TRIBUNPRIANGAN.COM - Komunikasi yang berakhlak al-karimah artinya komunikasi yang bersumber kepada Al-Qur'an.
Komunikasi antara orang tua dan anak yang baik akan menciptakan kenyamanan atau kerukunan dalam keluarga, begitu juga sebaliknya.
Komunikasi terbaik dalam keluarga Muslimah perlu.
Berbicara perihal Jumat lusa nanti, tepatnya di hari Jumat tanggal 10 Juli 2026, kita selaku laki-laki beragama muslim akan melaksanakan ibadah Salat Jumat.
Hari Jumat yang merupakan Sayyidul Ayyam atau Penghulunya Hari pun diyakini oleh kaum muslimin sebagai hari yang penuh keberkahan.
Khusus untuk khutbah pada Jumat lusa nanti, berikut merupakan naskah khutbah Jumat tanggal 10 Juli 2026 yang sudah TribunPriangan.com lansir dari berbagai sumber tentang "Perlunya Komunikasi Antara Orang Tua dan Anak Dalam Islam".
Baca juga: Naskah Khutbah Jumat 3 Juli 2026: Anjuran Menyantuni Anak Yatim di Bulan Muharam
Khutbah 1
الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا الله وَحْدَه لَاشَرِيْكَ لَهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ اْلمُبِيْن. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَـمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صادِقُ الْوَعْدِ اْلأَمِيْن. أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ. اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى: يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قُوْٓا اَنْفُسَكُمْ وَاَهْلِيْكُمْ نَارًا وَّقُوْدُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلٰۤىِٕكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُوْنَ اللّٰهَ مَآ اَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُوْنَ مَا يُؤْمَرُوْنَ
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah
Puji syukur kita ucapkan kepada Allah, yang telah memberikan kita kesehatan dan juga kesempatan hingga bisa melaksanakan shalat Jumat secara berjamaah. Shalawat dan salam kita haturkan pada baginda Nabi Muhammad saw, yang telah membimbing kita semua dari alam kejahilan, menuju cahaya Islam.
اللهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ
Selanjutnya, selaku Khatib sudah jadi tanggung jawab kami untuk mengajak kita semua, termasuk pribadi untuk meningkatkan iman dan takwa pada Allah. Sejatinya iman dan takwa adalah suluh manusia dalam menghadapi dunia yang penuh tipu dan daya. Dengan modal keduanya manusia akan selamat dari kebejatan dunia.
Hal ini sebagaimana nasihat Luqman al Hakim pada anaknya, untuk selalu beriman dan bertakwa dalam hidup. Ia berkata:
يَا بُنَيَّ إِنَّ الدُّنْيَا بَحْرٌ عَمِيقٌ يَغْرَقُ فِيهِ نَاسٌ كَثِيرٌ، فَلْتَكُنْ سَفِينَتُكَ فِيهَا تَقْوَى اللَّهِ تَعَالَى، وَحَشْوُهَا الْإِيمَانُ بِاللَّهِ تَعَالَى، وَشِرَاعُهَا التَّوَكُّلُ عَلَى اللَّهِ لَعَلَّكَ تَنْجُو
Artinya. “Wahai anak ku sesungguhnya dunia adalah lautan yang sangat dalam. Banyak manusia terjebak dan tenggelam di dalamnya, maka jadikanlah iman sebagai sampan, takwa kepada Allah sebagai layar agar engkau tak tenggelam dalam gemerlap lautan dunia ini.”
Baca juga: Naskah Khutbah Jumat 3 Juli 2026: Cara Allah SWT Memberikan Rezeki pada Manusia
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah
Komunikasi antara orang tua dan anak memainkan peran yang sangat penting dalam membangun hubungan yang sehat dan harmonis di dalam keluarga. Komunikasi tersebut melibatkan pertukaran informasi, perasaan, pandangan, dan gagasan antara orang tua dan anak, baik dalam bentuk verbal maupun nonverbal.
