Suasana Mencekam Duel Prancis dan Maroko di Luar Lapangan, Kota Paris Siaga 1
Muhammad Nursina Rasyidin July 09, 2026 05:30 PM

 

TRIBUNNEWS.COM - Pertandingan babak perempat final Piala Dunia 2026 antara Prancis dan Maroko bakal menjadi salah satu sorotan terbesar di berbagai belahan dunia.

Demikian pula yang ada dalam benak pemerintah Prancis menjelang terjadinya pertandingan itu pada Jumat (10/7/2026) pukul 03.00 WIB di Boston Stadium, Massachussets, Amerika Serikat.

Pemerintah Prancis akan mengerahkan pasukan keamanan ekstra di kota Paris untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Prancis sendiri cukup percaya diri untuk tampil menghadapi Maroko di pertandingan 8 besar nanti.

Mereka datang dengan lini depan yang sangat mentereng dan menjadi dambaan tim mana pun.

Kombinasi antara Kylian Mbappe, Michael Olise, dan Ousmane Dembele menjadi momok mematikan bagi lini belakang negara -negara yang menjadi lawan.

"Di Piala Dunia sekarang, Mbappe punya peran sebagai pemain nomor sembilan alias target man," ujar Gigih, seorang football enthusiast, dalam podcast Super Taktik di kantor Tribunnews Solo, Karanganyar, Jawa Tengah.

"Dibantu pemain sekelas Dembele dan Olise, Mbappe tetap akan menjadi tumpuan bagi Deschamps,"

"Deschamps ini tipe pelatih seperti Ancelotti, ia akan membangun kualitas timnya dengan pemain kunci yang ia miliki, dan kalau di Prancis, ya Kylian Mbappe," lanjutnya.

Baca juga: Latihan Rahasia Maroko Hadapi Prancis, Cuma Pemain Cadangan Diumbar Depan Media

Terlepas dari kemampuan lini depan yang mentereng, Prancis tetap harus waspada dengan Maroko.

Maroko juga datang dengan momentum luar biasa selama mengikuti Piala Dunia 2026.

Untuk itu, panasnya pertandingan di atas lapangan bisa saja merembet ke area nonton bareng yang ada di Paris.

Pemerintah Paris berencana menutup sementara stasiun metro (kereta bawah tanah) dan meluncurkan drone untuk memantau situasi, terkhusus di area yang menjadi konsentrasi massa, dikutip dari Hespress.

Beberapa stasiun metro di sekitar Champs-Elysees dan lokasi-lokasi lain yang menjadi pusat keramaian akan ditutup mulai pukul 21.00 waktu setempat, seiring upaya pihak berwenang mengendalikan ribuan pendukung yang diperkirakan akan berkumpul untuk merayakan sebelum dan sesudah pertandingan.

Pertandingan Prancis dan Maroko akan digelar pada pukul 22.00 waktu Paris.

Untuk itu, pihak keamanan mulai melakukan pencegahan jauh sebelum kick off dimulai dan setelah pertandingan rampung.

Petugas keamanan tambahan juga akan dikerahkan di berbagai lokasi penting, termasuk kawasan wisata dan area sering dikunjungi oleh pendukung sepak bola.

Pihak berwenang mengatakan langkah-langkah tersebut bertujuan untuk menjamin keselamatan publik dan mencegah terjadinya kerusuhan, sekaligus tetap memberikan kesempatan kepada para pendukung untuk merayakan event yang sedang berlangsung.

Pihak berwenang Prancis memperkirakan sebagian besar suporter akan berkumpul secara damai.

Namun, mereka menegaskan pengamanan ketat tetap diperlukan mengingat insiden-insiden yang pernah terjadi dalam pertandingan-pertandingan bergengsi sebelumnya.

Salah satu contohnya adalah saat Piala Dunia 2022 berlangsung, yang juga mempertemukan Prancis dan Maroko, yang kala itu digelar di babak semifinal.

Setelah laga usai, penggemar Prancis dan Maroko terlibat bentrok.

Akibatnya, 260 orang ditangkap pihak keamanan Prancis, di mana 167 di antaranya terjadi di Paris.

Pihak Prancis pastinya tak ingin hal itu kembali terjadi dan memilih melakukan pencegahan dengan mengerahkan petugas dan protokol keamanan ketat.

Pihak keamanan juga akan memantau situasi media sosial untuk memetakan hal-hal yang bisa terjadi di sana.

(Tribunnews.com/Guruh)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.