Misteri Pemilik Rumah Mewah di Sentul, Simpan Emas 74 Kg & Valas Rp476 Miliar, Ini Pengakuan Satpam
Rita Lismini July 09, 2026 02:54 PM

TRIBUNBENGKULU.COM - Misteri pemilik rumah mewah di kawasan Sentul, Kecamatan Babakanmadang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, yang menjadi lokasi penyitaan 74 kilogram emas batangan dan valuta asing senilai sekitar Rp476 miliar masih belum terungkap.

Hingga Kamis (9/7/2026), penyidik belum mengungkap identitas pemilik rumah yang kini menjadi sorotan publik tersebut.

Di tengah ramainya perbincangan mengenai rumah penyimpan aset bernilai fantastis itu, pengakuan satpam kompleks tempat rumah berada justru menambah misteri.

Petugas keamanan kompleks, Hardi, mengaku sama sekali tidak mengetahui siapa pemilik rumah mewah tersebut, meski bangunan itu telah lama berdiri di kawasan Cluster Mediterania I Bukit Golf Hijau.

Menurut Hardi, selama bertugas sebagai satpam kompleks, dirinya belum pernah sekalipun bertemu langsung dengan pemilik rumah tersebut.

Ia mengaku hanya mengenal penjaga rumah yang bernama Tata.

"Kalau pemiliknya saya kurang mengetahui. Belum pernah ketemu, adanya penjaga rumahnya saja, penjaga rumahnya sudah 4 tahunan," ujarnya, Kamis (9/7/2026).

Hardi menjelaskan, rumah yang berada di Cluster Mediterania I Bukit Golf Hijau itu sangat jarang ditempati.

Selama bertugas, ia hampir tidak pernah melihat aktivitas penghuni di dalam rumah tersebut.

"Ini rumahnya rumah weekend gitu, jadi pemilik rumah jarang kesini, kebetulan juga pemiliknya gak pernah kesini, kondisinya gini aja sepi," katanya.

Rumah mewah itu belakangan menjadi perhatian publik setelah aparat kepolisian melakukan penggeledahan dan menyita aset berupa 74 kilogram emas batangan serta valuta asing dengan total nilai sekitar Rp476 miliar.

Meski demikian, hingga kini identitas pemilik rumah tersebut masih menjadi misteri.

Ketua RW Mengaku Tak Mengenal Pemilik Rumah

Di tengah besarnya perhatian publik terhadap temuan tersebut, identitas pemilik rumah masih belum diketahui.

Ketua RW setempat, Agung Hermawan, juga mengaku tidak mengenal siapa pemilik rumah mewah yang kini menjadi lokasi penggeledahan polisi.

Menurutnya, penghuni rumah dikenal sangat tertutup dan hampir tidak pernah berinteraksi dengan warga sekitar.

"Warganya kurang bergaul sama kami, jadi kita juga kurang informasi mengenai pemilik rumah," kata Agung saat ditemui di lokasi penggeledahan, Kamis (9/7/2026).

Rumah Disebut Selalu Sepi

Agung menuturkan, rumah tersebut sehari-hari tampak kosong dan nyaris tidak menunjukkan aktivitas layaknya rumah yang dihuni.

Menurutnya, hanya seorang penjaga yang diketahui mengurus rumah tersebut.

"Kosong, hanya ada yang jaga aja. Kita sering lewat sini enggak ada mencurigakan juga," jelasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa rumah itu diketahui telah dibeli sejak tahun 2010.

Namun selama bertahun-tahun, pemilik rumah tidak pernah melapor kepada pengurus lingkungan sehingga identitasnya tetap tidak diketahui.

"Itu yang tadi saya sesalin, mereka tidak lapor sama sekali. Tadi Ketua RT lapor sama saya juga belum pernah lapor. Tadi saya ditanya PBB-nya siapa enggak tau juga, jadi kita kurang informasi," ungkapnya.

Sempat Melihat Foto Seorang Perempuan

Agung mengaku sempat masuk ke dalam rumah saat proses penggeledahan berlangsung.

