Fenomena Angin Kencang di Majalengka, Dikenal Sebagai Angin Kumbang, Bisa Tembus 60 Km/Jam
Seli Andina Miranti July 09, 2026 03:29 PM

Laporan Kontributor Adhim Mubaroq

TRIBUNJABAR.ID, MAJALENGKA - Angin kencang yang kerap melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, saat musim kemarau ternyata bukanlah fenomena yang aneh. Meski tidak memiliki wilayah pantai, hembusan angin di daerah ini bahkan dapat mencapai kecepatan hingga 60 kilometer per jam pada puncak musim kemarau.

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kertajati, Dyan Anggraeni, menjelaskan rata-rata kecepatan angin di Majalengka berada pada kisaran 6 hingga 10 knot atau sekitar 11–19 kilometer per jam.

Namun, dalam satu pekan terakhir, kecepatan angin maksimum yang tercatat dari tiga titik pengamatan mencapai 26 knot atau sekitar 48 kilometer per jam.

Baca juga: Kisah Mencekam Warga Beringin Cirebon Saat Angin Kencang Meniup Atap: 24 Rumah dan 1 Sekolah Rusak

"Pada puncak musim kemarau, kecepatan angin dapat meningkat hingga 32 knot atau sekitar 60 kilometer per jam, bahkan lebih pada kondisi tertentu," ujar Dyan.

Ia menjelaskan, fenomena tersebut dipengaruhi oleh kondisi geografis Majalengka yang berada di sebelah utara Gunung Ciremai. 

Saat musim kemarau, angin bergerak menuruni lereng gunung menuju wilayah dataran rendah Majalengka dengan membawa udara panas, kering, dan berkecepatan tinggi atau yang dikenal sebagai angin kumbang.

Selain itu, bentang alam di wilayah utara Majalengka yang didominasi hamparan persawahan dan lahan terbuka membuat hembusan angin bergerak tanpa banyak hambatan sehingga terasa lebih kuat.

Fenomena ini menjadi salah satu karakteristik alam Majalengka, terutama di kawasan Kertajati, Jatitujuh, Ligung hingga wilayah persawahan di bagian utara yang hampir setiap musim kemarau mengalami hembusan angin cukup kencang.

Terkenal dengan Sebutan Kota Angin

Kabupaten Majalengka sendiri memiliki jukulakn Kota Angin. Julukan ini bukan hanya dikenal warga setempat, tetapi juga oleh warga di luar wilayah Majalengka.

Dilansir dari Kompas.com, asal usul Majalengka Kota Angin diungkap Ketua Grup Majalengka Bahuela (Grumala), Nana Rohmana.

Menurutnya, Majalengka sudah terkenal sebagai Kota angin sejak 1908. Angin di majalengka terkenal kencang, terutama pada periode Juni-September.

Baca juga: 24 Rumah Rusak dan 150 Jiwa Terdampak, Ini Data Lengkap Kerusakan Angin Kencang di Beringin Cirebon

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.