30 Subak di Buleleng Terima Bantuan Irigasi Rp3,6 Miliar, Perkuat Ketahanan Pangan
Ida Ayu Suryantini Putri July 09, 2026 08:03 AM

TRIBUN-BALI.COM, BULELENG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng menyerahkan bantuan sarana dan prasarana pertanian kepada 30 subak di Kabupaten Buleleng, Rabu (8/7/2026).

Bantuan yang senilai lebih dari Rp3,6 miliar itu difokuskan untuk memperkuat infrastruktur irigasi guna mendukung ketahanan pangan daerah.

Bantuan diserahkan langsung Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra di Rumah Jabatan Bupati Buleleng. Turut hadir Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna, Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (PKPP) Buleleng Gede Melandrat, serta perwakilan subak penerima bantuan.

Baca juga: Ribuan Data Pensiunan Belum Diperbarui, Pemkab Buleleng Luncurkan Inovasi SAKTI

Kepala Dinas PKPP Buleleng Gede Melandrat menjelaskan, bantuan tahap kedua tersebut diberikan kepada 30 subak yang berada di kawasan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) atau Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan (KP2B).

Nilai bantuan yang diterima masing-masing subak berkisar antara Rp100 juta hingga Rp135 juta.

"Bantuan ini difokuskan untuk pembangunan dan perbaikan infrastruktur pengairan, mulai dari saluran irigasi tersier, saluran irigasi sekunder, drainase, hingga perpompaan atau sumur bor di wilayah yang mengalami penurunan debit air," ujarnya.

Menurut Melandrat, bantuan tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam menjaga keberlanjutan lahan pertanian sekaligus meningkatkan produktivitas sektor pertanian.

Baca juga: Asyik Nonton Pertandingan Bola, Rumah Hariono Disatroni Maling di Buleleng Bali, AP Incar Tabung Gas

Penerima bantuan diprioritaskan bagi subak yang berada di kawasan LP2B sebagai bentuk dukungan terhadap perlindungan lahan sawah berkelanjutan.

Sementara itu, Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra menegaskan sektor pertanian menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah.

Selain bantuan yang bersumber dari APBN, pemerintah juga terus mengalokasikan berbagai program pendukung, mulai dari insentif bagi subak, rehabilitasi jaringan irigasi, hingga pembangunan jalan usaha tani.

"Kalau seluruh dukungan pemerintah terhadap sektor pertanian digabungkan, baik dari pemerintah pusat maupun daerah, nilainya mencapai belasan miliar rupiah. Ini bentuk komitmen pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan menjaga ketahanan pangan," kata Sutjidra.

Ia menambahkan, Pemkab Buleleng juga terus mengupayakan pembebasan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) bagi lahan sawah yang masuk kawasan LP2B melalui sinergi dengan Pemerintah Provinsi Bali.

Menurutnya, kebijakan tersebut diharapkan mampu mendorong petani tetap mempertahankan lahan pertanian sehingga alih fungsi lahan dapat dicegah.

Sutjidra optimistis penguatan infrastruktur pertanian akan meningkatkan kelancaran distribusi air ke lahan persawahan.

Dengan dukungan irigasi yang memadai, produktivitas pertanian diharapkan meningkat sehingga mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di Kabupaten Buleleng. (*)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.