Harga Cabai di Pasar Kramat Tinggi Batang Hari Tembus Rp 60 Ribu Per Kilo
Heri Prihartono July 09, 2026 05:11 PM

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BULIAN - Pantauan Tribun Jambi di Pasar Kramat Tinggi, Kabupaten Batang Hari, Kamis (9/7/2026), menunjukkan suasana pasar lebih ramai dari biasanya karena bertepatan dengan Hari Pasar.

Di tengah keramaian tersebut, harga kebutuhan pokok terpantau mengalami fluktuasi, terutama cabai rawit dan cabai geprek yang kini menembus Rp60.000 per kilogram.

Kenaikan harga cabai rawit tersebut diketahui telah bertahan selama sepekan. Sebelumnya, harga cabai rawit berada di angka Rp50.000 per kilogram.

Ketidakstabilan harga pangan di pasar saat ini dipicu oleh faktor cuaca ekstrem, kelangkaan minyak solar untuk angkutan barang, serta menurunnya daya beli masyarakat selama musim libur.

Selain cabai rawit, beberapa jenis sayuran lain di Pasar Kramat Tinggi juga mengalami perubahan harga dalam sepekan terakhir.

Tengku Agam, pedagang di Pasar Kramat Tinggi, membenarkan bahwa harga komoditas cabai dan bawang saat ini mengalami fluktuasi.

“Sekarang harga cabai keriting Rp35.000 per kilogram. Kalau cabai rawit ada kenaikan sedikit, sekarang Rp60.000, sebelumnya Rp50.000, naik Rp10.000 dan sudah seminggu ini harganya naik. Untuk cabai geprek juga sama, Rp60.000 per kilogram,” katanya.

Ia menambahkan, harga bawang merah justru mengalami penurunan, sementara bawang putih dan tomat mengalami kenaikan.

“Kalau cabai merah keriting stabil, tidak turun dan tidak naik. Untuk bawang merah sekarang turun menjadi Rp30.000 dari sebelumnya Rp35.000. Bawang putih naik dari Rp35.000 menjadi Rp40.000 per kilogram. Harga tomat juga naik menjadi Rp18.000, biasanya Rp10.000 atau Rp12.000 per kilogram,” jelasnya.

Hal senada juga disampaikan Rahmat (40), pedagang setempat. Menurut dia, pergerakan harga sayuran turut dipengaruhi kendala transportasi logistik yang terhambat di perjalanan.

“Terung ungu dari Padang sekarang harganya Rp12.000 per kilogram, naik dari sebelumnya sempat Rp14.000 per kilogram. Ini karena faktor cuaca dan minyak solar yang susah dicari sekarang,” jelasnya.

Kondisi pasokan barang di pasar dinilai masih cukup aman. Namun, jumlah transaksi belanja dari warga cenderung menurun.

“Semenjak libur ini memang daya beli berkurang. Sawi putih sekarang harganya Rp10.000 per kilogram, padahal seminggu lalu sempat bertahan di harga Rp12.000. Untuk pasokan sendiri sebenarnya cukup dan tidak ada kelangkaan barang, daya beli saja yang berkurang,” pungkasnya.

 

Baca juga: Harga Cabai Rawit dan Cabai Geprek di Batang Hari Jambi Tembus Rp60 Ribu per Kg

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.