Prancis mungkin sedang melaju mulus di Piala Dunia, namun kabar yang beredar menyebutkan tidak semua berjalan baik di balik layar kamp Les Bleus. Meski mencatat rekor sempurna hingga perempat final, laporan menyatakan bahwa salah satu talenta muda paling menjanjikan milik Didier Deschamps kini mendekati titik jenuh akibat perannya yang terbatas di Amerika Utara.
Gesekan internal jelang laga kontra Maroko
Saat tim nasional Prancis bersiap menghadapi laga besar perempat final melawan Maroko setelah menang tipis 1-0 atas Paraguay di Philadelphia, sorotan publik bergeser dari lapangan ke bangku cadangan. Menurut laporan dari Get French Football News, gelandang Paris Saint-Germain, Warren Zaire-Emery, dikabarkan semakin "frustrasi" karena minimnya kesempatan tampil sejauh ini di turnamen.
Pemain berusia 20 tahun itu sebenarnya diharapkan berperan penting bagi sang juara bertahan setelah tampil impresif di kompetisi domestik, namun justru tersingkir dari rencana utama. Zaire-Emery disebut sedang "berjuang" menghadapi situasi ini dan merasa "heran" karena tidak mendapat kesempatan tampil meski menjalani musim luar biasa bersama klubnya. Meskipun Prancis sukses melaju, sang gelandang belum sekalipun turun ke lapangan dalam lima pertandingan yang telah dimainkan.
Kontras tajam dengan peran pentingnya di PSG
Sumber frustrasi Zaire-Emery berasal dari statusnya di Paris. Dalam skuad PSG yang penuh bintang dan berhasil menjuarai Liga Champions untuk kedua kalinya secara beruntun, pemain muda ini tampil dalam 54 pertandingan di semua kompetisi dan menjadi sosok kunci bagi Luis Enrique, bahkan sempat dimainkan sebagai bek kanan. Fleksibilitas dan kedewasaannya menjadikannya pemain inti di Parc des Princes, sehingga perannya yang terbatas di tim nasional terasa semakin sulit diterima.
Manajer klubnya pun tak pernah meragukan kualitasnya. Luis Enrique sempat memuji sang gelandang pada Februari lalu, menyebutnya sebagai pemain yang "luar biasa". Pelatih asal Spanyol itu berkata: "Warren telah berkembang, tapi itu bukan karena saya, melainkan karena dirinya sendiri. Dia pemain yang luar biasa, bisa bermain di posisi mana pun. Bagi saya sebagai pelatih, memiliki pemain seperti dia sungguh menyenangkan."
Kebingungan Deschamps soal pilihan pemain berlanjut
Deschamps sejauh ini lebih mempercayakan lini tengah kepada Manu Kone dan Adrien Rabiot, terutama sejak absennya Aurelien Tchouameni. Sementara rekan-rekan Zaire-Emery sesama pemain PSG seperti Bradley Barcola, Desire Doue, dan Ousmane Dembele telah tampil menonjol di lini serang Prancis, dirinya justru tetap menjadi pemain yang tersisih. Keputusan Deschamps untuk tidak memainkannya, bahkan sebagai pemain pengganti ketika melawan Paraguay yang terkenal bermain fisik, kabarnya semakin membuatnya merasa terisolasi di dalam skuad.
Situasi ini semakin mencolok karena adanya kekhawatiran cedera pada Tchouameni, yang berpotensi absen di perempat final Piala Dunia akibat cedera paha. Gelandang Real Madrid tersebut tak tampil saat melawan Paraguay karena alasan itu, namun Deschamps tetap memilih duet Kone dan Rabiot sebagai pengganti. Keputusan taktis tersebut disebut-sebut membuat Zaire-Emery mulai mempertanyakan posisinya dalam hierarki tim saat tekanan di turnamen semakin meningkat.
Cahaya di ujung terowongan?
Zaire-Emery dikabarkan telah diberi kesempatan untuk menyampaikan kekecewaannya langsung kepada staf pelatih tim nasional Prancis. Meski tidak ada tanda-tanda pemberontakan atau kemarahan yang bisa mengganggu keharmonisan skuad, perasaannya terhadap situasi ini telah disampaikan dengan jelas kepada tim teknis menjelang laga perempat final. Namun, peluang baginya bisa saja terbuka bukan karena perubahan taktik, melainkan karena faktor eksternal. Dengan kondisi kebugaran Tchouameni yang masih diragukan, Zaire-Emery tetap bersiap penuh untuk akhirnya benar-benar memulai perjalanannya di turnamen ini.