Banding Prancis atas Kartu Kuning Michael Olise Ditolak FIFA
Dewi Rahayu July 09, 2026 08:41 AM

Didier Deschamps telah mengonfirmasi bahwa Michael Olise tetap berada dalam status kartu kuning untuk pertandingan perempat final Piala Dunia melawan Maroko setelah FIFA menolak banding resmi yang diajukan. Keputusan ini sangat kontras dengan langkah badan sepak bola dunia tersebut yang baru-baru ini membatalkan skorsing terhadap penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun, menambah rasa frustrasi bagi Prancis dalam upaya mereka menuju babak semifinal.

FIFA menegaskan kartu kuning dari kemenangan atas Paraguay

Dalam konferensi pers pada hari Rabu, Deschamps mengonfirmasi bahwa Federasi Sepak Bola Prancis telah mengajukan permohonan resmi untuk mencabut kartu kuning yang diberikan kepada Olise saat pertandingan babak 16 besar melawan Paraguay. Penyerang tersebut dihukum menjelang akhir pertandingan setelah bersitegang dengan Matias Galarza.

Cuplikan ulang menunjukkan bahwa Olise menarik kaus pemain Paraguay itu, meskipun ia tidak melakukan pukulan, meski Galarza tampak jatuh kesakitan. Olise telah menjadi sosok penting bagi Prancis selama turnamen ini, tampil di semua laga Piala Dunia sejauh ini dan mencatat lima assist yang mengesankan. Namun, banding tersebut ditolak, yang berarti peringatan itu tetap berlaku saat mereka bersiap menghadapi perempat final. “Kartu kuning itu tidak berubah,” jelas Deschamps. “Kami menerima pemberitahuan dari FIFA pagi ini.”

Kasus Balogun menyoroti inkonsistensi FIFA

Kegagalan banding Prancis terjadi hanya beberapa hari setelah FIFA secara kontroversial menunda hukuman kartu merah bagi penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun. Sang penyerang awalnya diusir keluar lapangan dalam pertandingan melawan Bosnia-Herzegovina, namun hukumannya ditangguhkan sebelum laga babak 16 besar setelah adanya intervensi dari pihak berprofil tinggi.

Meski mendapat keringanan yang memungkinkan Balogun tampil sebagai starter, Amerika Serikat tetap menelan kekalahan telak 4-1 dari Belgia. Belgia kini telah melaju ke perempat final untuk menghadapi Spanyol. Pemenang duel besar Eropa tersebut akan bertemu dengan pemenang antara Prancis dan Maroko di babak semifinal, menambah konteks frustrasi terhadap keputusan tegas yang dijatuhkan kepada Olise.

Prancis bersiap menghadapi ujian berat melawan Maroko

Sebelum memikirkan kemungkinan semifinal melawan Belgia atau Spanyol, Prancis terlebih dahulu harus menaklukkan tim Maroko yang tangguh. Deschamps dengan cepat menyoroti kualitas lawan mereka berikutnya, menolak perbandingan dengan laga sebelumnya dan memperingatkan skuadnya agar tidak lengah.

“Dalam hal permainan, Maroko bukanlah Paraguay,” ujar Deschamps. “Kami menghadapi Maroko empat tahun lalu, mereka mencapai final di Piala Afrika. Mereka memiliki pemain-pemain hebat, tim yang senang menguasai bola dan menyerang. Mereka memiliki kualitas yang sangat tinggi.”

Olise harus berhati-hati dalam pertandingan ini agar tidak terkena skorsing untuk babak berikutnya.

Apa langkah selanjutnya bagi Prancis dan Olise?

Prancis kini memasuki tahap akhir persiapan untuk laga perempat final penting pada hari Kamis. Deschamps harus memutuskan apakah akan mempertaruhkan Olise sejak awal, dengan mengetahui bahwa satu kartu kuning lagi akan membuatnya absen di semifinal melawan Spanyol atau Belgia. Staf medis dan teknis akan memantau kondisi skuad secara ketat sebelum kick-off, dengan tujuan meraih kemenangan penting dan melangkah lebih dekat menuju kejayaan Piala Dunia.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.