Pakar Psikologi Komunikasi Elizabeth B. Hurlock dalam buku Psikologi Perkembangan, menyebutkan bahwa komunikasi yang efektif antara orang tua dan anak sangat penting dalam membentuk karakter dan nilai-nilai positif pada anak kelak. Lebih lanjut, kecerdasan intrapersonal, yang merupakan bagian dari kecerdasan emosional, memainkan peran penting dalam hal ini. Kecerdasan intrapersonal merujuk pada pemahaman dan pengelolaan emosi, motivasi, serta pemahaman diri sendiri.
Baca juga: Naskah Khutbah Jumat 3 Juli 2026: Jangan Bosan Doakan Saudara di Palestina
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah
Sementara dalam Islam, komunikasi yang baik antara orang tua dan anak memiliki peran yang sangat penting dalam ajaran Islam. Hal ini mencerminkan nilai-nilai yang diajarkan oleh agama Islam yang mendorong adanya hubungan yang penuh kasih sayang, pengertian, dan pengajaran antara generasi yang lebih tua dan lebih muda.
Dalam Islam, komunikasi bukan hanya sekadar pertukaran kata-kata, tetapi juga merupakan sarana untuk mendidik, membimbing, dan membentuk karakter yang baik untuk anak. Lebih jauh lagi, komunikasi yang baik dan efektif membantu dalam pembentukan karakter anak. Orang tua dapat menyampaikan nilai-nilai penting seperti kejujuran, tanggung jawab, kerja keras, dan empati melalui percakapan sehari-hari. Anak akan lebih cenderung mengadopsi nilai-nilai ini dalam perilaku dan tindakan orang tuanya.
Baca juga: Naskah Singkat Khutbah Jumat 3 Juli 2026/18 Muharam 1448 H: Dua Dasar Kemaksiatan
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah
Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam Al-Quran surat Luqman ayat 13-14, yang menceritakan bagaimana komunikasi yang baik antara Luqman dan anaknya agar anaknya senantiasa taat kepada Allah, dan tidak menyukutukan dengan apapun. Di samping itu, seorang anak juga seyogianya berbuat baik pada orang tuanya. Dalam ayat ini, Luqman mengajak anaknya untuk dialog dengan baik.
وَاِذْ قَالَ لُقْمٰنُ لِابْنِهٖ وَهُوَ يَعِظُهٗ يٰبُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللّٰهِ ۗاِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيْمٌ ,وَوَصَّيْنَا الْاِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِۚ حَمَلَتْهُ اُمُّهٗ وَهْنًا عَلٰى وَهْنٍ وَّفِصَالُهٗ فِيْ عَامَيْنِ اَنِ اشْكُرْ لِيْ وَلِوَالِدَيْكَۗ اِلَيَّ الْمَصِيْرُ
Artinya. “(Ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, saat dia menasihatinya, “Wahai anakku, janganlah mempersekutukan Allah! Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) itu benar-benar kezaliman yang besar.”
Imam Fakhruddin Ar-Razi dalam Kitab Tafsir Mafatihul Ghaib menjelaskan bahwa ayat ini mengisahkan ketika Luqman berkata kepada anaknya sambil memberikan nasehat kepadanya, ini adalah isyarat kepada kelengkapan nasihat tersebut. Dia mencapai nasihat tersebut dengan Sangat halus, yaitu bahwa Allah mengingatkan Luqman dan menghargai usahanya ketika ia memberikan petunjuk kepada anaknya agar ia dapat mengajarkan kepadanya keutamaan Nabi yang memberikan petunjuk kepada orang asing dan kerabat.
Baca juga: Naskah Singkat Khutbah Jumat 3 Juli 2026: 7 Cara untuk Menata Hati
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah
Dalam hal ini, Luqman Al Hakim memulai dari yang paling penting dan dasar keimanan yakni, melarang dari perbuatan syirik dan berkata: "Sesungguhnya berbuat syirik adalah suatu kezaliman yang besar." Adapun bahwa itu adalah kezaliman, karena itu merupakan tindakan merendahkan diri yang mulia dan terhormat dengan perkataan-Nya yang Maha Tinggi: "Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam.
