Piala Dunia 2026 - Mental Juara Argentina Lewat Comeback Paling Dramatis dan Soal Polemik VAR
Muhammad Hadi July 09, 2026 12:03 AM

SERAMBINEWS.COM - Ketika sebagian besar penonton mulai kehilangan harapan saat Argentina tertinggal dua gol dari Mesir, Jafar Insya Reubee justru memilih tetap duduk tenang di depan layar televisinya di Malaysia.

Perantau asal Aceh itu percaya, selama peluit panjang belum dibunyikan, pertandingan belum selesai.

Apalagi yang berada di lapangan adalah Lionel Messi dan rekan-rekannya, tim yang telah berkali-kali menunjukkan kemampuan bangkit dari tekanan.

Keyakinan itu akhirnya terbayar lunas. Di Atlanta Stadium, Amerika Serikat, Selasa (7/7/2026) malam WIB, Argentina menciptakan salah satu comeback paling dramatis di Piala Dunia 2026. 

Sempat tertinggal 0-2 dari Mesir, La Albiceleste bangkit dan membalikkan keadaan menjadi kemenangan 3-2 untuk memastikan tiket ke babak perempat final.

Bagi jutaan pendukung Argentina di seluruh dunia, pertandingan itu menghadirkan campuran emosi yang sulit dilupakan. Begitu pula bagi Jafar yang menyaksikan laga tersebut dari Negeri Jiran.

"Jujur, ketika Mesir mencetak gol kedua, pasti ada rasa khawatir. Tapi saya tidak pernah berpikir Argentina akan menyerah. Tim ini punya mental juara," ujar Jafar.

Baca juga: Anggota DPR Aceh, H Ihsanuddin MZ Jagokan Argentina Juara Dunia 2026

Mesir tampil mengejutkan sejak awal pertandingan. Yasser Ibrahim membawa wakil Afrika itu unggul pada menit ke-15.

Keunggulan tersebut membuat Argentina berusaha meningkatkan intensitas serangan, namun pertahanan Mesir masih mampu bertahan.

Petaka bagi Argentina datang lagi ketika Yasser Ibrahim mencetak gol keduanya pada menit ke-67.

Skor 2-0 membuat suasana pertandingan berubah. Di berbagai belahan dunia, termasuk di Malaysia, para pendukung Argentina mulai diliputi kecemasan.

Namun tidak bagi Jafar. Menurutnya, pengalaman panjang Argentina dalam menghadapi laga-laga besar membuat tim asuhan Lionel Scaloni tidak mudah kehilangan arah.

"Justru ketika tertinggal seperti itu, saya melihat pemain Argentina masih percaya diri. Mereka tidak panik, tetap memainkan bola, tetap menyerang. Itu ciri tim besar," katanya.

Titik Balik Sang Juara

Harapan mulai muncul ketika Cristian Romero memperkecil ketertinggalan pada menit ke-79.

Gol tersebut tidak hanya mengubah skor menjadi 1-2, tetapi juga mengubah arah pertandingan.

Pemain Mesir mulai kehilangan kepercayaan diri, sementara Argentina bermain semakin agresif.

Tiga menit kemudian Lionel Messi menunjukkan kelasnya.

Kapten Argentina itu mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-82 dan membangkitkan semangat seluruh tim.

"Gol Messi membuat permainan berubah total. Setelah itu saya yakin Argentina akan menang," ujar Jafar.

Prediksi itu menjadi kenyataan. Saat pertandingan memasuki masa injury time, Enzo Fernandez mencetak gol kemenangan pada menit ke-90+2.

Atlanta Stadium bergemuruh. Para pemain Argentina berlari merayakan gol yang memastikan langkah mereka ke babak delapan besar.

Bagi Jafar, momen tersebut menjadi bukti bahwa mental juara masih melekat kuat dalam diri La Albiceleste.

Baca juga: Euforia Asisten II Pemkab Aceh Singkil, Dinihari Kabarkan Kemenangan Dramatis Argentina di Pildun

"Mereka tidak pernah berhenti berjuang. Selama masih ada waktu, mereka terus mencari gol. Itulah karakter seorang juara." ungkap Jafar Insya Reubee.

Di mata Jafar, Lionel Messi kini memiliki peran yang jauh lebih besar dibanding sekadar mencetak gol.

Ia melihat sang kapten sebagai pemimpin yang mampu menjaga ketenangan tim ketika berada dalam tekanan.

"Messi memberi rasa percaya diri kepada pemain lain. Ketika dia tetap tenang, seluruh tim ikut tenang. Itu pengaruh seorang pemimpin."

Menurutnya, pengalaman panjang Messi di level tertinggi membuat Argentina memiliki sosok yang mampu mengendalikan ritme permainan pada saat-saat krusial.

VAR dan Keadilan dalam Sepak Bola

Pertandingan juga diwarnai polemik ketika gol Mostafa Zico pada menit ke-58 dianulir setelah wasit François Letexier meninjau tayangan VAR.

Sebagian suporter mempertanyakan keputusan tersebut.

Namun Jafar menilai keputusan wasit sudah tepat.

Menurutnya, VAR memang dihadirkan agar keputusan pertandingan benar-benar berdasarkan fakta di lapangan.

"Kalau memang ada pelanggaran dalam proses gol, ya harus dibatalkan. VAR dibuat untuk menjaga keadilan, bukan untuk menguntungkan tim tertentu." tegas Jafar.

Ia menambahkan, pertandingan Piala Dunia disaksikan jutaan orang di seluruh dunia sehingga setiap keputusan akan diperiksa secara cermat.

"Orang yang memahami aturan sepak bola tentu bisa menerima keputusan itu. Yang sering memperdebatkan biasanya karena fanatisme terhadap tim tertentu." ujar Jafar.

Menatap Swiss dengan Optimisme

Kini perhatian Jafar tertuju pada pertandingan perempat final melawan Swiss.

Menurutnya, kemenangan dramatis atas Mesir bukan hanya memastikan tiket ke babak berikutnya, tetapi juga memberikan suntikan moral yang sangat besar bagi skuad Lionel Scaloni.

Ia yakin Pelatih Argentina Lionel Scaloni akan menyiapkan strategi yang lebih matang dan disiplin untuk menghadapi tantangan berikutnya.

"Mulai sekarang setiap pertandingan adalah final. Argentina harus bermain dengan semangat yang sama seperti saat melawan Mesir." harap Jafar.

Baca juga: Perantau Aceh di Malaysia Jagokan Argentina Juara Dunia 2026, Yakin Messi Cs Tembus Final

Sebagai perantau Aceh yang kini menetap di Malaysia, Jafar mengaku selalu meluangkan waktu mengikuti perjalanan Argentina di Piala Dunia.

Baginya, mendukung La Albiceleste bukan hanya soal hasil akhir, tetapi menikmati semangat pantang menyerah yang terus diperlihatkan Messi dan rekan-rekannya.

"Saya tetap yakin Argentina bisa mempertahankan gelar juara dunia. Mental mereka sudah terbukti. Selama semangat juang itu tetap ada, peluang mengangkat trofi kembali sangat terbuka," tutup Jafar Insya Reubee dengan penuh optimisme.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.