Jadi Disiplin dan Mandiri, Alasan Orang Tua Rela Lepas Anaknya Masuk Asrama SR DIY di Kulon Progo
Yoseph Hary W July 09, 2026 05:14 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Sekolah Rakyat (SR) DIY di Kalurahan Gulurejo, Kapanewon Lendah, Kulon Progo akan mulai beroperasi pada 13 Juli 2026 ini. Sekitar 300 anak akan menjadi pelajar angkatan pertama dari SR DIY, sebagian di antaranya berasal dari Kulon Progo.

Ratusan anak tersebut akan tinggal di asrama yang telah disediakan. Selama di SR, mereka tak hanya belajar, tetapi juga mendapatkan pendampingan terkait kedisiplinan dari Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) dan Akademi Militer (Akmil).

Putri dari Rini Puji Lestari menjadi salah satu anak yang diterima masuk ke SR DIY. Ia mengungkapkan bahwa petugas datang lalu menawarkan putrinya untuk masuk menjadi pelajar SR.

"Anak saya ternyata berminat dan mau masuk ke SR," kata Rini ditemui di kediamannya di Kalurahan Sukoreno, Kapanewon Sentolo, Kamis (09/07/2026).

Relakan anak di asrama, biar disiplin

Ia pun juga harus rela melepas putrinya yang bernama Brilliant Auzee Putri Ristanto itu untuk tinggal di asrama SR. Sebab selama berada di sana ia akan jarang bertemu putrinya kecuali di waktu tertentu.

Rini merasa SR menjadi tempat yang tepat untuk putrinya agar bisa mendapatkan pendidikan yang lebih layak. Ia juga tidak mempermasalahkan adanya pendidikan semi militer yang harus diikuti putrinya.

"Ya demi pendidikan yang layak serta bisa lebih disiplin nanti," ujarnya.

Rini mengatakan ia masih bisa bertemu putrinya setidaknya beberapa minggu sekali di SR. Putrinya pun mendapat kesempatan pulang ke rumah sekali dalam sebulan.

Selain putri Rini, putra dari Retno Mariani juga diterima masuk SR. Retno tinggal di Kemantren Wirobrajan, Kota Yogyakarta bersama putranya yang bernama Hendro Kusumo.

Agar mandiri

Retno pun sempat hadir dalam acara Konsolidasi Calon Pelajar dan Wali di Kompleks SR DIY yang dihadiri oleh Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf. Ia juga merelakan anaknya masuk ke SR.

"Saya ingin anak saya lebih mandiri, jadi tidak apa-apa jika harus masuk SR meski jauh dari rumah," jelasnya ditemui saat acara Konsolidasi pada Senin (06/07/2026) lalu.

Menurut Retno, konsep tinggal asrama bukanlah hal asing baginya. Sebab putranya pernah menjalani pendidikan di pondok pesantren.

Ia pun berharap dengan diterimanya putranya ke SR bisa membuat anaknya lebih baik dari segi pendidikan. Ia juga rela harus melakukan perjalanan jauh dari Yogyakarta ke Kulon Progo demi mengantar anaknya masuk SR nanti.

"Apalagi katanya saya boleh bertemu anak setiap 2 minggu sekali di SR ini," kata Retno.(alx) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.