Kelangkaan BBM di Aceh Tenggara Berlanjut, Antrean Kendaraan Mengular di Sejumlah SPBU
Sri Widya Rahma July 09, 2026 11:54 AM

Laporan Wartawan Tribun Gayo Asnawi Luwi | Aceh Tenggara

TribunGayo.com, KUTACANE - Kelangkaan pasokan bahan bakar minyak (BBM) jenis Biodiesel, Pertalite, dan Pertamax92 di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Aceh Tenggara, Provinsi Aceh, masih terus terjadi.

Kondisi tersebut menyebabkan antrean panjang kendaraan bermotor hingga mengular ke badan jalan dan mengganggu arus lalu lintas di Jalan Nasional Kutacane-Medan pada Kamis (9/7/2026) pagi.

Baca juga: Stok BBM Subsidi Langka di Aceh Tenggara, Antrean Kendaraan Mengular

Pantauan Langsung di Sejumlah SPBU di Aceh Tenggara

Pantauan wartawan TribunGayo.com di lapangan sekitar pukul 08.30 WIB, menunjukkan antrean panjang kendaraan terjadi di SPBU Kuning, Kecamatan Bambel, Aceh Tenggara.

Antrean tersebut bahkan sempat memicu kemacetan lalu lintas bagi kendaraan yang melintas dari arah Kutacane menuju Medan maupun sebaliknya.

Sekitar pukul 08.40 WIB, kondisi serupa juga terlihat di SPBU Lawe Kihing, Kecamatan Bambel.

Antrean kendaraan mengular di kedua sisi jalan, sehingga memperlambat arus lalu lintas.

Sementara itu, di SPBU Lawe Desky, Kecamatan Babul Makmur, antrean kendaraan telah terjadi sejak sekitar pukul 05.00 WIB.

Hingga pukul 09.20 WIB, pengendara masih terus mengantre untuk mendapatkan BBM.

Keluhan Sopi Mobil Angkutan Kutacane-Lawe Pakam

Salah seorang sopir mobil penumpang (Mopen) rute Kutacane-Lawe Pakam, Ali Basrah kepada wartawan TribunGayo.com, Kamis (9/7/2026), mengaku kondisi antrean yang mengular telah berlangsung lebih dari sepekan.

Menurutnya, antrean panjang kendaraan terjadi sejak dini hari dan kerap mengganggu kelancaran arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan nasional.

Baca juga: Meski Telah Diresmikan, BBM B50 Belum Tersedia di SPBU Bener Meriah

"Sudah seminggu lebih antrean panjang kendaraan bermotor untuk mengisi BBM di Aceh Tenggara. Mereka antre berjam-jam untuk mendapatkan BBM.

Bahkan pada pagi hari usai salat subuh, antrean panjang kendaraan bermotor masih mengular," ujar Ali Basrah.

Ia menilai, kondisi tersebut kerap mengganggu arus lalu lintas di Jalan Nasional Kutacane-Medan.

"Kondisi serupa juga terjadi di SPBU Kuning Kecamatan Bambel. Kelangkaan BBM kami tak tau penyebabnya, sepertinya perlu dilakukan pengawasan ketat distribusi BBM guna mencegah terjadinya penyimpangan," pungkas Ali. 

Penjelasan Pengelola SPBU Lawe Desky Aceh Tenggara

Sementara itu, salah seorang pengelola SPBU Lawe Desky, Kecamatan Babul Makmur, Ragam Bancin mengatakan pihaknya secara rutin menerima pasokan BBM.

Untuk jenis Pertalite maupun Biodiesel, volume pasokan berkisar antara 8 hingga 16 ton setiap kali pengiriman.

Menurut Ragam, panjangnya antrean kendaraan bukan semata-mata disebabkan berkurangnya pasokan BBM di SPBU Aceh Tenggara.

Banyak pengendara memilih mengisi BBM di Aceh Tenggara sebelum melanjutkan perjalanan ke Medan karena di sejumlah wilayah Sumatera Utara BBM juga sulit diperoleh.

Akibatnya, jumlah kendaraan yang mengisi BBM di SPBU wilayah Aceh Tenggara meningkat dan memicu antrean panjang.

"Antrian panjang kendaraan bermotor itu, karena mereka rela antre berjam-jam, karena banyak kendaraan bermotor yang menuju Medan. Karena di Sumatera Utara kendaraan bermotor ini sulit mendapatkan BBM," jelas Ragam. (*)

Baca juga: SPBU Lawe Desky di Aceh Tenggara Mulai Jual BBM B50, Kendaraan Mengantre Panjang

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.