Di dalam rumah, ia melihat sebuah foto seorang perempuan yang terpajang di salah satu ruangan.

Namun demikian, ia mengaku tidak mengetahui siapa sosok perempuan yang ada di dalam foto tersebut.

"Enggak kenal saya fotonya, ada foto ibu-ibu yang saya lihat fotonya di tempat saya berdiri," pungkasnya.

Ramai Dikaitkan dengan Jampidsus Febrie Adriansyah 

Kini sosok Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah malah menjadi perhatian publik.

Hal itu menyusul kabar rumah pribadinya di kawasan Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, dijaga puluhan anggota TNI, pada Rabu (8/7/2026) malam.

Mengutip Kompas.id, pengamanan di kediaman Febrie Adriansyah terlihat bersamaan dengan munculnya isu dugaan penggeledahan, setelah aparat kepolisian lebih dulu menggeledah Kafe de'CLAN Signature di kawasan Cipete, Jakarta Selatan.

Hingga kini belum ada keterangan resmi dari Febrie Adriansyah maupun Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung, Anang Supriatna, terkait alasan penjagaan tersebut.

Di tengah sorotan itu, publik juga kembali mencari informasi mengenai profil, rekam jejak karier, hingga harta kekayaan Febrie Adriansyah.

Profil dan Rekam Jejak Febrie Adriansyah

Berdasarkan laman resmi Kejaksaan RI, Febrie Adriansyah lahir di Jakarta pada 19 Februari 1968.

Meski lahir di ibu kota, ia menghabiskan masa kecil hingga menyelesaikan pendidikan dasar, menengah, dan perguruan tinggi di Jambi.

Kariernya sebagai jaksa dimulai pada 1996 saat bertugas di Kejaksaan Negeri Sungai Penuh, Kabupaten Kerinci.

Di sana, ia meniti karier hingga menjabat Kepala Seksi Intelijen.

Selanjutnya, Febrie mendapat berbagai penugasan di lingkungan Kejaksaan.

Ia pernah dipercaya sebagai Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Dirdik Jampidsus).

Saat menjabat Dirdik Jampidsus, Febrie menangani sejumlah perkara korupsi besar yang menyita perhatian nasional, di antaranya kasus korupsi PT Asuransi Jiwasraya, PT Asabri, serta dugaan korupsi fasilitas kredit PT Bank Tabungan Negara (BTN).

Pada 29 Juli 2021, Febrie dilantik sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) DKI Jakarta.

Hanya sekitar lima bulan kemudian, tepatnya pada 6 Januari 2022, ia dipercaya menjabat Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung.

Harta Kekayaan Febrie Adriansyah

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dilaporkan pada 7 Maret 2026 untuk periodik 2026, total harta kekayaan Febrie Adriansyah mencapai Rp18.261.445.180.

Rincian kekayaannya meliputi:

Tanah dan bangunan: Rp14.852.820.000

Alat transportasi dan mesin: Rp2.310.500.000

Harta bergerak lainnya: Rp60.000.000

Kas dan setara kas: Rp938.125.180

Harta lainnya: Rp100.000.000

Febrie tidak tercatat memiliki surat berharga maupun utang dalam laporan tersebut.

Daftar Kendaraan Febrie Adriansyah

Dalam LHKPN, Febrie Adriansyah melaporkan memiliki empat unit mobil dengan total nilai Rp2.310.500.000, yakni:

Honda HR-V RU5 1.8 tahun 2018 senilai Rp300 juta.

Toyota Land Cruiser Prado 2.7 tahun 2020 senilai Rp502 juta.

Peugeot New 2008 AT tahun 2018 senilai Rp530 juta.

Toyota Alphard 2.5 G A/T tahun 2021 senilai Rp978,5 juta.

Selain kendaraan, aset terbesar Febrie berasal dari kepemilikan tanah dan bangunan di Jakarta Selatan, Tangerang Selatan, dan Bandung dengan total nilai mencapai Rp14,85 miliar.

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.