Penyerang Mesir, Mostafa Zico, memicu kehebohan global setelah secara mengejutkan menuduh bahwa Piala Dunia 2026 telah “diatur” menyusul kekalahan dramatis timnya dari Argentina di babak 16 besar. Dalam salah satu wawancara pasca-pertandingan paling eksplosif dalam sejarah turnamen ini, sang penyerang menuding para ofisial sengaja memanipulasi hasil pertandingan agar Lionel Messi dan juara bertahan tetap bertahan di kompetisi.
Mesir Kehilangan Keunggulan dalam Situasi Kontroversial
Tim berjuluk The Pharaohs itu hampir saja menciptakan salah satu kejutan terbesar di Piala Dunia ketika mereka unggul 2-0 atas juara bertahan dengan hanya 11 menit tersisa. Gol dari Yasser Ibrahim dan Zico membawa tim Afrika itu berada di ambang sejarah, terlebih setelah kiper Mostafa Shobeir berhasil menepis penalti di babak pertama yang dieksekusi oleh Messi.
Namun, alur pertandingan berubah drastis di menit-menit akhir. Cristian Romero memperkecil ketertinggalan sebelum Messi menebus kegagalannya dengan mencetak gol penyeimbang pada menit ke-83. Penderitaan Mesir pun lengkap di masa tambahan waktu ketika Enzo Fernandez menanduk bola ke gawang untuk membawa Argentina menang. Gol tersebut sarat dengan kontroversi karena para pemain Mesir meminta tinjauan VAR atas dugaan pelanggaran Alexis Mac Allister terhadap Mohamed Salah dalam proses terjadinya gol.
Tuduhan Zico Soal ‘Turnamen yang Diatur’ di Televisi Langsung
Sesaat setelah peluit panjang dibunyikan, Zico tanpa ragu melontarkan kritik keras di depan kamera. Penyerang tersebut — yang sebelumnya sempat mencetak gol kedua namun dianulir oleh VAR — menyerang kredibilitas turnamen dan keputusan wasit Francois Letexier.
Seperti diberitakan oleh BBC, Zico berkata: “Wasit benar-benar tidak adil. Tidak adil. Wasit tidak adil. Ketidakadilan itu jelas terlihat. Kami bermain sangat baik di awal pertandingan. Ketidakadilan sudah terjadi sejak awal laga. Keunggulan 2-0 ternyata belum cukup untuk mengalahkan Argentina. Jelas sekali bahwa turnamen ini sudah diatur.”
Hossam Hassan Pertanyakan ‘Faktor Eksternal’
Pelatih kepala Mesir, Hossam Hassan, juga menyuarakan pandangan serupa meski dengan nada yang lebih hati-hati, namun tetap menyinggung adanya kemungkinan konspirasi. Hassan menyoroti gol Zico yang dianulir serta klaim penalti untuk Salah yang diabaikan sebagai bukti bahwa ofisial berusaha melindungi para bintang besar turnamen.
“Kami tampil lebih baik daripada juara bertahan — lebih baik dalam segala aspek — tetapi hasilnya dipengaruhi oleh faktor internal di lapangan dan faktor eksternal di luar lapangan,” ujar Hassan kepada wartawan. “Mungkin mereka ingin juara dunia tetap bertahan di kompetisi. Mungkin mereka ingin Messi terus bermain. Saya ingin mengatakannya dengan cara yang sopan dan berkata, ‘Nasib kurang baik,’ tetapi kami telah diperlakukan tidak adil, dan ini merupakan sebuah ketidakadilan.”
Pelatih Mesir Janji Akan Boikot Turnamen
Kemarahan di kubu Mesir menyebabkan hubungan mereka dengan penyelenggara turnamen benar-benar memburuk. Hassan mengungkapkan bahwa dirinya sempat mendatangi Letexier di lapangan setelah pertandingan untuk menyebut penampilannya “tidak adil”, dan mantan penyerang itu kini berjanji untuk tidak lagi terlibat dalam edisi 2026 dari kompetisi tersebut.
Menutup konferensi persnya dengan nada tegas, Hassan mengatakan: “Saya akan pulang dan tidak akan menonton pertandingan apa pun lagi dari turnamen ini. Apa yang terjadi pada kami tidaklah adil. Kami seharusnya mendapat penalti, ada gol yang dianulir, dan saya tidak tahu mengapa gol itu dianulir.”