Jakarta (ANTARA) - PT Jakarta Propertindo (Perseroda) (Jakpro) menargetkan LRT Jakarta Fase 1B memasuki tahap operasional pada Agustus 2026 setelah penyelesaian tahapan konstruksi dan kesiapan sistem secara menyeluruh.
“Ini sejalan dengan arahan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, pembangunan LRT Jakarta Fase 1B menjadi bagian dari upaya memperkuat sistem transportasi publik Jakarta sekaligus mendukung pemenuhan indikator Jakarta sebagai kota global,” kata Direktur Utama Jakpro, Iwan Takwin, di Jakarta, Rabu.
Iwan mengatakan kehadiran jalur ini diharapkan berkontribusi pada terciptanya ruang kota yang nyaman untuk dihuni.
Kemudian lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan, serta aksesibilitas intra dan interkota yang semakin terkoneksi.
Ia mengatakan setelah beroperasi secara penuh, pengoperasian LRT Jakarta Fase 1A dan 1B secara kolektif ditargetkan mampu melayani hingga 18 juta penumpang pada tahun 2028.
Selain memperkuat konektivitas antarkawasan, sistem transportasi publik berbasis listrik ini juga diproyeksikan berkontribusi terhadap pengurangan emisi karbon perkotaan hingga 2.927.250 ton CO₂e sebagai bagian dari upaya mewujudkan Jakarta yang lebih berkelanjutan.
“Jakpro menegaskan komitmennya untuk menuntaskan pembangunan LRT Jakarta Fase1B sesuai target,” kata dia.
Iwan menambahkan kehadiran jalur ini diharapkan menjadi wujud nyata kontribusi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Jakpro dalam memperkuat konektivitas transportasi publik, sekaligus menghadirkan sistem mobilitas perkotaan yang semakin terintegrasi bagi masyarakat.
“Kami berkomitmen penuh untuk menuntaskan proyek ini sesuai target. Ini bukan semata soal penyelesaian konstruksi, tetapi juga bagian dari upaya menghadirkan layanan transportasi publik yang semakin terintegrasi, andal, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat Jakarta,” kata dia.
Pembangunan jalur LRT Jakarta Fase 1B rute Velodrome–Manggarai tersambung 100 persen setelah PT Jakarta Propertindo (Perseroda) (Jakpro) menuntaskan proses pengangkatan dan pemasangan girder terakhir.
“Girder terakhir tersebut terpasang di atas area Double Double Track (DDT) Manggarai, yang menjadi salah satu titik paling kritikal dalam keseluruhan proyek,” kata Iwan.
Ia mengatakan dengan terpasangnya girder terakhir ini, seluruh rangkaian pekerjaan pengangkatan girder di sepanjang koridor Velodrome–Manggarai telah tersambung 100 persen.
"Ini menandai rampungnya salah satu tahapan konstruksi paling menantang dalam pembangunan LRT Jakarta Fase 1B," katanya.





