Pekerjaan Rumah Argentina dan Lionel Messi di 8 Besar Piala Dunia 2026
Muhammad Nursina Rasyidin July 08, 2026 11:11 PM

 

TRIBUNNEWS.COM - Argentina boleh saja sudah memastikan diri melangkah ke babak 8 besar Piala Dunia 2026 dengan mengalahkan Mesir dengan skor 3-2.

Namun hal tersebut tak menghapus adanya pekerjaan rumah cukup besar yang harus diselesaikan Argentina, dan khususnya Lionel Messi.

Messi memang berperan penting dalam kelolosan Argentina dari lubang jarum di pertandingan babak 16 besar lalu.

Secara langsung dan tidak langsung, Messi ada andil dalam tiga gol yang dibuat Argentina di laga melawan Mesir.

Selain mencetak satu gol dan assist, peran penting Messi di gol ketiga juga tak bisa dipandang sebelah mata.

"Argentina juga menjadi salah satu favorit juara karena proses transisi skuad yang berjalan mulus serta adanya faktor X dari Lionel Messi," kata Gigih, seorang football enthusiast, dalam podcast Super Taktik di kantor Tribunnews Solo, Karanganyar, Jawa Tengah.

Baca juga: Lionel Messi Cetak 5 Rekor Istimewa seusai Antar Argentina Lolos ke Perempat Final Piala Dunia 2026

Salah satu pekerjaan rumah terbesar bagi Messi adalah soal tugasnya sebagai eksekutor penalti.

Semakin pentingnya babak yang akan dilalui di Piala Dunia kali ini, peran penting penalti malah semakin menonjol.

Tak jarang pemenang laga ditentukan lewat adu tos-tosan atau bahkan sebuah momen penalti yang didapatkan di tengah laga.

Argentina mengedepankan Messi sebagai eksekutor utama mereka di ajang kali ini.

Sayangnya, Messi malah sedikit melempem saat mendapatkan kepercayaan tersebut.

Pasalnya ia lebih sering gagal ketimbang berhasil menjalankan tugasnya ini.

Messi tercatat sudah dua kali maju sebagai eksekutor penalti di waktu normal bagi Argentina.

Hal itu terjadi ketika Albiceleste berhadapan dengan Austria dan Mesir.

Pada pertandingan melawan Austria, Argentina sebenarnya mendapatkan peluang untuk bisa unggul lebih cepat.

Mereka mendapatkan penalti di menit kesembilan babak pertama.

Sayangnya Messi yang maju menjalankan tugasnya justru gagal menyarangkan bola ke gawang lawan.

Hal yang kurang lebih sama terjadi di pertandingan melawan Mesir di 16 besar.

Argentina saat itu mendapatkan penalti ketika mereka tertinggal 0-1 dari Mesir.

Messi yang maju menendang ternyata arah sepakannya bisa diterka kiper Mesir.

Mereka pun gagal menyamakan kedudukan di babak pertama dan harus berjuang keras di sepanjang laga.

Untungnya upaya keras tersebut masih berbuah hasil manis dengan Argentina memenangkan pertandingan dengan skor 3-2 atas Mesir.

Messi sendiri mengaku kegagalan penalti tersebut sempat membebaninya sepanjang pertandingan.

Bahkan air mata yang menetes dari mata La Pulga di akhir pertandingan juga ada hubungannya dengan itu.

"Saya menangis karena saya benar-benar kecewa karena gagal menendang penalti. Saya benar-benar kecewa karena kembali gagal. Seandainya penalti itu masuk, jalannya pertandingan mungkin akan berbeda. Padahal kami sebenarnya bermain cukup baik," terang Messi dikutip dari media sosial X @albicelestetalk.

Meski demikian, ia bersyukur akhirnya bisa menebus kesalahan tersebut lewat gol penyeimbang yang membuka jalan menuju comeback spektakuler Argentina.

"Untungnya pada akhirnya saya mendapat kesempatan untuk membalasnya. Sangat spesial bisa membantu tim ini setelah apa yang terjadi sebelumnya."

Di akhir wawancara, Messi kembali menegaskan bahwa kemenangan tersebut lahir bukan semata karena kualitas individu, melainkan karakter kuat yang dimiliki seluruh skuad Argentina.

"Ini adalah bukti lain dari kebanggaan, karakter, dan keinginan besar tim ini untuk terus berjuang. Saya sangat bangga dengan tim ini," pungkasnya.

(Tribunnews.com/Guruh)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.