bertahan di puncak untuk waktu yang lama.”
Piala Dunia & Ballon d'Or: Ambisi besar Olise
Olise tidak menunjukkan tanda-tanda bahwa dirinya akan terjebak dalam kesuksesan sendiri. Ia tetap berpijak pada realitas, dengan tekad untuk terus memaksimalkan potensinya dan menjadi versi terbaik dari dirinya sendiri.
Kemenangan di Piala Dunia akan menjadi puncak karier berikutnya, dan jika itu terwujud, ia berpeluang besar masuk dalam persaingan Ballon d’Or bersama nama-nama seperti Mbappe dan striker Inggris Harry Kane, jika trofi dunia berhasil diraih bersama Les Bleus.