Gelombang Panas 'Menggila' di Prancis, Angka Kematian Melonjak 30 Persen
GH News July 09, 2026 02:08 PM
Jakarta -

Gelombang panas ekstrem (heatwave) yang melanda Prancis memicu lonjakan angka kematian. Otoritas kesehatan setempat mencatat jumlah kematian meningkat hampir 30 persen pada pekan yang dimulai 22 Juni 2026, saat negara itu mengalami puncak gelombang panas terparah.

Badan kesehatan masyarakat Prancis melaporkan terjadi kenaikan angka kematian sebesar 29,1 persen atau sekitar 2.025 kematian tambahan dibandingkan pekan sebelumnya. Namun, angka tersebut disebut kemungkinan masih lebih rendah dari kondisi sebenarnya karena data masih terus diperbarui.

Wilayah Paris menjadi daerah yang terdampak paling besar. Jumlah kematian di kawasan tersebut melonjak hingga 62 persen selama periode yang sama. Lonjakan serupa juga dilaporkan terjadi di wilayah Pays de la Loire.

Dikutip dari CNA, gelombang panas yang melanda Prancis sepanjang Juni berlangsung sekitar 11 hari. Suhu di banyak wilayah bahkan menembus lebih dari 40 derajat Celsius, menjadikannya salah satu heatwave paling ekstrem yang pernah terjadi di negara tersebut.

Kondisi ini kembali memicu kritik terhadap pemerintah. Sejumlah politikus menilai langkah antisipasi menghadapi suhu ekstrem masih belum memadai. Partai Hijau Prancis bahkan mengajukan mosi tidak percaya terhadap pemerintahan Perdana Menteri Sebastien Lecornu.

Meski begitu, pemerintah menilai dampak heatwave kali ini masih lebih ringan dibandingkan bencana gelombang panas pada 2003. Saat itu sekitar 15 ribu orang meninggal dunia, sebagian besar merupakan lansia yang tinggal di panti jompo.

Menteri Kesehatan Prancis Stephanie Rist mengatakan jumlah korban jiwa akibat heatwave tahun ini kemungkinan tidak akan menyamai tragedi 2003.

Direktur Jenderal Sistem Rumah Sakit Paris Nicolas Revel juga memperkirakan angka kematian akibat gelombang panas Juni 2026 akan lebih rendah dibandingkan 2003. Namun, ia menyebut jumlah korban kemungkinan tetap lebih tinggi dibandingkan gelombang panas tahun lalu yang dilaporkan menewaskan sekitar 5.700 orang.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.