Dokter Ungkap Intervensi Vaskular Bisa Bantu Cegah Stroke Berulang, Ini Penjelasannya
Ardhi Sanjaya July 09, 2026 05:07 PM

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Intervensi vaskular kini dapat menjadi salah satu pilihan untuk membantu mencegah terjadinya stroke berulang.

Stroke iskemik merupakan jenis stroke yang paling banyak terjadi, yakni sekitar 87 persen dari seluruh kasus stroke di dunia. 

Kondisi ini muncul ketika aliran darah menuju otak tersumbat akibat penumpukan plak pada pembuluh darah (aterosklerosis) atau gumpalan darah, sehingga pasokan oksigen ke jaringan otak terganggu. 

Dokter Spesialis Bedah Vaskular Subspesialis Bedah Vaskular Endovaskular Konsultan, dr. Tom Christy Adriani, Sp.B, Subsp.BVE (K), mengatakan pasien dengan risiko tinggi maupun mereka yang pernah mengalami Transient Ischemic Attack (TIA) atau stroke, intervensi vaskular dapat menjadi pilihan membantu mencegah terjadinya stroke berulang. 

Menurutnya, intervensi vaskular merupakan prosedur invasif minimal yang bertujuan membuka kembali pembuluh darah yang mengalami penyempitan atau penyumbatan sehingga aliran darah menuju otak dapat kembali optimal. 

"Tujuan tindakan ini adalah memperbaiki aliran darah ke otak dengan membuka pembuluh darah yang menyempit atau tersumbat sehingga risiko stroke dapat berkurang," katanya.  

Ia menjelaskan, terdapat beberapa jenis intervensi vaskular yang digunakan untuk mencegah maupun menangani stroke iskemik. 

Salah satunya adalah carotid angioplasty and stenting (CAS), yaitu prosedur yang dilakukan pada pasien dengan penyempitan arteri karotis, pembuluh darah utama yang memasok darah ke otak. 

Pada prosedur tersebut, dokter memasukkan kateter melalui pembuluh darah di pangkal paha atau pergelangan tangan menuju arteri karotis yang mengalami penyempitan.

Selanjutnya, balon khusus dikembangkan untuk melebarkan pembuluh darah, kemudian dipasang stent atau tabung jaring logam agar arteri tetap terbuka sehingga aliran darah menjadi lebih lancar. 

Selain itu, terdapat tindakan mechanical thrombectomy yang digunakan sebagai penanganan darurat pada stroke iskemik akut akibat penyumbatan pembuluh darah besar di otak. 

Melalui kateter yang dimasukkan dari pembuluh darah di pangkal paha atau pergelangan tangan, dokter menggunakan alat khusus untuk mengambil gumpalan darah yang menyumbat aliran darah menuju otak. 

Prosedur ini umumnya dilakukan pada pasien yang masih berada dalam periode penanganan optimal atau golden period guna meningkatkan peluang pemulihan sekaligus mengurangi risiko kecacatan permanen. 

Tom mengatakan, dibandingkan operasi bedah saraf terbuka, intervensi vaskular memiliki sejumlah keunggulan. 

Di antaranya hanya memerlukan luka tusukan kecil beberapa milimeter, memiliki risiko perdarahan yang lebih rendah, meminimalkan kerusakan jaringan saraf di sekitar area tindakan, serta memungkinkan pasien menjalani masa rawat inap dan pemulihan yang lebih singkat. 

Ia menambahkan, pemeriksaan skrining vaskular perlu dipertimbangkan pada kelompok masyarakat yang memiliki risiko tinggi mengalami stroke. 

Kelompok tersebut antara lain pasien dengan penyempitan arteri karotis lebih dari 60 hingga 70 persen berdasarkan hasil pemeriksaan USG Doppler karotis atau CT angiografi, penderita yang pernah mengalami TIA maupun stroke iskemik berulang, serta pasien diabetes melitus, hipertensi kronis, dan kolesterol tinggi yang disertai gejala gangguan aliran darah ke otak, seperti pusing berputar, kelemahan pada salah satu sisi tubuh, atau bicara mendadak pelo.

Tom mengingatkan bahwa pencegahan stroke perlu dilakukan sedini mungkin sebelum penyumbatan pembuluh darah menyebabkan kerusakan permanen pada sel-sel otak. 

Menurutnya, deteksi dini kondisi pembuluh darah menjadi langkah penting dalam menekan risiko terjadinya kelumpuhan maupun komplikasi akibat stroke. 

Oleh karena itu, masyarakat yang memiliki faktor risiko atau mengalami gejala yang mengarah pada gangguan aliran darah ke otak disarankan segera berkonsultasi dengan dokter agar mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang sesuai.

https://whatsapp.com/channel/0029VaGzALAEAKWCW0r6wK2t

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.