Mason Greenwood dikabarkan telah memberikan jawaban tegas “ya” untuk bergabung dengan AS Roma pada musim panas ini, lebih memilih pindah ke Stadion Olimpico ketimbang menerima tawaran menggiurkan dari raksasa Turki, Fenerbahce. Mantan penyerang Manchester United itu disebut telah mencapai ‘kesepakatan diam-diam’ dengan pelatih Giallorossi, Gian Piero Gasperini, setelah serangkaian percakapan telepon rahasia yang meyakinkannya untuk pindah ke Serie A.
Gasperini mengamankan kesepakatan dengan Greenwood
Penyerang asal Inggris tersebut telah mencapai kesepakatan prinsip dengan klub Italia itu untuk kontrak berdurasi lima tahun dengan nilai sekitar €4,5 juta per musim. Menurut laporan La Gazzetta dello Sport, meskipun Fenerbahce menunjukkan minat besar dan ada godaan dari tawaran menggiurkan klub-klub Arab Saudi, Greenwood diyakinkan oleh prospek menjadi bagian utama dari revolusi taktik Gasperini di Roma. Sang pelatih berhasil meyakinkannya dengan pertanyaan sederhana: “Apakah kamu siap berlari?”, yang dijawab Greenwood dengan tegas, “ya”.
Sementara kesepakatan pribadi dengan sang pemain sudah tercapai, masih ada selisih finansial antara kedua klub. Roma tengah menyiapkan tawaran senilai €45 juta termasuk bonus, namun Olympique Marseille tetap bertahan pada harga €50 juta. Klub Prancis tersebut tidak berada di bawah tekanan untuk menurunkan harga, terutama karena tawaran Fenerbahce masih ada di meja dengan gaji fantastis antara €7 juta hingga €8 juta bersih per musim, angka yang tidak mampu disamai oleh Roma.
Keuntungan bagi Man Utd dan sikap tegas Marseille
Negosiasi ini sedang diawasi secara ketat oleh pihak Old Trafford. Manchester United memiliki klausul penjualan lanjutan sebesar 40 persen dari setiap biaya transfer masa depan yang melibatkan Greenwood, yang berarti penjualan senilai €50 juta akan memberi klub Liga Primer itu tambahan dana sebesar €20 juta. Klausul ini menjadi alasan utama mengapa Marseille menolak menerima tawaran yang lebih rendah, karena mereka berusaha memaksimalkan keuntungan setelah merekrut Greenwood seharga €31,6 juta pada tahun 2024.
Greenwood dikabarkan mulai merasa gelisah di Prancis dan telah menyampaikan kepada manajemen Marseille untuk “biarkan saya pergi” karena ingin segera memastikan masa depannya sebelum pramusim dimulai sepenuhnya. Ia terlihat berada di pusat latihan Marseille pekan ini untuk menjalani tes kebugaran, namun pihaknya telah meyakinkan Roma bahwa Stadion Olimpico tetap menjadi tujuan utamanya, terutama karena daya tarik tampil di Liga Champions.
Reaksi suporter dan dilema moral
Potensi transfer ini tidak sepenuhnya disambut positif di ibu kota Italia. Sebagian pendukung Roma meluncurkan petisi daring untuk menolak perekrutan Greenwood, dengan alasan catatan kontroversi dan masalah hukum sang pemain di luar lapangan. Petisi tersebut menilai bahwa merekrut Greenwood akan bertentangan dengan inisiatif klub “Amami e Basta” yang berfokus pada kampanye melawan kekerasan berbasis gender.
Pernyataan dari para penggemar berbunyi: “Sikap ini bukan didasarkan pada kebencian pribadi atau keyakinan bahwa seseorang tidak dapat membangun kembali kariernya. Ini didasari oleh keyakinan bahwa setiap klub sepak bola memiliki hak – dan tanggung jawab – untuk memilih siapa yang mewakili lambangnya. Greenwood telah terlibat dalam berbagai kontroversi serius di luar lapangan, termasuk masalah disiplin dengan tim nasional Inggris serta tuduhan kekerasan dalam rumah tangga dan kekerasan seksual yang menarik perhatian dunia.”
Visi taktik Gasperini untuk sang penyerang
Di atas lapangan, Gasperini memiliki rencana khusus untuk pemain berusia 24 tahun tersebut. Sang pelatih menjanjikan Greenwood peran sentral dalam formasi 3-4-2-1 miliknya, kemungkinan besar ditempatkan di sisi kanan dari dua pemain nomor sepuluh yang bermain di belakang penyerang utama. Janji peran taktis tersebut, ditambah kesempatan bermain di kompetisi elit Eropa, membuat Greenwood menolak minat dari Atletico Madrid.
Giallorossi kini tengah berupaya menutup selisih €5 juta dengan Marseille. Dengan Grup Friedkin telah memberikan lampu hijau untuk investasi ini, hari ini bisa menjadi momen penentu dalam saga transfer yang melibatkan Manchester, Marseille, dan Roma. Jika kesepakatan tercapai, transfer ini akan menjadi rekor baru bagi Roma, melampaui rekor sebelumnya sebesar €42 juta saat mendatangkan Patrik Schick.