Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Menjelang dimulainya kegiatan belajar mengajar Tahun Ajaran 2026/2027, pada tanggal 13 Juli 2026 nanti.
Saat ini masih terdapat sekitar 360 calon siswa di Provinsi Bengkulu yang belum memperoleh sekolah negeri setelah seluruh tahapan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) selesai dilaksanakan.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Bengkulu memastikan ratusan calon peserta didik tersebut tetap memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan melalui mekanisme distribusi ke sekolah-sekolah yang hingga kini masih memiliki daya tampung.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu Zulhendri, mengatakan proses distribusi dilakukan karena para calon siswa tersebut tidak lolos seleksi pada jalur penerimaan yang telah dibuka selama pelaksanaan SPMB.
Menurutnya, di Kota Bengkulu masih terdapat sejumlah SMA negeri yang memiliki kursi kosong sehingga dapat menerima tambahan peserta didik.
Adapun sekolah yang menjadi tujuan distribusi untuk jenjang SMA meliputi SMA Negeri 4 Kota Bengkulu, SMA Negeri 8 Kota Bengkulu, SMA Negeri 9 Kota Bengkulu, dan SMA Negeri 12 Kota Bengkulu.
Sementara itu, bagi calon siswa yang berminat melanjutkan pendidikan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Dinas Pendidikan telah menyiapkan distribusi ke tiga sekolah, yakni SMK Negeri 5 Kota Bengkulu, SMK Negeri 6 Kota Bengkulu, dan SMK Negeri 7 Kota Bengkulu.
Baca juga: SPMB 2026 Kota Bengkulu Permudah Pendaftaran, Legalisir KK dan Akta Dihapus
Proses pendaftaran bagi siswa yang akan mengikuti distribusi dilakukan menggunakan rekomendasi dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu.
Dengan rekomendasi tersebut, calon siswa dapat langsung mendatangi sekolah tujuan yang masih membuka kuota penerimaan.
Pilihan sekolah negeri yang masih dapat menerima peserta didik baru saat ini sudah sangat terbatas karena sebagian besar sekolah telah memenuhi daya tampung sesuai ketentuan.
Karena itu, para calon siswa yang belum memperoleh sekolah diimbau segera mengurus proses distribusi agar dapat mengikuti kegiatan belajar sejak awal tahun ajaran baru.
Untuk wilayah kabupaten, Zulhendri menyebut kewenangan distribusi telah didelegasikan kepada Cabang Dinas (Cabdin) Pendidikan di masing-masing wilayah.
Calon siswa yang belum memperoleh sekolah cukup melapor ke Cabdin setempat untuk mendapatkan rekomendasi penempatan sesuai sekolah yang masih memiliki kuota.
“Kalau di kabupaten, silakan langsung berkoordinasi dengan Cabang Dinas Pendidikan karena mereka merupakan perpanjangan tangan Dinas Pendidikan di daerah dan akan membantu proses distribusi siswa,” jelas Zulhendri.
Selain melalui distribusi ke SMA dan SMK negeri, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu juga masih membuka alternatif melalui Program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ).
Program tersebut dipusatkan di SMA Negeri 11 Kota Bengkulu dengan sistem pembelajaran yang disesuaikan dengan mekanisme pendidikan jarak jauh.
Meski proses belajar dilakukan menggunakan skema PJJ, Zulhendri memastikan peserta didik tetap akan memperoleh ijazah resmi yang diterbitkan oleh SMA Negeri 11 Kota Bengkulu.
Dinas Pendidikan berharap seluruh calon siswa yang hingga kini belum memperoleh sekolah dapat segera menentukan pilihan, baik melalui jalur distribusi ke SMA negeri, SMK negeri, maupun Program Pendidikan Jarak Jauh, sehingga seluruh peserta didik tetap dapat mengikuti proses belajar mengajar yang dijadwalkan mulai berlangsung pada Senin pekan depan.