Penegerian PTI Al Hilal Terus Dipacu, Bupati Siap Sediakan Lahan
Nur Nihayati July 09, 2026 10:03 AM

 

SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Pemerintah Kabupaten Pidie terus memacu proses penegerian Perguruan Tinggi Islam (PTI) Al Hilal Sigli akan menjadi satu-satunya kampus negeri di Kabupaten Pidie.

Hingga kini proses pelengkapan administrasi dan persyarakat lainnya terus dilakukan, sebut Asisten I Keistimewaan Aceh dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdakan Pidie, Dr Drs H Nadhar Putra MSi kepada Serambi, Rabu (8/7/2026) petang.

Penegerian PTI Al-Hilal Sigli merupakan upaya mengalihkan status kampus swasta di bawah Yayasan Perguruan Tinggi Islam Al-Hilal menjadi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Al-Hilal Sigli.

Gagasan ini didorong untuk menghadirkan perguruan tinggi Islam negeri di Kabupaten Pidie, memperluas akses kuliah bagi masyarakat, sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia daerah.

Prosesnya menguat pada Mei 2026 ketika Pemerintah Kabupaten Pidie, yayasan, dan civitas akademika membentuk serta menyiapkan tim fasilitasi.

Baca juga: Pemkab Pidie Dukung Penegerian PTI Al Hilal Menjadi IAIN, Yayasan Siap Serahkan Aset

UIN Ar-Raniry juga menyatakan dukungan melalui pendampingan tata kelola, penguatan SDM, dan penyusunan dokumen administrasi.

Pada 18 Juni 2026, Pemkab Pidie menggelar rapat strategis Tim Fasilitasi Penegerian.

Pemetaan awal dilakukan terhadap syarat yang diatur dalam Peraturan Menteri Agama Nomor 13 Tahun 2024, mencakup kesiapan dosen dan tenaga kependidikan, akreditasi program studi, jumlah mahasiswa, laboratorium, perpustakaan, jurnal ilmiah, aset, serta sarana-prasarana kampus.

Tahap berikutnya adalah konsultasi ke Direktorat Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Kementerian Agama RI pada 25 Juni 2026.

Baca juga: Tim Fasilitasi Penegerian PTI Al Hilal Sigli Menggelar Rapat, Pemkab Pidie Dukung Penuh

Tim membahas kelengkapan dokumen uji kelayakan dan proposal penegerian. Artinya, hingga informasi terakhir yang tersedia, PTI Al-Hilal Sigli masih berstatus swasta dan sedang dalam proses penegerian, belum resmi menjadi IAIN.

Sejarah Al Hilal

PTI Al-Hilal Sigli adalah Yayasan Perguruan Tinggi Islam Al-Hilal yang berkedudukan di Sigli, Kabupaten Pidie, Aceh.

Yayasan ini didirikan pada 27 November 1967 melalui Akta Notaris Mula Pangihutan Tambunan Nomor 11 Tahun 1967.

Kehadirannya ditujukan untuk membuka akses pendidikan tinggi bagi masyarakat Pidie dan daerah sekitarnya, terutama bagi lulusan sekolah menengah maupun dayah yang terkendala melanjutkan studi ke Banda Aceh atau luar daerah.

Dalam perkembangannya, yayasan tersebut mengelola dua perguruan tinggi, yakni STIT PTI Al-Hilal Sigli dan STIS PTI Al-Hilal Sigli. STIT Al-Hilal mulai menyelenggarakan pendidikan Strata Satu pada 20 Mei 1988, kemudian memperoleh dasar legal melalui SK Menteri Agama RI Nomor 64 Tahun 1991. Kampus ini awalnya berfokus pada pencetakan tenaga pendidik Islam.

Pada fase awal, STIT Al-Hilal memiliki Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), yang dibuka pada 1991.

Selanjutnya berkembang dengan Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) pada 2003 serta Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI).

Sementara itu, STIS Al-Hilal menjadi wadah pendidikan tinggi di bidang syariah di bawah yayasan yang sama.

Secara kelembagaan, Yayasan PTI Al-Hilal mengalami pembaruan kepengurusan pada 2015 dan memperoleh pengesahan badan hukum dari Kementerian Hukum dan HAM RI melalui SK Nomor AHU/0011007.AH.01.04.2015 tertanggal 13 Agustus 2015.

