TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG – Perjalanan hidup dan bisnis kuliner Yus Elisa, atau yang akrab disapa Bunda Rayya, menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan lahiriah bukanlah penghalang untuk meraih kesuksesan besar.
Mengawali usaha dari titik nol di sebuah rumah susun, kini pemilik gerai "Dapur Bunda Rayya" tersebut sukses melesat sampai go internasional hingga dipercaya berkolaborasi dengan jajaran chef dan selebritas papan atas tanah air.
Dalam sebuah sesi wawancara podcast Women's Corner bersama Tribunsumsel.com baru-baru ini, Bunda Rayya membagikan kisah jatuh bangunnya selama satu dekade membesarkan bisnis kue basah khas Palembang.
Baca juga: Sosok dr. Reny Puspita, Direktur RS Hermina Palembang, Korbankan Cita-cita jadi Dokter Spesialis
Ia mengenang bagaimana awal mulanya pada tahun 2016 harus merintis usaha di lantai atas sebuah rumah susun di kawasan belakang Palembang Indah Mall (PIM).
Bunda Rayya mengakui bahwa Tribun Sumsel memiliki tempat yang sangat khusus di hatinya.
"Usaha Bunda bisa maju dan melesat seperti sekarang karena ada campur tangan dari Tribun Sumsel sejak tahun 2016, terbaik. Jurnalis-jurnalis Tribun dulu rela datang meliput ke rumah susun di lantai atas di belakang Palembang Indah Mall (PIM), qadarullah bisa kembali diundang ke sini dalam keadaan yang sudah berbeda," kenang Bunda Rayya emosional saat ditemui di Studio Tribunsumsel.com di gedung Graha Tribun, Jalan Alamsyah Ratu Prawira Negara, Kelurahan Bukit Lama, Palembang, Rabu (8/7/2026).
"Jurnalis Tribun dulu rela naik ke atas, atau kalau janjian kami di bawah pohon atau pinggir sungai," tuturnya haru.
Bunda Rayya tak mampu membendung air matanya saat mengenang kilas balik perjuangannya membagi peran sebagai single parent menghidupi lima anak dan merintis usaha dari titik nol.
Ia harus melakoni seluruh proses kerasnya dunia usaha secara mandiri tanpa sosok suami di sisinya.
Ia mengenang masa-masa awal tahun 2016 saat berjualan di Lorong Basah Kuliner, kawasan 16 Ilir.
"Contoh kecil, Bunda ikut acara kuliner di lorong basah itu kito pulang sampai jam 11 malam harus angkat meja dan tabung gas sendiri bersama anak-anak, jangan mikir enak ya jadi bunda tapi banyak hal yang bunda lalui," kenang Bunda Rayya dengan mata berkaca-kaca.
Kini, buah kesabaran itu terbayar lunas. Kelima anaknya tumbuh menjadi support system terbaik yang mengelola manajemen bisnisnya.
Baca juga: Kisah Pabrik Tahu Ko Ateng di Palembang: Olah Setengah Ton Kedelai hingga Jadi Pemasok Dapur MBG
Ada yang bertindak sebagai asisten pribadi yang setia menemani di 5-6 lokasi acara dalam sehari, ada yang mengurus toko, hingga ada yang bertugas menata busana Bunda Rayya saat hendak tampil sebagai narasumber.
Motivasi awalnya belajar membuat kue Palembang justru lahir dari sebuah kekecewaan masa lalu ketika membelikan kue untuk orang tuanya yang bertekstur keras dan tidak layak konsumsi. Berangkat dari sana, ia belajar secara otodidak tanpa pernah mengikuti kursus berbayar.
"Jadi kenapa tidak ya bunda harus belajar kue Palembang untuk mengobati kekecewaan orang tua dengan cara belajar dari penjual kue," katanya.
Kegigihannya berbuah manis hingga berhasil menyabet Juara 1 Nasional kompetisi business pitching di Jakarta pada tahun 2018, mewakili Provinsi Sumatera Selatan.
Kini, dengan jargon "Ingat Palembang, Ingat Bunda Rayya", lini bisnisnya tidak hanya dikenal di pasar domestik, melainkan sudah menjangkau mancanegara seperti Singapura, Malaysia, Belanda, hingga Oslo (Norwegia).
Hebatnya lagi, meski hanya menyelesaikan pendidikan hingga tingkat Sekolah Dasar (SD), Bunda Rayya kini kerap diundang sebagai mentor motivasi bisnis, pengajar di Poltekpar, hingga menjadi Ketua Asosiasi Pengusaha Kue dan Kuliner (Aspenku) Provinsi Sumatera Selatan yang membawahi ratusan UMKM.
Publikasi dan reputasi kuat yang dibangun bertahun-tahun kini membawa Dapur Bunda Rayya ke level baru.
Pada 9 Agustus mendatang, ia dipercaya untuk tampil mendampingi aktor dan chef kenamaan, Nicky Tirta, dalam acara demo masak bertajuk "Rasa Wong Kito" di Hotel Aryaduta Palembang.
Bunda Rayya mengungkapkan bahwa Nicky Tirta sangat menyukai dan memahami berbagai kuliner Palembang, seperti tekwan, maksubah, gandus, dan kue lumpang.
Kedekatan antara Bunda Rayya dan Nicky Tirta pun diakuinya sudah seperti keluarga sendiri.
Nicky dinilai sangat menghargai kuliner Palembang dan memahami filosofi kue tradisional seperti gandus dan kue lumpang.
"Nicky sudah kayak anak Bunda sendiri. Kalau Bunda ke Jakarta, dia selalu memanggil bunda, merangkul, dan memeluk bunda seperti ibunya. Jadi nanti kolaborasi bunda akan menemani Nicky, siapa yang enggak gemetaran tapi juga sangat bersyukur," ungkapnya haru.
Di akhir wawancara, ibu tunggal dari lima anak ini berpesan kepada sesama pelaku UMKM agar tidak manja dan selalu fokus.
"Kesuksesan tidak harus selalu dimulai dari hal yang besar. Ia bisa lahir dari seloyang kue dan impian yang besar," tutupnya.
Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com