Bisa Bikin Hubungan Retak, Hindari Mengucapkan 12 Kalimat Ini kepada Pasangan
Abd Rahman July 09, 2026 02:47 PM

TRIBUN-SULBAR.COM – Komunikasi menjadi salah satu kunci utama dalam menjaga hubungan asmara tetap sehat.

Namun, saat emosi sedang memuncak, seseorang terkadang mengucapkan kalimat yang justru memperkeruh keadaan.

Meski terdengar sepele, beberapa ucapan dapat melukai perasaan pasangan, memicu kesalahpahaman, hingga merusak kepercayaan dalam hubungan.

Baca juga: Penjual Buket Bunga Panen Rezeki di Lokasi Wisuda Universitas Tomakaka

Baca juga: Gaji Guru Diusulkan Naik Rp5 Juta Per Bulan, Rektor STIT Al-Chaeriyah Mamuju: Patut Diapresiasi

Karena itu, penting untuk memahami kalimat-kalimat yang sebaiknya dihindari saat berkomunikasi dengan pasangan.

Dikutip dari The Queen Zone, berikut 12 ucapan yang sebaiknya tidak dilontarkan kepada pasangan.

1. "Kamu Bertingkah Gila Sekarang"

Menyebut pasangan "gila" saat sedang berdebat hanya akan membuatnya merasa diremehkan. Kalimat ini juga menutup ruang untuk berdiskusi secara sehat karena fokus pembicaraan beralih pada serangan pribadi.

2. "Tenanglah, Kamu Terlalu Berlebihan"

Meminta pasangan untuk tenang ketika emosinya sedang memuncak sering kali justru memperburuk situasi. Ucapan ini bisa membuat pasangan merasa emosinya dianggap tidak penting.

3. "Kamu Selalu Melakukan Ini"

Menggunakan kata-kata seperti "selalu" atau "tidak pernah" dapat membuat pasangan merasa seluruh kepribadiannya sedang disalahkan. Lebih baik fokus pada masalah yang sedang terjadi daripada mengungkit kebiasaan masa lalu.

4. "Mantan Saya Dulu Tidak Begitu"

Membandingkan pasangan dengan mantan merupakan salah satu kesalahan yang paling sering memicu konflik. Perbandingan seperti ini dapat menimbulkan rasa tidak dihargai dan memicu kecemburuan.

5. "Kamu Benar-Benar Mau Memakai Itu?"

Mengomentari penampilan pasangan dengan nada meremehkan dapat menurunkan rasa percaya dirinya. Jika pasangan tidak meminta pendapat, sebaiknya hindari kritik terhadap pilihan pakaiannya.

6. "Kamu Mirip Sekali dengan Ibumu"

Membawa keluarga ke dalam pertengkaran biasanya hanya memperbesar konflik. Kalimat ini dapat menyentuh sisi sensitif pasangan yang sebenarnya tidak berkaitan dengan masalah yang sedang dibahas.

7. "Terserah Kamu Saja"

Jawaban seperti ini sering diartikan sebagai bentuk ketidakpedulian. Dalam hubungan, memberikan pendapat menunjukkan bahwa Anda tetap terlibat dan menghargai keputusan bersama.

8. "Ini Bukan Masalah Besar"

Apa yang menurut Anda sepele belum tentu dirasakan sama oleh pasangan. Mengabaikan perasaannya hanya akan membuat ia merasa tidak dipahami.

9. "Mungkin Saya Memang Pacar yang Buruk"

Kalimat ini dapat mengalihkan fokus dari penyelesaian masalah menjadi upaya menenangkan pihak yang sedang dikritik. Komunikasi akan lebih sehat jika masing-masing bertanggung jawab atas tindakannya.

10. "Kamu Kelihatan Bertambah Gemuk"

Komentar negatif mengenai bentuk tubuh pasangan bisa meninggalkan dampak emosional yang cukup besar. Jika tidak diminta, sebaiknya hindari mengkritik penampilan fisiknya.

11. "Kalau Kamu Benar-Benar Mencintaiku, Kamu Akan Melakukannya"

Mengaitkan cinta dengan tuntutan tertentu termasuk bentuk tekanan emosional. Hubungan yang sehat dibangun atas dasar saling menghormati, bukan melalui ancaman atau rasa bersalah.

12. "Tidak Ada Apa-Apa, Aku Baik-Baik Saja"

Memendam masalah sambil berpura-pura semuanya baik-baik saja justru dapat menciptakan jarak emosional.

Jika belum siap berbicara, sampaikan bahwa Anda membutuhkan waktu sebelum melanjutkan percakapan.

Komunikasi yang terbuka, jujur, dan penuh empati menjadi fondasi penting dalam sebuah hubungan.

Memilih kata-kata dengan bijak tidak hanya membantu meredam konflik, tetapi juga memperkuat rasa saling percaya dan menghargai antara pasangan.(*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.