Komitmen Bupati Pidie


Kabupaten Pidie di bawah pemerintahan dipimpin Bupati Pidie H Sarjani Abdullah SH MH dan Wakil Bupati Pidie, Alzaizi terus memacu mempercepat seluruh tahapan penegerian Institut Agama Islam (IAI) Al Hilal menjadi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Al Hilal.

Komitmen tersebut ditegaskan melalui dukungan penuh pemerintah daerah dalam memenuhi seluruh persyaratan yang ditetapkan pemerintah pusat, mulai dari penyediaan lahan, kelengkapan administrasi, hingga dukungan anggaran.

Asisten I Setdakab Pidie, Dr H Nadhar Putra mengatakan, pihak terus melakukan persiapan dan melengkapi kebutuhan administrasi. Dalam waktu mendatang akan dilakukan Focus Group Discussion (FGD) tujuannya guna menghimpun dukungan masyarakat.

Pemerintah daerah juga terus berkoordinasi dengan Kementerian Agama agar seluruh persyaratan dapat dipenuhi dan proses penegerian IAI Al Hilal segera terealisasi.

Visi misi

Selain itu, langkah pemerintah untuk menegerikan PTI Al Hilal Sigli tersebut dalam butir salah satu keinginan Bupati Sarjani Abdullah untuk memperkuat kualitas pendidikan tinggi keagamaan di Kabupaten Pidie.

"Dalam visi misi ini salah satunya, merupakan visi dan keinginan Bupati. Pidie memiliki perguruan tinggi keagamaan negeri agar akses masyarakat terhadap pendidikan tinggi semakin terbuka dan kualitas sumber daya manusia terus meningkat.

Karena itu, Pemkab memberikan dukungan penuh dan memfasilitasi seluruh proses penegerian Al Hilal," kata Nadhar.

Hadirnya IAIN Al Hilal bukan hanya menjadi kebanggaan masyarakat Pidie, tetapi juga merupakan investasi jangka panjang bagi kemajuan daerah.

Karena itu, Pemkab akan terus mengawal seluruh proses hingga cita-cita menghadirkan perguruan tinggi Islam negeri di Kabupaten Pidie dapat terwujud.

Menurutnya, salah satu syarat utama penegerian adalah tersedianya lahan seluas 5 Ha.

Untuk memenuhi ketentuan tersebut, Pemkab telah mempersiapkan salah satu titik adalah di depan PCC Sigli yang sebelumnya ingin dibangun Sekolah Rakyat (SR). Kedua di dekat kampus PTI Al Hilal yakni di kawasan tanak Tgk Chik Dianjung.

Bahkan, apabila pemerintah daerah belum memiliki lahan yang memenuhi persyaratan, Bupati Sarjani Abdullah bahkan menyatakan siap menyediakan lahan milik pribadinya agar proses penegerian tidak terhambat.

"Ya Bupati siap memberikan lahan pribadi jikalau dibutuhkan. Komitmen Bupati sangat besar terhadap penegerian ini.

Beliau ingin seluruh persyaratan dapat dipenuhi sehingga cita-cita menghadirkan IAIN di Kabupaten Pidie segera terwujud," ujar Nadhar.

Sementara itu, proses lainnya selain penyediaan lahan, tim penegerian juga tengah melengkapi berbagai persyaratan administrasi dan akademik, mulai dari dokumen kelembagaan, koleksi perpustakaan, hingga penghitungan kebutuhan anggaran yang diharapkan dapat diakomodasi dalam Perubahan APBK Pidie.

Di sisi lain, Nadhar mengungkapkan, Pemkab Pidie telah melakukan koordinasi dengan Direktorat Kelembagaan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama di Jakarta dan memperoleh sambutan positif. 

Menurutnya, Al Hilal yang berdiri sejak 1967 memiliki rekam jejak panjang dalam pengembangan pendidikan tinggi Islam sehingga memiliki modal kuat untuk ditingkatkan statusnya menjadi perguruan tinggi negeri.

Lebih jauh, ia menilai penegerian IAI Al Hilal bukan sekadar perubahan status kelembagaan. Kehadiran IAIN Al Hilal diyakini akan menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah melalui meningkatnya aktivitas akademik, bertambahnya jumlah mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan yang akan mendorong tumbuhnya usaha rumah kos, kuliner, transportasi, perdagangan, percetakan, hingga sektor usaha mikro, kecil, dan menengah.

"Kehadiran IAIN akan membuka peluang usaha baru, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat, sekaligus memperkuat posisi Pidie sebagai salah satu pusat pendidikan tinggi Islam di Aceh," pungkasnya Nadhar.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.