TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Sumatera Utara kembali mengirimkan wakil terbaiknya ke ajang nasional. Dua Sekolah Sepak Bola (SSB), yakni SSB Turangga Ceta untuk kategori U-10 dan SSB Agas Jaya di kategori U-12, akan membawa nama Sumut pada putaran nasional Piala Presiden Grassroots 2026 yang digelar di Yogyakarta pada 6–11 Juli 2026.
Kedua tim tersebut memastikan tiket ke tingkat nasional setelah tampil sebagai yang terbaik pada putaran regional Sumatera Utara. Kini, mereka akan menghadapi tim-tim terbaik dari berbagai provinsi dalam turnamen yang menjadi wadah pembinaan sepak bola usia dini di Indonesia.
Di kategori U-10, SSB Turangga Ceta tergabung di Grup D bersama Perspin Pinrang, Persekap Kabupaten Pekalongan, dan PS Aprilia Hafiz Bengkulu. Persaingan di grup ini diprediksi berlangsung ketat karena seluruh peserta merupakan juara dari wilayah masing-masing. Sementara itu, wakil Sumut di kelompok usia U-12, SSB Agas Jaya, berada di Grup B bersama Persela Jawa Timur, Persebi Boyolali, dan Mimika United.
Direktur Teknik (Dirtek) PSSI Sumatera Utara, Ridwan Saragih mengatakan, keberhasilan mengirim dua wakil ke putaran nasional menjadi bukti bahwa pembinaan sepak bola usia dini di Sumatera Utara mulai menunjukkan perkembangan positif.
Ridwan juga menilai penyelenggaraan Piala Presiden Grassroots tingkat regional beberapa waktu lalu berjalan sukses dan berhasil melahirkan wakil-wakil terbaik untuk bersaing di tingkat nasional. "Saya mengapresiasi gelaran Piala Presiden kemarin yang tergolong sangat sukses. Kita juga mendapatkan dua wakil yang sudah berangkat ke Piala Presiden tingkat nasional, yaitu Agas Jaya untuk U-12 dan Turangga untuk U-10," ujar Ridwan kepada Tribun Medan.
Lebih lanjut, Ridwan menegaskan bahwa tujuan utama keikutsertaan anak-anak di kelompok usia U-10 dan U-12 bukan semata-mata mengejar gelar juara, melainkan memberikan ruang bermain yang luas sebagai bagian dari proses pembinaan.
Baca juga: Psywar Eko Purdjianto Jelang PSMS Medan Vs Port FC di Piala Presiden: Kami Tidak Sekadar Ikut
Menurutnya, pada usia tersebut anak-anak masih berada dalam fase belajar dan menikmati permainan. Karena itu, mereka membutuhkan sebanyak mungkin pengalaman bertanding untuk mengembangkan kemampuan teknik, mental, hingga pemahaman bermain sepak bola.
"Kelompok usia U-10 dan U-12 ini bertujuan memberikan area bermain untuk anak-anak kita, karena memang fasenya adalah fase bermain. Saya berharap mereka yang berangkat ke nasional bisa menambah pengalaman, menambah menit bermain, dan bertemu lawan-lawan yang berbeda dari yang biasa mereka hadapi di Sumatera Utara," katanya.
Ridwan menilai kesempatan menghadapi tim-tim dari berbagai daerah akan menjadi pengalaman berharga bagi para pemain muda Sumut. Selain meningkatkan kualitas individu, mereka juga akan belajar beradaptasi dengan karakter permainan yang berbeda.
Ia pun mengajak seluruh pecinta sepak bola di Sumatera Utara untuk memberikan dukungan kepada kedua wakil tersebut agar mampu tampil maksimal selama turnamen berlangsung. "Ini menjadi hal yang positif yang perlu kita dukung untuk talenta-talenta Sumatera Utara," ucapnya.
Meski demikian, Ridwan menegaskan dirinya tidak memberikan target khusus kepada kedua tim untuk menjadi juara. Baginya, proses pembinaan jauh lebih penting dibandingkan hasil akhir. Ia berharap para pelatih berani memberikan kesempatan bermain kepada seluruh pemain sehingga setiap anak memperoleh pengalaman bertanding yang cukup.
"Saya tidak menuntut atau menargetkan harus juara. Yang terpenting adalah memberikan area bermain agar anak-anak mendapatkan menit bermain. Pelatih juga bisa membangun permainan dari bawah sampai ke depan sehingga proses pembelajaran mereka berjalan dengan baik," pungkas Ridwan. (cr29/Tribun-Medan.com)