Masuk Gorong-gorong Bergantian, Tiga Pekerja di Cipayung Jaktim Tewas Diduga Akibat Kebocoran Gas
Feryanto Hadi July 09, 2026 06:17 PM

 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Miftahul Munir

WARTAKOTALIVE.COM, CIPAYUNG – Tiga pekerja dilaporkan meninggal dunia saat melakukan perbaikan gorong-gorong di dekat Jalan Keong Emas, kawasan Mabes Hankam, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, Kamis (9/7/2026).

Peristiwa tersebut menjadi perhatian publik setelah video proses evakuasi ketiga korban beredar luas di media sosial.

Dalam rekaman itu terlihat petugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur mengevakuasi para korban dari dalam gorong-gorong menggunakan peralatan penyelamatan khusus.

Petugas mengenakan alat bantu pernapasan sebelum masuk ke dalam saluran yang memiliki kedalaman sekitar empat hingga lima meter.

Proses evakuasi dilakukan dengan sangat hati-hati. Jenazah korban diikat menggunakan tali sebelum diangkat satu per satu ke permukaan dengan bantuan alat penderek atau crane.

Saat berhasil dievakuasi, ketiga korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa.

Kanit Reskrim Polsek Cipayung, Nasruki, membenarkan insiden tersebut. Menurutnya, ketiga korban merupakan pekerja yang sedang melakukan pekerjaan perbaikan gorong-gorong.

"Benar, itu pekerja PDAM lagi perbaiki gorong-gorong, tiga-tiganya meninggal," kata Nasruki, Kamis.

Baca juga: 3 Pegawai BUMD Tewas dalam Gorong-gorong Dekat Keong Emas TMII Jakarta Timur, Diduga Keracunan Gas

Ia menjelaskan, berdasarkan keterangan awal, insiden bermula ketika satu pekerja lebih dulu turun ke dalam gorong-gorong.

Tak lama kemudian, korban berteriak meminta pertolongan.

Mendengar teriakan tersebut, rekan kerjanya turun untuk memberikan bantuan. Namun sesaat setelah masuk ke dalam gorong-gorong, korban kedua justru ikut terjatuh.

"Korban kedua turun langsung gelepak, kemudian minta tolong ke korban ketiga. Korban ketiga turun dan ikut gelepak juga, sehingga tiga-tiganya menjadi korban," ujar Nasruki.

Polisi menduga ketiga pekerja kehilangan kesadaran akibat menghirup gas beracun yang berada di dalam gorong-gorong.

"Dugaan sementara ada kebocoran gas di dalam saluran sehingga korban tidak bisa bernapas," katanya.

Meski demikian, penyebab pasti kematian para korban masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut. Polisi juga telah meminta keterangan sejumlah saksi yang berada di lokasi saat kejadian.

Sementara itu, Kepala Seksi Operasi Gulkarmat Jakarta Timur, Abdul Wahid, mengatakan pihaknya menerima laporan kejadian sekitar pukul 09.49 WIB.

Sebanyak 12 personel Gulkarmat langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan proses penyelamatan dan evakuasi.

Menurut Abdul Wahid, proses evakuasi berlangsung hampir satu jam karena petugas harus memastikan keselamatan tim penyelamat sebelum masuk ke dalam gorong-gorong.

Petugas menggunakan alat pelindung diri lengkap, termasuk self contained breathing apparatus (SCBA) atau alat bantu pernapasan, guna menghindari paparan gas berbahaya di dalam saluran.

"Hampir satu jam kami melakukan evakuasi terhadap para korban. Prosesnya harus sangat hati-hati agar petugas tidak ikut menjadi korban," ujar Abdul Wahid.

Hingga kini, polisi masih menyelidiki sumber dugaan gas beracun yang berada di dalam gorong-gorong tersebut. Sementara jenazah ketiga korban telah dievakuasi untuk proses identifikasi dan pemeriksaan lebih lanjut.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.