عَطْفٌ عَلَى مَعْنَى مَا سَبَقَ وَتَقْدِيرُهُ آتَيْنَا لُقْمَانَ الْحِكْمَةَ حِينَ جَعَلْنَاهُ شَاكِرًا فِي نَفْسِهِ وَحِينَ جَعَلْنَاهُ وَاعِظًا لِغَيْرِهِ وَهَذَا لِأَنَّ عُلُوَّ مَرْتَبَةِ الْإِنْسَانِ بِأَنْ يَكُونَ كَامِلًا فِي نَفْسِهِ وَمُكَمِّلًا لِغَيْرِهِ
Artinya. “Athaf [keterkaitan] atas makna yang sebelumnya, kami berikan kebijaksanaan kepada Luqman ketika kami menjadikannya bersyukur dalam dirinya dan ketika kami menjadikannya sebagai pemberi nasehat kepada orang lain. Hal ini dikarenakan tingginya derajat manusia adalah dengan menjadi sempurna dalam dirinya sendiri dan menjadi pelengkap bagi orang lain."
Lebih jauh lagi, Komunikasi antara orang tua dan anak adalah cara untuk mengajarkan moral dan etika Islam kepada generasi muda. Melalui diskusi, cerita-cerita, dan contoh nyata, orang tua dapat mengilhami nilai-nilai seperti kejujuran, kasih sayang, kesabaran, dan kerja keras dalam diri anak-anak. Ini adalah kesempatan bagi orang tua untuk berbagi hikmah dari pengalaman hidup mereka dan memberikan panduan dalam menghadapi situasi sulit.
Di sisi lain, komunikasi yang baik juga merupakan fondasi kuat untuk membangun hubungan keluarga yang harmonis. Dalam Islam, keluarga dianggap sebagai unit penting dalam masyarakat dan dihormati sebagai lingkungan yang dapat mendukung pertumbuhan dan perkembangan spiritual dan sosial. Komunikasi yang terbuka dan penuh kasih sayang membantu mengatasi konflik dan memperkuat ikatan antara anggota keluarga.
فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يٰبُنَيَّ اِنِّيْٓ اَرٰى فِى الْمَنَامِ اَنِّيْٓ اَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرٰىۗ قَالَ يٰٓاَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُۖ سَتَجِدُنِيْٓ اِنْ شَاۤءَ اللّٰهُ مِنَ الصّٰبِرِيْنَ
Artinya: Ketika anak itu sampai pada (umur) ia sanggup bekerja bersamanya, ia (Ibrahim) berkata, “Wahai anakku, sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Pikirkanlah apa pendapatmu?” Dia (Ismail) menjawab, “Wahai ayahku, lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu! Insyaallah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang sabar.”
Terakhir, dalam ajaran Islam, komunikasi antara orang tua dan anak bukan hanya perkara sepele, melainkan memiliki dampak besar dalam membentuk karakter, moral, dan spiritualitas generasi muda. Melalui komunikasi yang terbuka, penuh pengertian, dan penuh kasih sayang, orang tua dapat membimbing anak-anak dalam menghadapi tantangan hidup dan menjalani kehidupan.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِيْ هَذَا الْيَوْمِ الْكَرِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَاِيَاكُمْ بِمَا فِيْهِ الأَيَاتِ وَألذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ جَمِيْعَ أَعْمَالِنَا إِنَّهُ هُوَ الْحَكِيْمُ الْعَلِيْمُ، أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، اِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
Baca juga: Naskah Singkat Khutbah Jumat 3 Juli 2026: Penjaga Hati dan Jalan Menuju Husnul Khatimah
Khutbah 2
اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