Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna
TRIBUNPRIANGAN.COM, PANGANDARAN - Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) bersama DPRD Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat kembali mendesak pemerintah daerah agar segera mengambil langkah konkret dalam menangani tumpahan batu bara di perairan Pangandaran yang hingga kini belum menunjukkan perkembangan signifikan.
Insiden tongkang bermuatan ribuan ton batu bara yang mengalami gangguan di perairan Pangandaran pada 16 Juni 2026 mengakibatkan muatan batu bara tumpah ke laut.
Hampir sebulan berlalu, proses evakuasi material batu bara dari dasar laut belum dilakukan dan berpotensi memperparah dampak terhadap lingkungan maupun aktivitas nelayan.
Baca juga: Jeje Wiradinata Kecewa Respons Dinas Soal Pencemaran Batu Bara: Banyak Benur Mati
Ketua HNSI Kabupaten Pangandaran, Jeje Wiradinata, menilai Pemerintah Kabupaten Pangandaran harus lebih serius dalam menangani persoalan tersebut.
"Pemda harus serius melakukan langkah-langkah. Ini kan sudah hampir satu bulan. Saya sudah ke DPRD dan sebagainya. Jadi, ini agak abai," ujar Jeje kepada sejumlah wartawan di Bojongsalawe Parigi, Kamis (9/7/2026) siang.
Menurutnya, pemerintah daerah tidak boleh hanya menunggu proses berjalan, tapi harus aktif melibatkan seluruh pihak yang memiliki kompetensi, termasuk organisasi nelayan yang merasakan langsung dampak insiden tersebut.
"Misalkan, kita HNSI diajak ngobrol. Libatkan semua pihak agar penanganannya lebih efektif," katanya.
Senada dengan itu, Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran, Asep Noordin, menegaskan sejak awal pihaknya sudah mengingatkan agar penanganan dilakukan secepat mungkin, termasuk pemantauan kondisi lingkungan secara berkala.
"Jadi, kita sudah minta tolong lakukan segera. Termasuk uji laboratorium berkala juga harus dilakukan," ucap Asep.
Asep menilai dampak pencemaran terhadap ekosistem laut tidak bisa dianggap sepele karena proses pemulihannya membutuhkan waktu yang panjang jika tidak segera ditangani.
"Intinya sekarang batu bara yang berada di dalam laut harus secepatnya dievakuasi. Minimalisir dulu perluasan pencemaran. Caranya, segera angkut batu bara dari dalam laut," ujarnya. (*)